Keterbukaan itu seperti memaparkan metoda yang akan dilaksanakan. Tertentu, terukur, terkendali, terbatas, dan terikat.
Keterpampangan itu seperti memaparkan alat perangkat yang akan digunakan dalam melaksanakan metoda. Tersusun, terawat, terpakai, terkuasai, dan tercatat.
Setelah terbuka kemudian terpampang, bisa jadi inilah akuntabilitas dan transparansi yang jadi dasar inovasi. Selain daripada begini, hanya repetisi berorientasi stagnasi.
Titik stagnan perlu ditemukan, di kapan keberhentian itu.
Kemudian tetapkan pilihan, jadi acuan atau tujuan kah titik itu.
Stagnan yang jadi acuan membawa pembaruan. Stagnan yang jadi tujuan menghadirkan pengulangan.