AES 1042 Ngaldu?
joefelus
Monday April 1 2024, 11:03 AM
AES  1042 Ngaldu?

Hari ini saya tidak melakukan apa-apa karena sejak semalam merasa kurang sehat. Semalam saya merasa demam, tubuh menggigil kedinginan walau ternyata setelah beberapa saat dibawah selimut saya berkeringat. Entah apakah ada hubungannya dengan sakit gigi atau tidak, saya tidak tahu sebab ini pertama kalinya saya mengalami sakit gigi.

Seharian saya hanya berbaring dan menghabiskan waktu dengan menonton berbagai unggahan di sosial media tentang tempat-tempat kuliner di Bandung. Saya begitu kagum  ternyata kota Bandung penuh dengan tempat-tempat kuliner yang kalau saya tilik di tampilan-tampilan yang diunggah oleh banyak orang, sangat menarik dan ingin saya coba. Ada banyak yang sudah saya ketahui, terutama tempat-tempat yang menyajikan makanan yang sudah ada sejak dulu, Seperti tempat lotek yang terletak di dalam gang yang sudah melegenda. Itu dulu sering saya kunjungi. Lalu ada tempat yang menyajikan masakan padang yang sudah menjadi tempat favorit saya sejak jaman mahasiswa. Pada waktu itu malah masih di dalam pasar hingga kemudian berkembang dan memiliki 3 buah restoran yang tersebar di beberapa lokasi. 

Banyak sekali yang menarik dan saya catat untuk suatu waktu nanti saya coba. Bandung memang terkenal sebagai kota yang kreatif, demikian juga dalam hal menyajikan makanan. Banyak ide yang menurut saya sangat mengada-ada dan tidak perlu, seperti menggunakan perlatan untuk menyajikan makanan yang mungkin kalau dilihat sangat estetis tapi buat saya tidak perlu. Misalnya menyajikan sushi dengan peralatan berbentuk menara. Dalam hati saya buat apa? Tapi ya itu masalah kreatifitas, sah-sah saja. 

Asa beberapa hal yang agak mengganggu. Penggunaan istilah bahasa dalam narasi yang digunakan untuk memperkenalkan produk-produk makanan yang bagi saya terdengar agak aneh walau memang dapat dimengerti. Entah apakah ada dalam kaidah bahasa Indonesia atau tidak, tapi membuat saya geleng-geleng kepala. Seperti misalnya,"Coba kunjungi gerai A, menyajikan baso yang sangat sedap karena kuahnya ngaldu banget." Hahaha.. Memang ada ya istilah "ngaldu"?. Lalu ada lagi, "Ini adalah satu-satu tempat yang menyajikan nuggets yang daging banget!" Hahahaha..

Saya tidak terlalu jago dalam tata bahasa Indonesia. Tapi yang saya tekuni ketika belajar bahasa Inggris, ada yang namanya kata benda serta kata sifat. Ada istilah gerund dalam bahasa Inggris yang merupakan kata kerja yang dipergunakan sebagai kata benda, Lalu ada sitilah noun adjunct dan attributive noun,  dimana kata benda yang dipergunakan sebagai adjective. Nah, yang saya tidak tahu apakah ada istilah itu dalam bahasa Indonesia. Seperti yang saya contohkan di atas "kuahnya ngaldu banget" Ngaldu saya tebak diambil dari kata kaldu yang merupakan kata benda, tapi digunakan dalam kalimat itu sebagai kata sifat yang memberi arti bahwa kuahnya penuh dengan kaldu. Apakah kalimat itu tepat? Saya lagi-lagi tidak tahu karena bukan ahli bahasa Indonesia. Juga contoh "nuggetnya daging banget" Daging digunakan sebagai kata sifat yang memberikan maka bahwa nuggetnya penuh dengan daging. Bukan begitu? 

Ini betul-betul pertanyaan saya loh, karena terus terang saya tidak memiliki informasi yang jelas mengenai hal ini. Jadi kalau ada teman-teman yang jauh lebih mengerti dalam tata bahasa Indonesia, boleh berbagi pengetahuan dengan saya, sehingga saya bisa belajar sesuatu. Yang saya perhatikan banyak sekali penggunaan bahasa Indonesia yang janggal di sosial media. Mudah-mudahan saja saya yang salah.