AES232 Efek Samping
leoamurist
Thursday April 21 2022, 4:45 PM
AES232 Efek Samping

Sepertinya memang betul kalau kita begitu mengagungkan efek samping, sudah tiga dekade terakhir ini. Memang mungkin pada awalnya kita hanya berusaha memberikan yang terbaik, yang kemudian berkonsekuensi kita mendapatkan yang terbaik. Semenjak saat itulah, kita mengutamakan mendapatkan daripada memberikan.

Beberapa efek samping yang begitu kita inginkan, agungkan, dapatkan, paling tidak mendapatkan pengakuan akan terpenuhinya efek samping itu. Antara lain adalah kebersamaan, kekompakan, pemahaman, dan perubahan.

Kebersamaan adalah efek samping. Sifatnya adalah outcome bukan output. Kalau mengutamakan kebersamaan sebagai hasil akhir atau produk, berarti usaha yang dilakukan adalah untuk membersamakan. Prinsip kebersamaan bukan kesamaan pun terlanggar oleh tindakan, mengada-adakan kegiatan sambil menuntut semua merasakan hal yang sama.

Mengembalikan status kebersamaan kepada esensinya sebagai efek samping, maka hasil usaha yang perlu diupayakan adalah produk kesepakatan bersama. Misalnya, warung bersama, pos ronda komunitas, perpustakaan orang tua, dll. Sehingga energi terfokus memberikan yang terbaik untuk mewujudkan produk itu, kebersamaan lahir orientasi bersama.

Kalau soal kekompakan, iya itu pun efek samping. Kalau semua orang yang menganut orientasi yang sama itu, misalnya mendirikan warung kolektif, memberikan waktu dan fokus usaha atau barang tertentu secara total. Walaupun tidak seratus persen, hanya 5% saja. Totalitas di 5% itu saja. Dua puluh orang yang seperti itu sudah kompak berkarya 100%.

Pemahaman adalah efek samping dari totalitas lima persen tadi. Dalam mendirikan warung kolektif, misalkan yang bisa kita lakukan hanyalah membersihkan lantai dan jendela area warung setiap pagi selama sepuluh menit. Totalitas saja melakukan itu, bahkan ketika warung sudah beromzet milyaran pun terus lakukan.

Kita menjadi paham, kenapa orang senang membeli donat di waktu senggang sebelum jam makan siang. Pemahaman yang dari menghadiri kenyataan, bukan dari katanya katanya temennya temen yang kenalannya menerbitkan jurnal ilmiah mengapa orang senang membeli donat di waktu senggang sebelum jam makan siang.

You May Also Like