AES 1385 Simple Happiness
joefelus
Saturday April 19 2025, 9:41 AM
AES 1385 Simple Happiness

"It's snowing, guys!" Kata Kano di telepon sambil mempertontonkan jalan raya yang mulai terlihat putih karena tumpukan salju, sebagian besar tampaknya langsung meleleh karena suhu di permukaan tanah masih diatas titik beku.

"I'm going to King Soopers to get some food for tomorrow." Katanya lagi, saat itu dia sedang menunggu bus kota yang sebentar lagi tiba.

King Soopers adalah nama supermarket seperti superindo atau Jogya di Bandung. Salah satu toko retail yang bertebaran di mana-mana. Bus Kota tiba beberapa saat kemudian, namanya Max. Ini adalah bus kota yang memiliki jalan sendiri, jadi mirip seperti jalur kereta api tanpa rel dan tiba beberapa menit sekali, sangat tepat waktu, nyaman, bersih dan yang terpenting: gratis!

Kano mengenakan entah berapa lapis pakaian dan ditutup dengan mantel overcoat yang panjang berwarna beige sampai ke kaki. Saya hampir tidak mengenali cara berpakaian dia sekarang. Dulu Nina dan saya yang membelikan pakaian, sekarang dia punya selera berpakaian sendiri, celana jeans yang sangat longgar, sepatu yang sedang ngetrend, pakai kupluk, dan kaos yang populer di kalangan anak muda lengkap dengan kalung yang juga sedang digemari. Hahaha... ternyata begitu terlepas dari pengaruh orang tua, seseorang bisa berkembang dengan sangat pesat sesuai dengan keinginannya.

Apakah orang tua seolah-olah menghambat perkembangan anak pada usia-usia tertentu? Saya tidak tahu. Dulu Kano senang dengan jeans cargo, kaos yang lusuh kadang bahkan bolong-bolong. Omelan orang tuanya tidak digubris ahahaha, sekarang dia terlihat sangat jauh berbeda, saya sungguh senang melihat perubahan ini, menunjukkan jati diri dia yang sebenarnya. Itu baru dari segi penampilan. Saya tidak tahu bagaimana karakter dia karena kami hanya bercakap-cakap sesekali dalam seminggu, itupun paling antara beberapa menit hingga 1 jam. Tergantung apakah dia sedang sibuk atau tidak, sementara kami selalu menyempatkan diri untuk menghentikan kegiatan demi dapat berbincang dengan dia.

Bagi mereka yang belum pernah tinggal berjauhan dengan anak, mungkin sulit dibayangkan perasaannya. Tapi saya ingin meyakinkan bahwa jauh dari buah hati itu sangat berat. Jadi pagi ini saya begitu bahagia walau hanya sekedar menemani Kano belanja ke supermarket secara virtual. Kebetulan supermarket ini baru dibangun, ketika kami masih di sana masih dalam proses penyelesaian, sekarang sudah jadi dan luar biasa besar.

"I haven't seen shopping alleys that big recently. Over here when somebody comes towards us, we have to squeeze a bit so the alley will fit for both of us." Kata saya, dan itu sesuatu yang nyata. Di toko yang Kano sedang belanja saat ini, 4 orang dapat berjejer tanpa saling menyentuh satu sama lain, sangat besar, luas dan lengang!

"I miss shopping like that." Kata saya setengah bergumam. Maklumlah Bandung adalah salah satu kota terpadat di pulau Jawa, jumlah toko tidak sepadan dengan populasinya, dan hampir semua toko kurang besar untuk semua barang yang mereka jual. Kenyamanan menjadi prioritas nomor sekian, yang penting mereka mampu menyediakan hampir semua yang masyarakat butuhkan. Belum lagi tempat parkir, itu masalah lain.

" I need to get hair ties and some bread. I still have some salami at home." Kata Kano. Rambut dia memang panjang dan di tempat kerja sebelum ditutupi dengan jaring, dia harus mengikat rambutnya. Seminggu dia butuh beberapa buah karena biasanya hilang atau terbuang begitu selesai menggunakannya.

Kano mengajak kami berkeliling di toko baru yang belum pernah kami kunjungi ini. Jarak toko ini hanya 3 menit menggunakan bus kota, lalu berjalan kaki juga sekitar 3 menit. Tidak jauh untuk ukuran di sana sementara di Bandung, akan membutuhkan waktu lebih lama karena padatnya lalu lintas.

Hidup berjauhan tidak mudah. Untuk menjadi biasa tanpa diliputi rasa sedih dan kehilangan saja membutuhkan waktu yang lumayan lama. Hanya satu hal yang menghibur saya bahwa dia dapat menjalani hidup yang lebih baik, bahwa dia sudah mampu mandiri dan menata hidupnya dengan baik. Itu yang membuat saya lega walau situasi sekarang sangat berbeda dengan ketika kami masih tinggal di sana. Situasi politik yang amburadul, banyak kesewenang-wenangan dan ketidak adilan tentu saja membuat saya khawatir. Namun dengan kemudahan kami berkomunikasi, segala perasaan negatif dapat diminimalisir sehingga kami jauh lebih tenang. Sunggu ini merupakan hal yang tidak mudah. Tapi dalam kondisi semacam ini, hal-hal kecil mampu membuat kami semua bahagia, seperti yang barusan kami lakukan yaitu pergi berbelanja bersama. Terdengar sangat cheesy dan tidak masuk akal ya, tapi saya beri tahu, ini adalah peristiwa kecil tapi sangat luar biasa jika dinikmati dengan hati.

Foto credit: poplar.studio