AES 320 Giuseppe
joefelus
Friday April 8 2022, 2:03 AM
AES 320 Giuseppe

Nama itu spesial. Hadiah ulang tahun pertama, hmm.. Salah! Bukan hadiah ulang tahun tapi hadiah kelahiran yang diberikan oleh orang tua yang akan terus kita nikmati seumur hidup, hadiah yang tidak habis dimakan waktu dan terus melekat bahkan sesudah kita pindah ke realitas yang lain.

Nama memang selalu melekat, sebagai tera kehidupan. Setiap kehidupan memiliki tera masing-masing. Mungkin saja tidak unik karena pilhan nama cukup terbatas dibandingkan dengan jumlah kehidupan yang ada, tapi tidak ada kehidupan yang sama. Kehidupan setiap nama itulah yang unik. Nama adalah tera yang digunakan untuk membedakan satu kehidupan dengan kehidupan yang lain.

Hari ini untuk pertama kalinya saya dipanggil dengan nama lain. Dulu sering dipanggil Johan, Yohan, Jojo, Jonah, John, Jo, Joe, Giuseppe (ini Joseph ala Italia). Tapi baru hari ini saya dipanggil Jose (Joseph ala portugis atau Spanyol).

Saya memang memesan makanan memakai aplikasi online. Alasannya karena lebih cepat dan tidak perlu ngobrol berhadapan dengan orang di kasir atau menggunakan kios pemesanan di tablet raksasa yang mereka miliki. Belum tentu bersih, pikir saya. Tentu saja tidak bersih karena digunakan mungkin oleh ribuan orang tanpa di bersihkan dengan sanitizer setiap selesai digunakan. Saya masih trauma karena beberapa hari terakhir kurang sehat hingga akhirnya test PCR. Untung saja hasilnya negatif walau sempat ragu-ragu karena seluruh tubuh saya sakit, tenggorokan sakit, sakit kepala dan mulai batuk-batuk. Ternyata sesudah tubuh saya istirahatkan, kembali normal walau masih agak lesu. Besok akan kembali olahraga karena saya butuh bahagia!

Soal bahagia, saya jadi ingat soal film yang barusan saya tonton. Judulnya Carrie Pilby. Seorang wanita berumur 19 tahun dengan IQ diatas 180. Membaca habis 17 buku dalam seminggu. Masuk Harvard ketika berusia 14 tahun dan menjadi sarjana tidak lama kemudian. Dia sedang berusaha mencari kebahagiaan.

Beberapa percakapan yang terus melekat dalam benak saya: "Being lonely isn't about wanting to be with other people - It's about wanting to be with people who really care about you." Saya sangat setuju dengan ungkapan ini. Orang boleh saja melihat saya tersenyum atau tertawa, tapi itu bukan berarti saya berbahagia. Sama dengan saya berkumpul bersama banyak teman-teman, tapi itu bukan berarti saya tidak kesepian. Yang tampak belum tentu benar, yang benar tidak selalu tampak. Persis seperti tadi ketika saya mengambil makanan. "Order number1685 for Jose!" Saya yakin orang yang menunggu disekitar saya menyangka yang akan menjemput makanan adalah orang bertubuh coklat dengan rambut mungkin hitam keriting atau memakai celana cowboy atau mengenakan Baja jacket dengan topi sombrero. Itu nama khas orang Spanyol atau Mexico kalau di daerah sini. Ternyata yang nongol orang Asia hahahaha... Salah sendiri panggil saya Jose, wong nama di kantong makanannya Joe kok! hehehe...

Ya nama tidak selalu identik dengan penampilan. Semua orang memilki kekhasan masing-masing, memiliki kehidupan yang unik, tidak ada yang sama. Orang kembar pun saya yakin tidak mempunyai kehidupan yang sama. Setiap orang memiliki kehidupan masing-masing, memiliki pilihan masing masing dan memiliki kebahagiaan masing-masing.

"I have one life and I am allowed to be happy" kata salah satu karakter dalam film tadi. Mereka sedang berjalan kaki malam-malam di kota New York di musim dingin. Saya tersenyum, di film itu terlihat sangat indah. Begitulah film, pandai memanipulasi keadaan. Saya pernah beberapa kali jalan kaki malam-malam di New York, kalau saya hanya memilih yang ingin dilihat, menutup hidung mungkin saya bisa mengabaikan banyak hal dan hanya menampilkan dalam benak saya keindahan seperti di film. Kenyataannya, ya tidak seperti yang ditampilkan di film. Harus pilih-pilih juga tempat yang ingin dilihat. Kalau ke daerah utara Manhattan di daerah Harlem misalnya ya tidak seindah itu. Pilih ke Upper West side, nah itu baru bisa mirip dengan film. Rumah-rumah yang keren bergaya Victoria, kalau musim gugur penuh dengan warna, musim dingin ya sama saja gundul-gundul. Yang diperlihatkan belum tentu benar, yang benar tidak selalu diperlihatkan. Itu kenyataannya.

Okei, kembali ke "I have one life and I am allowed to be happy." Hidup tidak perlu sempurna. Nama saya boleh dipanggl apa saja, Jo, Johan, Yohaaaaan bahkan Jose, tak apa. Yang lebih penting adalah kehidupan saya adalah milik saya sendiri dan saya yang memilih untuk bahagia, bukan orang lain. Saya menyebutkan ungkapan itu ke Nina. Disahut oleh Nina, "Tunggu saja sampai kita kembali ke Bandung dan nyupir di jalan, kamu belum tentu akan berkata begitu." Hahaha... Ada betulnya juga kalau mengingat ke belakang di masa lalu. 3 menit keluar rumah, saya sudah mulai jengkel dan ingin menyumpah karena pengemudi yang gila dan tidak tahu aturan di jalan. Ini akan menjadi tantangan. Saya cuma punya satu kehidupan yang tidak pernah bisa digantikan atau ditukar dan saya diijinkan untuk berbahagia. Oleh siapa? Tentu saja oleh saya sendiri, karena saya yang harus memilih untuk marah pada orang yang seenaknya itu, atau hanya tersenyum sambil menarik napas panjang. Jika saya marah, maka kebahagiaan saya ditentukan oleh orang-orang itu. Hey! This is my life, why do I let somebody else decide whether I can be happy or not! Betul tidak?

Orang di restoran tadi memanggil saya dengan Jose, daripada saya ngomel dan membetulkan, saya lebih baik tersenyum dan mengangguk, toh artinya sama dengan Joe. Mungkin dia lebih suka memanggil Jose daripada Joe, itu pilihan dia. Biarkan dia berbahagia dengan caranya dan saya memilih untuk berbahagia dengan cara Joe walau keukeuh dipanggil Jose. Why not? Hahahaha!

Andy Sutioso
@kak-andy   4 years ago
WOW... nice post Joe. Thank you! πŸ™πŸΌπŸ˜Š. Can I call you Jose? 🀭
joefelus
@joefelus   4 years ago
Hahaha... 🀣🀣🀣
You May Also Like