AES457 Dan Saya Memilih Menjadi Manusia Merdeka
leoamurist
Saturday August 17 2024, 6:49 PM
AES457 Dan Saya Memilih Menjadi Manusia Merdeka

foto oleh: tetangga

---

Kalau gak salah inget, kata-kata Soe Hok Gie yang sempat buku catatan harian seorang demonstran-nya saya jadikan rujukan pelatihan kepemimpinan komunitas mahasiswa di dua ribu sembilan dua ribu tiga belas, seperti berikut. Hanya ada dua pilihan; mengikuti arus atau menjadi apatis. Dan saya memilih menjadi manusia merdeka.

Semerdeka geng bapak-bapak komplek yang tadi siang ikutan lomba tujuh belasan. Saya sendiri gak ikutan sih. Bangun kesiangan, sakit perut, lalu mengurusi cucian yang masih menggunakan tenaga tangan tanpa mesin cuci. Sekalian jadi alasan juga untuk tidak ikutan sih. Tahun lalu sudah cukup dengan lomba makan gorengan yang bikin panas dalam.

Perlombaan itu tampak seperti perploncoan, pakai daster, diikat tali rafia, melakukan hal yang tidak lazim; Hanya, semuanya tertawa gembira. Pencucian pakaian manual dengan tangan juga tampak seperti siksaan, kucek, bilas, peras, gosok, bilas, peras, jemur; Begitupun, rasanya seperti berolah raga karena saya melakukannya sambil sekalian squat. Kapan lagi bisa olah raga kalau gak maksa 😅

Menjadi manusia merdeka, bisa jadi bukan berarti lepas dari tuntutan dan tanggung jawab; Bahkan keterpaksaan dan keterjebakan. Seperti ketika kita membayar pajak atau terkena pungli parkir, yang menjadi penting bukanlah menggerutu keseharusnyaan karena itu menjadi terlalu mengikuti arus. Bukan juga memaklumi dan menormalisasinya karena itu terlalu apatis.

Beberapa dari banyak tindakan merdeka yang bisa kita lakukan antara lain, meminimalkan parkir di pinggir jalan sembarangan. Bisa juga memberi jatah untuk obligasi sosial seperti nongkrong geng bapak-bapak komplek, juga on-off ikutan lomba dan kerja bakti serta iuran dadakan. Bisa juga dengan shifting persepsi, menyadari aliran air di sela jari dan mempelajari otot-otot yang bekerja memeras kain. Merdeka!