Saat ini saya sedang bergumul dalam kesulitan menemukan ide untuk menulis. Bukan yang pertama kalinya, sudah sangat sering. Ada beberapa ide tapi saat ini saya tidak memiliki kemampuan untuk mengembangkan ide-ide itu.
Hari ini saya ungguh-sungguh mempertimbangkan untuk tidak menulis. Serius! Saya memikirkan itu dan sepertinya kecondongan untuk tidak menulis sangat besar dan lebih daripada memaksakan diri untuk itu. Hanya saja, saya sudah terbiasa menulis setiap hari, seperti orang harus mandi, makan, dan sebagainya. Menulis sudah menjadi rutinitas saya selama hampir 3 tahun ini. Memang benar bahwa ada beberapa hari kosong, tapi itu terjadi karena kesalahan saya memperhitungkan perbedaan waktu tenggat untuk mengunggah tulisan saya. Jadi sesungguhnya belum pernah seharipun saya tidak menulis sejak hampir 3 tahun yang lalu. Nah perasaan bahwa saya akan melakukan sesuatu yang "tidak benar" muncul dengan sangat kuat sehingga seolah-olah saya berniat melakukan semacam dosa atau pekerjaan yang tidak baik. Saya tidak bisa melakukan itu dan timbul semacam konflik, yaitu saya tetap harus menulis karena tidak bisa tidak, tetapi apa yang harus saya tulis?
Menulis bukan menjadi semacam ketagihan. Itu yang saya tahu. Beda dengan ketagihan. Seperti misalnya saya mengambil contoh merokok, jika tidak merokok maka saya merasa kehilangan dan keinginan sangat tinggi untuk merasakannya. Seperti seorang kelaparan yang ingin merasakan makanan. Itu ketagihan. Entah saya menjelaskannya dengan benar atau tidak. Tapi yang saya hadapi sekarang sangat berbeda. Bayangkan pergi kerja tanpa mandi dan sikat gigi terlebih dahulu. Ada yang salah! Bukannya sepanjang hari saya memiliki keinginan untuk mandi atau sikat gigi, seperti orang ketagihan merokok, tapi saya lebih merasa telah melakukan sesuatu yang salah, atau lebih tepat tidak melakukan sesuatu yang baik yang seharusnya saya lakukan. Nah itu yang saya rasakan saat ini.
Karena alasan itulah, walau tidak memiliki ide untuk menulis saya tetap menulis tentang apa yang sedang saya hadapi saat ini. Menulis telah menjadi bagian dari keseharian saya.
foto credit: ece.emory.edu