AES 554 Self-Worth
joefelus
Monday November 28 2022, 9:02 AM
AES 554 Self-Worth

Walau masih libur, tubuh saya sepertinya tidak peduli. Jam biologis saya terus bekerja dan sebelum matahari terbit sudah terjaga. Kemarin memang saya masih bisa bersantai di pembaringan, baru kemudian betul-betul terjaga ketika sinar matahari masuk menembus tirai dari tepi-tepinya. Hari ini sepertinya matahari malas melakukan tugasnya membangunkan setiap orang hahaha, tapi tubuh saya tidak mau diajak bersantai. Pikiran terus melayang-layang dan akhirnya saya memutuskan keluar kamar dan turun. Pasti ada pertandingan sepakbola di TV walau saya tidak terlalu tertarik.

Tiba di bawah saya agak merasa aneh, ada suara air menetes dari talang! Lalu saya ingat bahwa semalam seharusnya turun salju. Memang sejak kemarin sore sudah gloomy, tidak ada matahari. Saya intip keluar lewat jendela, meja di halaman belakang tertutup lapisan salju tipis. Berarti ramalan cuaca benar bahwa semalam turun salju.

Saya sedang mencuci coffee press untuk membuat kopi ketika telepon berbunyi.

"Good morning. What are you doing, mas?" Tanya sahabat saya yang menjadi general manager di salah satu dining.

"Good morning. Lagi cuci piring! What's up?" Jawab saya

"Mas, salah satu walk ins di bagian dairy rusak. Jadi sepertinya semua susu, keju, dan yogurt di dalamya harus dibuang. Mas bisa bantu kirim order supaya besok bisa dikirim?"

"Of course! will be happy to help."

Kami terus ngobrol sebentar sebelum akhirnya menutup telepon. Dining hall tempat sahabat saya ini sebetulnya bukan tanggungjawab saya. Tapi saya memang memiliki akses ke semua dining hall, sehingga memang saya dapat dengan mudah membantu. Sahabat saya ini masih mempertimbangkan untuk bertanya pada boss saya karena hanya kami berdua yang punya akses ke seluruh lokasi. Tentu saja saya dengan senang hati menawarkan diri untuk membantu walau masih libur. Saya selalu senang ketika memiliki perasaan sebagai orang yang berguna.

Berbicara tentng kata berguna, untungnya dalam bahasa Indonesia kita memiliki banyak istilah seperti misalnya kata "berguna" atau "bermanfaat", sementara pengertian yang secara kontekstual tertentu bisa menjadi agak negatif misalnya "dimanfaatkan", nah dalam bahasa Inggris saya bisa mengatakan I feel happy being useful to others, tapi berusaha untuk tidak being used, atau dalam bahasa Indonesia "dimanfaatkan".

Dalam bahasa Inggris kata "use" seringkali digunakan dengan makna peyoratif, yang kalau dalam bahasa Indonesia mungkin lebih tepat dengan pengertian "dimanfaatkan" tadi, padahal jika didalami lebih lanjut, kata use ini memiliki pengertian yang dalam dan indah, seperti misalnya yang saya rasakan sekarang. Merasa dibutuhkan dan dapat memberikan bantuan, menjadi orang yang berguna itu merupakan privilege!

Saya pernah menulis di salah sebuah esai, tadi berusaha mencari tapi tidak berhasil. Yang saya ingat, saya mengutip ucapan dari Ralph Waldo Emerson, seorang filsuf, profesor dan penulis. Beliau mengatakan:

"The purpose of life is not to be happy. It is to be useful, to be honorable, to be compassionate, to have it make some difference that you have lived ad lived well."

Atau seperti yang Budha katakan, semua orang itu setara, yang membedakan justru nilai, kualitas yang menjadikan hidup kita. Yang kalau saya kaitkan dengan obrolan hari ini, be worthwhile, valuable and useful, karena semua itu memiliki efek timbal balik. Jika kita useful, tentunya tidak hanya berpengaruh pada orang lain tapi juga untuk diri kita sendiri. Jika kita berharga, maka tidak hanya orang lain yang menikmati, tapi juga diri kita sendiri. Seperti tadi pagi, ketika saya membantu sahabat saya karena ada sebuah kondisi darurat, sahabat saya merasa senang terbantu, tapi sejujurnya saya juga memperoleh perasaan self-worth! Dan itu, saya tidak mau munafik melainkan mengakui bahwa itu menyenangkan. Tanpa berusaha menyombongkan diri, kehadiran dan kemampuan saya ternyata dapat memberikan nilai tambah pada orang lain. I matter! And there is a profound joy in being of use of others!

Walau menurut Ralph Emerson tujuan hidup itu bukan mencari kebahagiaan tapi menjadi orang yang berguna, saya ingin mengatakan bahwa menjadi orang yang berguna itu membahagiakan! Jadi secara tidak langsung secara otomatis dengan menjadi orang yang berguna, kita juga menemukan kebahagiaan. Untuk bahagia kita butuh mengenal diri sendiri, menjadi diri sendiri, dan tidak ada salahnya mengakui itu walau mungkin untuk sementara orang dianggap menyombongkan diri. Well, saya katakan bukan menyombongkan diri tapi bangga atas pencapaian diri.

Sebagai penutup, pagi ini juga ada sebuah tampilan dari memory beberapa tahun yang lalu di media sosial. Di sana salah seorang yang pernah menjadi murid saya menulis sesuatu yang sangat menyentuh da ditujukan ke beberapa orang guru termasuk salah satunya saya. Mungkin ini ada kaitannya dengan hari guru di Indonesia. Dia berkata demikian:

For the teacher who changed my life:

Jojo Felus, thank you for showing that role of a teacher could be extended beyond teaching. You would always be our guardian and a close friend for us... We know that although we are annoying, you will always love us as we love you 😋😋😋

May God bless you and bless you always

Saya begitu terharu dan tidak ada kata yang tepat untuk menyatakan betapa bahagianya saya mengetahui bahwa hal-hal kecil yang pernah saya lakukan ternyata berguna bagi orang lain. Saya juga akhirnya menyadari bawa ternyata being useful itu seperti candu, hanya saja ini candu yang baik karena jika terus menerus berusaha menjadi orang yang berguna, maka mudah-mudahan itu juga menjadi suatu proses untuk pengembangan diri menjadi semakin lebih baik dan bonusnya: merasa bahagia! 😋

Foto Credit: healthyplace.com

You May Also Like