Wah sudah sering bolos rupanya, kalau dilihat terakhir menulis 2 mingguan yang lalu. Sebenarnya sudah mencoba menulis beberapa tulisan tapi mentok tersimpan di dalam draft lalu saat akan melanjutkan perasaan dan pemikirannya sudah berbeda. Nah itu juga ya yang seharusnya dilakukan, teruskan saja menulisnya lalu posting apa adanya.
Sekarang mau menulis apa? Yah belum ada ide sebenarnya. Sudah terlalu lama membolos jadi kebiasaan mengalirkan ide menjadi seret. Persis mesin yang jarang dipanaskan. Mandek. Entah bahan bakarnya habis atau pelumasnya membeku. Sama rasanya. Jadi kali ini aku hanya akan menulis santai tanpa konteks, yah hitung-hitung pemanasan. Muscle memoryku mulai melemah.
Hmm ditemani hujan yang tidak ada habisnya aku punya sedikit waktu santai di teras rumah. Sambil menunggu pesanan nasi goreng mawut dan telur dadar dari angkringan depan yang kupesan lewat aplikasi online. Aku butuh asupan comfort food ku. Nasi goreng pedas kering setengah gosong!
Sebenarnya masih ada beberapa tugas yang harus kukerjakan berhubung tenggat waktunya besok. Tapi namanya juga manusia, bila sudah jenuh dan lelah ada saja alasan untuk mangkir, untuk kabur sebentar sebelum menyelesaikan apa kewajibannya. Menulis sekarang pun aku buka window baru tidak menambah tab pada browser agar tab-tab yang berjejer itu tidak mengusikku menulis.
Bertemu banyak orang dan mengerjakan berbagai hal sekaligus, rasanya tidak asing. Begitulah bekerja pada sektor pelayanan jasa tidak ada yang berubah drastis dari pekerjaanku sebelumnya tapi hanya berbeda bidang. Lucunya aku pernah beberapa kali berpikir untuk kembali saja pada pekerjaanku yang lama, pusingnya familiar paling tidak kepusinganku dulu sudah berbekal pengalaman yang cukup. Saat ini berbekal pengetahuanku yang belum seberapa dan mulai dari nol membuatku takut. Padahal aku pernah mengatakan pada Sei bahwa "Jika kamu takut akan sesuatu itu berarti kamu belum cukup berusaha dan belajar lebih keras!" Hahahaha ucapanku memantul padaku sendiri sekarang. Aku merasakan ketakutan yang Sei rasakan. Lucu sekali.
Beberapa bulan belakangan rasanya aku menorehkan banyak check list kehidupan yang sebelumnya enggan kusentuh bahkan terpikir melakukannya pun tidak. Mengendarai motor misalnya, entah angin dari mana bukan karena terpaksa juga aku bisa mengendarainya! Suatu prestasi remeh yang kuberi centang besar berwarna emas! Walaupun kemarin aku sempat terpeleset tapi kontrol panikku ternyata bagus juga, setelah menenangkan diri sejenak aku mulai bangkit dan meneruskan perjalananku sampai tujuan. Yah besoknya sih aku tetap cuti, setelah bangun tidur badanku menolak untuk bekerja haha
Belum lagi urusan mengembangkan menu makanan wah, aku sampai malas rasanya menginjakkan kaki ke dapur. Tempat pelarianku selama ini sekarang menjadi tempat dimana aku lari darinya. Seru memang bagaimana situasi bisa berbalik 180 derajat saat keadaan mental terlalu intens. Itu pula alasanku memesan makanan, aku malas mencicipi masakanku sendiri. Otak memang kejam terkadang, bentuk asosiasinya tidak pandang bulu. Uh beristirahatlah otakku! Jangan bersiaga terus, bersantailah!
Jadi teringat perbincangan sewaktu menjaga workshop AES kapan hari, katanya tahun ini adalah tahun berkaryaku. Waktu itu aku masih menerka-nerka apa ya? Tidak terbersit aku akan berjalan kemari, jalan penuh semak belukar yang aku sendiri pun tidak tahu ada jalan diantara semak-semak itu. Nampaknya inilah yang namanya keluar dari zona nyaman, namun bagiku pengalaman ini bukanlah 'keluar' lebih tepat diberi judul memperluas zona nyaman.
Wah tidak terasa nasi gorengku sudah habis, perutku kenyang, pikiranku juga lebih cerah. Pada penghujung hari aku mendapat input nasi goreng kesukaanku, berproses dengan tenang dan menjadikannya sebuah output tulisan disini.
Begitulah tulisan receh tanpa maknaku hari ini, besok akan tetap kujalani hari sekuat tenaga seperti biasanya, meski sambil sedikit menangis dan menyeruput kopi.