Burnout adalah momen ketika seseorang mencapai titik puncak batas keoptimalan bekerjanya. Ketika melebihi batas itu, kerjanya malah tidak efektif dan malah melelahkan. Bahkan dengan istirahat sejenak saja, tidak cukup untuk menangani burnout, karena beratnya pikiran dan fisik disibukkan.
Mungkinkah akhir-akhir ini aku mengalami hal ini?
Ketika aku mulai kerja magang minggu lalu, aku merasa ada sesuatu yang berbeda dan salah, karena diriku tidak seperti sebelumnya. Badan dan pikiranku lelah, terutama setelah mengurus acara gereja setiap minggunya, balik ke kehidupan magang dengan pulang sore setiap harinya, juga jarangnya aku memiliki waktu luang dalam jumlah besar di sehari. Ketika memasuki pekan di hari Jumat, aku beneran kelelahan dan ingin tidur, tapi tidak bisa karena selalu ada kegiatan yang perlu dikerjakan. Dengan setiap harinya bangun pagi jam 6 yang tidak bisa dihindari atau ditunda (bahkan di weekend) aku pun akhirnya merasakan betapa tidak enaknya, punya jadwal yang tidak seimbang.
Apakah waktu adalah sesuatu yang perlu dikorbankan untuk menjadi maksimal? Menurutku tidak, terutama bisa berlebihan seperti kasusku ini. Yang tadinya dikerjakan dengan senang hati tanpa beban bisa berubah menjadi sesuatu yang menyakitkan dan dirasa adalah beban hidup.
Gimana sih caraku keluar dari situasi ini? Untuk saat ini, aku masih belum bisa. Tapi menurutku mengubah cara pandang adalah solusinya, karena masalah akan tetap ada. Situasi ini tidak bisa aku ubah. Yang bisa kuubah adalah pandangan diriku mengenai dunia, dan menjadi lebih dewasa. Bahwa masalah-masalah ini bisa membantuku berkembang jika aku hadapi dan menjadi pribadi lebih baik. Tapi untuk saat ini, aku perlu istirahat dulu deh.