AES 425 AES 425
joefelus
Friday July 22 2022, 8:15 AM
AES 425 AES 425

Akhir-akhir ini saya sering khawatir karena 10 hari lagi di tempat kerja akan berganti system. Selama sekitar 2 bulan kami bekerja keras menyiapkan semua data base dari nol, mempelajari sistem baru dan berusaha membiasakan diri dengan fitur-fitur yang baru dan juga mencoba berbagai skenario di program staging yang tersedia.

Program staging adalah replika sistem yang mendekati aslinya sebagai tempat untuk berlatih dan uji coba. Itu yang banyak kami lakukan ketika ada waktu senggang dan berusaha mengerti sitem baru ini secermat-cermatnya.

Beberapa hari terkahir ini proses persiapan sudah mendekati akhir, tinggal beberapa hal-hal kecil tapi membutuhkan hal-hal yang lebih detail. Karena sudah hampir selesai, kami banyak waktu senggang untuk sekedar menarik napas, dan itu kami pergunakan bermain di program staging. Saya yang begitu khawatir belakangan ini, akhirnya menemukan ide-ide bagaimana menjalankannya dengan lebih mulus, tidak memakan waktu dan tergantung pada banyak pihak. Ini yang paling saya hindari karena saya tahu tidak semua orang sigap dalam menjalankan tugasnya dan jika ada salah satu terlambat maka pekerjaan saya akan terhambat. Tadi pagi akhirnya saya bisa menemukan sebuah cara yang paling efisien dan membuat saya jauh lebih yakin bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Cukup sepertinya soal keluhan tentang pekerjaan. Ini adalah esai saya di AES yang ke 425. Butuh keteguhan hati untuk terus tetap setia dan konsisten dalam menulis bahkan dalam keadaan yang sulit seperti beberapa malam yang lalu ketika saya sedang demam tinggi. Memang hasilnya akhir-akhir ini tidak terlalu bermutu, lebih banyak cerita tentang pengalaman dan keseharian saya, tapi kegiatan ini selalu memberikan rasa bahagia dan kepuasan ketika saya bisa terus menerus menepati janji untuk terus melanjutkan. Yang saya takuti adalah rasa menyesal jika terhenti, itu saja. Ketika menimbang-nimbang pada saat saya demam tinggi kemarin, ada dua pilihan yang harus diambil yaitu  isitrahat dan menunda menulis atau menyelesaikan satu tulisan lalu istirahat. Saya memilih pilihan yang kedua karena takut menyesal hahaha.. Aneh ya? Sebetulnya tidak juga, hampir mirip dengan ketika kita berpuasa dan pada satu saat ada keinginan untuk menyerah karena suatu hal, minimbang-nimbang untuk membatalkan atau melanjutkan. Ada dua konsekuensi yaitu menyesal karena menyerah atau merasa puas karena tidak tergoda untuk menyerah. Nah sejauh ini selalu pilihan yang terbaik yang saya ambil dan terus berhasil. Begitu sudah usai, hanya rasa puas dan rasa senang yang tersisa. Menghela napas lega lalu memejamkan mata untuk istirahat sambil menunggu tubuh ini melawan demam hingga akhirnya mereda dan saya betul-betul bisa beristirahat tanpa ada rasa penyesalan atau kecewa!***

Foto credit: Dreamstime.com

You May Also Like