Mengikuti banyak kegiatan dan organisasi, menuntutku untuk bisa beradaptasi dan mempelajari banyak hal baru. Bukan hanya soft skill tapi juga bagaimana menggunakan aplikasi. Setiap organisasi memiliki aplikasinya sendiri, entah untuk berkomunikasi maupun untuk membagi tugas dan timeline. 3 aplikasi yang baru aku coba gunakan adalah notion, discord dan juga telegram. Sosial media yang perlu aku pegang dan aku kuasaipun jadi semakin banyak, misalnya sebagai social media specialist di organisasi, tentunya kita harus bisa menguasai berbagai fitur yang ada di sosial media, biasanya instagram.
Awalnya aku males banget untuk mempelajari bagaimana cara menggunakannya karena untuk keseharianku aku tidak banyak menggunakan aplikasi tersebut. Namun setelah dipikir-pikir lagi, bisa jadi aku membutuhkannya di masa mendatang. Karena dari reviewnya ketiga aplikasi itu sering digunakan dan sudah digunakan oleh banyak sekali orang.Jujur awalnya aku juga bingung mau belajar menggunakannya dari mana, karena dari organisasinya pun tidak ada kelas tutorial cara menggunakannya, jadi perlu kita pelajari sendiri.
Notion sendiri adalah aplikasi untuk mencatat banyak hal, mulai dari keuangan, to do list, meeting, sampai calenderpun ada. Sebenarnya fitur yang ada di notion sendiri ada di google workspace, makanya aku tidak menggunakan notion. Menurutku sendiri, penggunaan google lebih mudah karena bisa diakses dari banyak perangkat tanpa perlu lama log in selama kita sudah log in ke email. Aku mulai mempelajari cara penggunaan notion mulai dari cari di youtube, bertanya dengan teman yang sudah sering menggunakan dan mencaritahu lewat sosial media, seperti tiktok dan instagram. Ternyata setelah dipelajari, seru juga menggunakan notion, walaupun di notion kita perlu lebih banyak effort untuk mendesain halaman dan mengatur, sedangkan di google workspace sendiri sudah tersedia templatenya, tinggal kita pilih dan kita gunakan.
Selanjutnya ada Discord. Discord sendiri merupakan aplikasi online untuk berkomunikasi mirip-mirip dengan line, jadi kita bisa video call, chat, bermain games dan lainnya bersama dengan teman-teman organisasi, atau bahkan kita bisa kenal banyak teman baru dari luar negeri melalui aplikasi ini. Sebelumnya aku pernah masuk ke satu channel di discord, namun karena jarang aku buka jadi aku tidak belajar banyak, sampai akhirnya aku masuk ke salah satu organisasi dan mengharuskanku untuk menggunakan discord untuk berkomunikasi dan membantu menjadi host di salah satu roomnya. Jadi nanti akan ada room khusus, room diskusi yang dibuka setiap jam 8-10 malam, untuk berdiskusi mengenai bisnis. Disini aku harus menjadi host, dan aku tentunya harus bisa menggunakan fitur-fitur yang ada di sana, agar bisa memoderatori dengan baik. Untuk discord sendiri belum aku pelajari banyak, karena cukup banyak fiturnya dan banyak yang harus aku pelajari. Aku masih mempelajarinya sedikit-sedikit dari youtube.
Kemudian yang terakhir adalah telegram. Sebenarnya aku sudak menggunakan telegram cukup lama, namun jarang sekali aku buka. Kebanyakan webinar atau kelas-kelas mengunakan telegram untuk komunikasi atau share, tapi setelah acaranya selesai, sering aku tinggalkan dan aku sama sekali tidak membuka telegram. Nah karena salah satu organisasiku membuat campaign mengenai mental health melalui telegram, jadilah aku harus juga belajar menggunakan telegram. Sebenarnya telegram sendiri memiliki kelebihan karena bisa membuat grup dengan lebihd ari 20.000 participant.
Itulah ceritaku mengenai cara belajar dan menggunakan beberapa aplikasi online. Menurutku, mempelajari banyak aplikasi itu penting banget yaa, apalagi di kondisi sekarang yang serba cepat dan serba online. Kita harus bisa beradaptasi dengan segala perubahan. Walaupun kadang males, sama kok aku juga tetep semangat yaa buat belajar karena belajar itu ga akan berhenti sampai kita mati. 