AES 159 Fatherhood
joefelus
Friday October 29 2021, 9:34 PM
AES 159 Fatherhood

Sejak kemarin saya mengalami writing block, padahal banyak sekali waktu senggang yang saya miliki karena ternyata ketika kembali masuk kerja, pekerjaan saya ya begitu saja, tidak terlalu banyak. Waktu saya banyak lakukan untuk membaca, berjalan kesana kemari dan siang hari harus membuat diri lebih aktif untuk melawan rasa kantuk. Segala sesuatu yang saya pikirkan tidak berhasil menjadi sebuah tulisan sama sekali.

Pagi ini saya membaca tulisan Saskia tentang Ibu rumah tangga yang bekerja. Langsung pikiran saya kembali ke masa lalu ketika masih punya bayi di rantau dan kami berdua harus bekerja. Ini ternyata masa-masa yang sangat menyenangkan bagi saya. Tidak mudah, tapi sangat berharga dan kalau boleh kembali ke masa-masa itu, saya akan dengan senang hati mengulangnya kembali tanpa ada keluhan yang akan keluar dari mulut saya! Janji deh! hahaha

Ya, sejak awal masa kehamilan, saya berjanji pada diri sendiri untuk menjadi seorang suami/ayah yang aktif dalam pengalaman mengurus rumah tangga.

Nah ini cuma tulisan santai bernostalgia dan berbagi cerita tantang pengalaman saya yang sangat luar biasa dalam mengurus rumah tangga. Mudah-mudahan tidak memberi kesan berbangga diri, sama sekali tidak. Saya hanya ingin berbagi kebahagiaan. Semata-mata itu saja! 

Baiklah, sejak kami tahu bahwa akan ada sebuah kehidupan tambahan dalam keluarga, saya langsung mencari banyak referensi. Saya membaca berbagai buku dari yang sangat tipis hingga yang tebal sekali, salah satu buku yang saya sukai dan sarat dengan informasi adalah "What To Expect When You Are Expecting"! Ini jadi primbon saya mengenai semua informasi tentang masa kehamilan hingga menjelang kelahiran. Ini buku ajaib! Disamping membaca buku-buku saya mencari segala macam film, salah satunya yang saya sukai dan sangat informatif adalah "In The Womb". Ini ada beberapa seri dan bukan main! Disamping membaca dan menonton film, saya ikut kursus! Ada banyak kursus untuk pasangan yang akan memiliki bayi, Stork, dan sebagainya. Harus datang berdua! Saya belajar membungkus bayi, menggendong, memandikan bahkan memijat istri yang pegal punggungnya dan memijat telapak kaki. Ibunya Kano sering sampai ketiduran ketika dipijat! Maklum memijatnya dengan penuh rasa cinta dan bahagia hahahaha (lebay banget deh!)

Ya itu semua masa persiapan yang akhirnya kegunaannya sangat minim sebab ternyata si orok kegedean, jadi ibunya Kano tidak pernah merasa mulas-mulas, kontraksi dan lain-lain. Si orok betah di dalam perut hingga lewat 3 hari due date. Ibunya boro-boro meringis atau teriak-teriak karena mules, justru centil cengengesan ngeggosip dokter anestesi yang ganteng dan kekar ketika melahirkan! Bapaknya beda lagi, deg-degan campur waswas menunggu si orok dikeluarkan. Begitu dia nongol, bapaknya froze! Bengong kaya patung bloon karena terpukau, terkejut, dan entah apa lagi yang dia rasakan karena saat itu semua blank, mungkin dengan mulut hokcay, molohok bari ngacay! Kalau tidak dikagetin suster suruh cepat memfoto, mungkin dia akan mematung berlama-lama hahahaha!

Ya selama 4 hari di Rumah sakit, saya menikmati sekali, ibunya sih tidak, karena kesakitan dan dipaksa suruh jalan kaki dengan luka besar di bagian perut. Biasanya hari ke-2 atau ke-3 pasien disuruh pulang, kami betah dan ibunya menghiba-hiba tidak mau pulang karena belum bisa berjalan. Saya begitu semangat merasa menjadi ayah yang ingin berusaha mengalami segala sesuatu sedetail-detailnya. Hari pertama saya langsung minta diajarkan memandikan bayi. Di kelas saya pernah belajar dengan boneka, ternyata dengan bayi hidup saya malah geumpeur! hahaha.. Jadi saya belajar selama 3 hari dengan suster, belajar menggendong dan juga memberi minum, karena ternyata si orok juga butuh belajar minum. Jadi saya tetap sombong hingga sekarang dan bilang saya duluan memandikan Kano daripada ibunya! hahaha

