Algoritma... Sering mendengar, bukan?
Ketika kita membuka sosial media atau sebuah laman website, sistem komputer secara otomatis akan membaca pergerakan kita hanya berbekal dari hal yang kita lihat atau tautan yang sering kita buka.
Pernahkah suatu ketika, kamu mencari sebuah produk di market place, tidak lama kemudian iklannya muncul di feed atau eksplore Instagram kamu?
Konsep yang sama juga berlaku ketika kita ingin tulisan di blog atau website kita menduduki peringkat teratas mesin pencari Google. Banyak blogger yang memanfaatkan SEO, Search Engine Optimization. Salah satu cara yang paling popular dan mudah adalah dengan mengaitkan atau menautkan link tulisan satu dengan tulisan lainnya sampai membentuk seperti jarring atau rantai.
Singkat cerita, algoritma memegang peran penting dalam hal ini. Pasti banyak orang mengira, algoritma ini menjadi pondasi penting untuk menyelesaikan masalah berbasis komputer. Padahal, jika kita maknai pengertian algoritma adalah metode atau susunan langkah penyelesaian suatu masalah secara sistematis dan logis. Konsep algoritma dalam kehidupan tidak hanya melulu tentang komputerisasi, namun bisa lebih luas dan dalam, bisa sangat holistik!
Sederhananya, prinsip kerja algoritma yaitu ada input (masukan), proses, dan output (keluaran). Teringat sesuatu? Ya! Tiga pilar pendidikan, Literasi, Numerasi, dan Karakter. Coba deh baca tulisan berikut --> aes61 Olah Rasa Dalam Kacamata Pendidikan Holistik - Finsjournal | ririungan semi palar (^.^)v
Dalam kehidupan, kita melihat, mendengar, merasa, mengamati segala yang terjadi dengan penginderaan. Kita mendapat input. Apa yang kita amati, lihat, dengar, rasakan, akan diproses dan diolah nalar kita secara sistematis dan logis namun ditambah bumbu rasa dari nurani dan kreatif. Keluarannya berupa perilaku atau tindakan yang kita lakukan, sebagai bentuk respon dari input yang sudah melalui tahap pemrosesan. Maka, seharusnya sistem kerja otak manusia itu bisa melebihi sistem kerja komputer, sistem kerja otak kita bisa lebih kompleks, lho! Potensi manusia bisa sehebat itu!
Kembali lagi ke algoritma, ada empat struktur dasar algoritma yang bisa diterapkan dalam kehidupan :
1. Sekuensial, langkah yang dijalankan berurutan. Perencanaan, bagaimana langkah yang dilakukan untuk kita bisa mencapai Tujuan hidup.
2. Branching, disebut juga percabangan. Dalam hidup kita selalu dihadapkan pada beberapa pilihan, tidak ada nilai mutlak, pilihan kita bisa benar atau bisa salah.
3. Looping, atau pengulangan. Pembiasaan ini bisa menjadikan manusia terus bertumbuh, mengasah potensi sampai naik level kehidupan. Terkadang kita merasa hidup kita adalah pengulangan namun dengan level kesulitan yang akan semakin bertambah seiring dengan proses bertumbuh.
Sebetulnya, supaya hidup kita tidak begitu-begitu saja, ada beberapa hal yang bisa dilakukan dalam upaya menjadikan algoritma hidup kita lebih beragam, berwarna dengan segala kompleksitasnya.
Kita sangat bisa menciptakan algoritma kehidupan kita sendiri, lho!
Tidak perlu mengeluh dulu! Akan kita bahas di tulisan berikutnya ya! \(^,^)/
Lalu, bagaimana algortima Tuhan bekerja pada semesta?
Salam,
sumber gambar : OIP.grOi5rGyZxoYiQzSbkrcxQHaEM (474×268) (bing.com)
Mau colek Kakak RT2... Yuk! Kak Pungky,,, jadi ucing ke-8 ya.... (^,^)v
UcingAES 1/7 bilang, "Kamu Ucing @pungkypurwaranti, giliran kamu menulis AES!"
Nuhun buat tulisannya yang keren sangat! 👍😊
nuhun Kak Andy...
wow.. ditunggu tulisan berikutnya ka..
Siap, Kak Ine... hehehe
filosofi SeBaL ya, SEkuensial-BrAnching-Looping
bisaaan... teori cocoklogi ala Leo Amurist... *tapi bener uga sih* hahahha...