Kita seringkali memiliki pandangan ataupun pikiran tertentu, terhadap suatu subjek (kesan), yang merupakan sebuah patokan, misalnya adalah sebuah buku, yang kita pandang, merupakan buku dari puluhan tahun lalu, menyimpan begitu banyak informasi sepanjang kita belajar. Nah, kesan dan pikiran tersebut akan menentukan kira-kira seperti apa, anggapan kita ke depannya. Contohnya, seseorang telah berbohong kepada kita, otomatis kesannya adalah, ia tidak bisa dipercaya.
Namun, kesan tersebut bisa jadi benar, bisa juga salah, bisa tergantung sudut pandang pula. Dengan adanya pikiran terbuka, menurutku, pikiran-pikiran tersebut dikesampingkan dahulu, dan kita memetik apapun kesan yang kita dapatkan, entah itu manfaat, kelebihan, kesan baik, ataupun malah sebuah sudut pandang baru. Intinya sih, menjadi orang dengan pikiran terbuka memiliki manfaat.
Akhir-akhir ini aku mencoba mencari dan menggali lebih dalam mengenai suatu topik yang tidak pernah ku pikirkan untuk dalami, yaitu band kpop. Awalnya, aku cukup terinfluensi 2 teman dekat saya, sehingga aku menjadi lebih tertarik untuk mencari tahu, kenapa mereka suka? Mindsetnya seperti itu. Dahulu kala, impresiku mengenai kpop adalah alay, banyak gaya, dan untuk perempuan (terutama BTS). Tetapi karena aku terbuka, maka aku bisa mengenal sudut pandang lain terhadap hal itu, dan tidak menolaknya (meskipun aku masih memiliki impresi buruk ke BTS karena memang tidak cocok hehehe).
Saat ini, aku jadi lebih mengetahui bagaimana sebuah agensi dan grup dalam kpop berjalan, bagaimana bisa sukses dalam publikasinya, dan bagaimana bisa segitunya populer, memanfaatkan banyak orang untuk menonton dan mendengar lagunya. Aku sendiri juga cukup suka dengan lagu yang mereka buat...
Untuk menerima ataupun tidak, balik lagi ke pikiran sendiri, tetapi untuk terbuka (dalam hal-hal tertentu), tidak ada salahnya. Kecuali kita sudah benar-benar berprinsip terhadap sesuatu, misalnya agama, budaya, hukum (hal-hal tersebut seharusnya sudah kita pegang teguh, sehingga kita tidak perlu terbuka akan kesesatan), untuk hal lainnya, terbuka dan cari tahulah, jangan berpemikiran kaku.
Karena untuk berpikiran terbuka ada konteks dan batasannya (mana yang bisa mana yang nggak), tentu penyerapan dan penyaringannya juga bisa kita atur, tidak mungkin kita menerima semua yang ditumpahkan kepada kita karena terbuka (sehingga saling bertabrakan satu sama lain) tetapi pilihlah satu satu secara pribadi.