Eniwei, ya saya berbagi tugas dengan ibunya. Pagi tugas saya memandikan, memberi makan, membuat makanan solid bayi ketika pada waktunya. Kano suka sekali pepaya, buncis dan pisang ketika kecil. Saya punya blender khusus untuk menghaluskan makanannya. Ngajak jalan kaki adalah kegiatan yang menyenangkan. Bahkan saya ajak dia belanja (sekalian jual pesona, karena ibu-ibu muda sangat tertarik bayi, jadi saya sering dirubung ibu-ibu muda cantik di supermarket HAHAHAHA) Ya pagi adalah kegiatan saya yang sangat menyenangkan karena ibunya bekerja/sekolah di pagi hari. Pada saat itu saya harus cuci pakaian, nge-vaccum apartemen dan kegiatan domestik lainnya si orok nikmat saja dalam gendongan. Pukul 1 siang ibunya pulang, giliran saya mandi, berkemas dan pergi bekerja hingga malam hari. Pulang kerja saya bawa makanan untuk istri, kopi atau kue kue-kue. Istri istirahat atau belajar saya pergi mandi dan giliran saya menjaga Kano karena anak ini butuh minum obat untuk kelainan jantungnya 5 kali sehari hingga pukul 2 tengah malam. Saya biasa tidur sekitar 3 hingga 4 jam sehari! Bagusnya Kano bayi yang sangat bersahabat, pulang dari rumah sakit 2 hari kemudian dia tidur pulas semalaman tidak bangun sama sekali! Tidak pernah rewel dan tidak ada yang namanya tantrum! Paling juga dia tidak mau tidur siang dan membuat ibunya frustrasi karena ibunya harus menulis desertasi! 

Kegiatan seperti itu berlangsung bertahun-tahun dari bayi, mulai belajar berjalan, mulai lari-lari hingga Kano masuk sekolah. Ini masa masa yang sangat indah dan tidak dapat digantikan, apalagi dalam keluarga dia anak satu-satunya jadi untuk saya ini adalah pengalaman sekali seumur hidup. Saya punya diary sejak masa kehamilan hingga kano kecil. Saya punya potongan rambut dari cukur pertama kali, gelang nama dari rumah sakit, bahkan baju rumah sakit yang saya pakai ketika operasi saya curi! hahaha... Terus terang, saya ingin pengalaman menjadi ayah menjadi pengalaman terhebat dalam hidup saya dan ingin menikmatinya semaksimal mungkin. Dan saya tidak pernah menyesal. Ini perjalanan hidup yang sangat luar biasa yang tidak bisa digantikan dengan apapun!  

Nah jadi kalau Saskia sebel dengan orang yang mencibir ibu rumah tangga, saya sepakat dengannya. Mengurus rumah tangga tidak mudah, jauh lebih sulit daripada bekerja di kantor! Kelelahan fisik dan mental terasa sekali apalagi jika anak sakit, hidup seperti menjelang kiamat, saya rela tidak tidur bermalam-malam demi mengetahui apakah panasnya sudah turun atau belum. Saya baru bisa tidur ketika si anak sudah berkeringat dan suhu tubuh turun mendekati normal! Sekali lagi sama sekali tidak mudah, tapi itu adalah berkah dan saya bersyukur mengalami itu semua sampai sedetail-detailnya. Saya seorang ayah yang tidak malu menangis di rumah sakit ketika anak saya ditempeli puluhan kabel, atau menangis bahagia ketika anak pertama dan terakhir berada dalam gendongan saya dan tahu bahwa ibunya juga dalam keadaan sehat. Menjadi ayah adalah momen yang paling membahagiakan dalam hidup. Dan saya juga tidak malu mengakui bahwa menulis ini sambil terharu. Untung di kantor tidak ada siapa-siapa jadi saya tidak peduli hahahaha.. Salam***

Oh, Thanks Saskia for giving me a wonderful idea to write this essay!  

admin
@admin   5 years ago
Pak Jo ini seorang ayah teladan. 👍👍👍
joefelus
@joefelus   5 years ago
hahahaha... itu karena mahal dan tidak mampu pakai baby sitter, tapi terimakasih atas sanjungannya walau sepertinya biasa-biasa saja. yang jelas karena cuek dan berani malu bawa bayi kemana-mana hahahaha
innocentiaine
@innocentiaine   5 years ago
Wonderful sharing pak Jo.. 👍🏼
joefelus
@joefelus   5 years ago
Terima kasih, kak :)
yulitjahyadi
@yulitjahyadi   5 years ago
Kereenn... love it much ❤
joefelus
@joefelus   5 years ago
Thank you :)