AES 104 Backpacking (3)
joefelus
Saturday September 4 2021, 2:28 AM
AES 104 Backpacking (3)

Hari Minggu saya seharian menikmati folk festival di Lowell. Acara yang mayoritas musikal digelar di berbagai panggung di berbagai lokasi yang memang enak untuk dinikmati, kebetulan suhunya tidak terlalu panas, bahkan mendung (mungkin gara gara nyanyian Pow wow suku Indian) lalu disusul hujan yang cukup lebat. Nina menghabiskan waktu di rumah saja karena kelelahan jalan jalan di Boston, terlebih dia belum terbiasa jalan jauh dengan tongkat.

Malam harinya kami berkemas.. oh iya, ini tidak boleh terlupakan, makan es
krim yang sangat sedap dekat sungai!!! Silahkan coba 'butter pecan'-nya.. pilih
single saja, sebab itu sudah sangat banyak!!!

Ke Cape Cod

Hari senin, kami naik bus dari South Station Boston menuju Hyannis. Tempat
duduknya enak sekali, sebab kami mendapat tempat untuk handicap, alias untuk penumpang disabilitas. Ruang untuk kakinya sangat luas sehingga sangat nyaman. Saya yang beruntung karena selalu duduk di sebelah Nina!

Bus meluncur di high way, dan beberapa kali membelok ke kota kota kecil
persingahan menurunkan dan mengangkut penumpang. Pemandangan di musim panas memang cukup menarik, walaupun para penumpang mengatakan ini sama sekali tidak seberapa kalau dibandingkan musim gugur. Buat saya sudah cukup, sebab sepertinya saya tidak akan pernah bisa berlibur di musim gugur (yang akhirnye terbukti itu tidak benar!) Menjelang Hyannis, pemandangan semakin menarik karena sudah memasuki Cape Cod
Bay, daerah yang selalu dikaitkan dengan keluarga Kennedy, sebab mereka punya rumah peristirahatan di daerah Hyannis, bahkan kalau tidak salah ada musium JFK di sana.

Sampai Hyannis, kami ganti bus yang menuju Province Town, kota yang paling
ujung di Cape Cod ini. Pemandangannya semakin menarik, saya terus menerus
membayangkan seandainya kami menuju daerah itu pada saat musim dingin, wah pasti hebat sekali. Kami melewati Wellfleet, kota kecil yang ramai dengan
pengunjung. Konon katanya mereka cuma singgah sebentar, jalan jalan, shopping dan pulang hari, karena ramainya jalanan sampai macet.
Kami turun di Truro, kota kecil dekat Province Town. Di sana kami sudah
ditunggu oleh sahabat kami yang sedang berlibur dengan kakek dan
neneknya.

Downtown Wellfeet

Rumah musim panas sahabat kami ini sangat indah. Rumah kayu berlantai tiga dengan disain rumah pedesaan tapi dengan sentuhan sentuhan modern dilengkapi dengan studio untuk bermain musik, 2 grand piano dan dapur yang sangat cantik dengan peralatan modern. Di bagian belakang ada teras berbentuk panggung yang kalau anda jauh memandang, akan terlihat kota Province Town dengan pemandangan teluknya yang sangat cantik. Harum pohon-pohon pinus sungguh membuat kami betah duduk berlama lama di situ, terlebih banyak sekali burung burung, tupai dan kelinci liar berlompatan kesana kemari. Indah sekali!

Sang kakek adalah mantan guru bahasa Inggris, dan pemain biola professional,
dia pernah bermain untuk New York Philharmonic orchestra di masa mudanya.
Sang nenek juga sarjana bahasa Inggris dan pemain piano yang sangat handal.
Begitu kami duduk melepas lelah, sang kakek langsung menawarkan cocktail. Pukul 4 sore adalah waktu dia untuk minum. Gin Tonic dingin di udara panas memang nikmat, apalagi ruangan ber AC. wah!!!! Ini peristiwa penting karena sejak saat itu saya mulai berkenalan dengan berbagai minuman cocktail, belajar mencampur dan akhirnya menjadi semacam profesi selama sekitar 5 tahun menjadi bartender.

Sesudah membersihkan diri, kami langsung diajak makan malam.. menu kali ini
home made pizza. Hmmmm… plus anggur merah yang harum, kami serasa ada di negeri antah berantah. Selesai makan malam, sang kakek dan nenek langsung mamainkan sonata no:1 ciptaan L.V. Beethoven. Bukan main ini keluarga!!!! Betul betul kami merasa di awang awang, terlebih kemudian mereka memainkan nomor spesial favorit mereka; lagu Irlandia 3 sekuel yang menceritakan para gembala yang bermain musik, jatuh cinta dan bergembira bersama. Hebat!!!! Terkagum kagum saya menyaksikan jari jari sang nenek menari nari di atas tuts piano, sementara sang kakek dengan asyiknya menggesek biola dengan penuh perasaan. Pasangan yang sangat romantis. Tidak heran mereka telah menikah selama 56 tahun. Jadi jangan tanya berapa umur si kakek, 86 tahun!!! Besok adalah ulang tahun si nenek, kita akan bikin pesta ala Indonesia…