AES022: Kagok
haegenquinston
Thursday August 26 2021, 2:57 PM

Sebuah kata dari bahasa yang tidak baku. Memiliki arti yang dalam dan beragam. Kagok adalah ketika kita berada dalam situasi 'hampir'. Dimana kita sudah hampir menuju tujuan sesuatu, tetapi ada hambatan atau keperluan lain yang perlu diperhatikan. Misalnya, kagok saat sudah nyaris selesai bermain game karena ada tugas sekolah besok. Kagok untuk membantu karena ada keperluan lain. 

Aku sendiri sering merasa 'kagok' untuk melakukan sesuatu. Entah karena kepentingannya sama, entah karena bisa ditunda, dan banyak alasan lainnya. Padahal tidak ada kata seperti itu. Kalau sedang mengerjakan, kerjakan saja. Kerjakan secara beralur, jangan acak-acakan dan tidak ada yang selesai sama sekali.

Contohnya adalah beberapa minggu lalu. Aku memiliki keperluan untuk mengerjakan rutinitas sehari-hari. Saat itu pula aku memiliki tugas pribadi untuk menuntaskan proposal. Selain itu, ada powerpoint yang perlu kubuat untuk pelayanan gereja besoknya. Belum lagi, aku juga sedang menonton film supaya santai. Kalau 4 itu dikerjakan sekaligus, tidak ada yang akan selesai karena tidak difokuskan, sehingga tidak efektif pula. Yang namanya kemampuan multitasking adalah kemammpuan mengerjakan beberapa hal sekaligus. Dalam kasus ini, tidak bisa diberlakukan hal tersebut. Mau segimanapun fokus saat multitasking, kita tidak bisa fokus seoptimal jika kita mengerjakannya sendiri-sendiri, kalau 2 hal yang dikerjakan otomatis terbagi-bagi fokusnya, meskipun mungkin akhirnya beres juga. Kalau 4 dikerjakan sekaligus, jauh lebih berat. Logikanya tidak mungkin mengerjakan 4 hal intensif sekaligus, toh waktunya juga terbagi 4 sekaligus.

Pada akhir hari saat itu, aku benar-benar lelah saat menyelesaikannya. Semuanya selesai sekaligus tetapi saat berpindah-pindah pun bingung. Aku sendiri merasa 'kagok' untuk mengerjakannya. Untungnya semuanya selesai di malam hari. Tetapi intensitasnya terlalu tinggi, aku tidak melakukan hal itu lagi. DI lain waktu aku mengerjakan semuanya secara beralur. Satu per satu selesai dan akhirnya aku sendiri bisa bersantai. Tidak terasa waktu berlalu saat mengerjakannya, kalau kita mengerjakannya secara tidak terlalu intensif.

Kalau sedang bermain game, terkadang merasa 'kagok' saat perlu mengerjakan sesuatu yang penting, padahal permainannya belum selesai. Setelah diselesaikan, komitmenku adalah langsung bergegas secepatnya untuk mengerjakan hal-hal penting. Meskipun lebih kurang penting, tetapi sudah kagok dibandingkan saat awal bermain. Sudah hampir selesai, sangat disayangkan kalau ditunda lagi ataupun diulang. Lebih baik mengulang mana: sesuatu yang kurang penting tapi sudah mencapai akhir; atau sesuatu yang penting tetpai masih di awal-awal. Pertimbangkan sendiri, karena hal-hal tersebut yang menentukan tindakan kita sehari-hari.