Bagaikan lukisan, pemandangan khas Rawa Pening
Hagia
Monday September 27 2021, 9:38 AM

WhatsApp Image 20210927 at 9.45.15 AM.jpeg

Rawa bukanlah hal pertama yang muncul dipikiran Anda ketika diminta untuk membayangkan pemandangan yang indah. Karena rawa itu bau, lembab, dikelilingi oleh pohon-pohon besar yang tinggi, menakutkan, dan penuh dengan binatang yang mungkin saja sangat berbahaya. Nah bukan yang ini. Rawa Pening adalah 2.670 hektar dari air yang tenang dan jernih, dikelilingi oleh pemandangan gagah Gunung Ungaran dan Gunung Merbabu yang bertengger di tepi rawa, berkontras dengan warna cerah langit di atas. Alih-alih hewan berbahaya berenang di sekitar, eceng gondok dan perahu nelayannya ada dimana-mana. Ini semua membuat Rawa pening berbeda, menjadikannya sebagai surga yang sempurna untuk mengagumi warna-warna cemerlang dalam keheningan, terletak tepat di Cekung Ambarawa, Jawa Tengah, Indonesia.

Rawa Pening memiliki sejarah yang lumayan panjang. Mulai dari pertama terbentuknya diantara 18.000 tahun dan 13.500 tahun SM melalui proses letusan vulkanik yang mengalirkan larva basalt dan menyumbat aliran Kali Pening di daerah Tuntang. Mengakibatkan lembah Pening yang dulunya berhutan tropik untuk berubah menjadi. Kemudian pada tahun 1912 - 1916, dibangun sebuah dam di hulu Sungai Tuntang yang menyebabkan permukaan air rawa untuk naik dan menenggelamkan keseluruhan lembah Pening.  

Namun, Rawa Pening belum dijadikan tempat wisata hingga tahun 1975. Di mana Pemerintah Daerah Kabupaten Ungaran memutuskan untuk membangun kembali Gardu Pemantau Pertumbuhan Eceng Gondok milik Pemerintahan Kolonial Belanda, menjadi Gardu Pemandangan Alam Rawa Pening. 

WhatsApp Image 20210927 at 9.45.22 AM.jpeg

Orang-orang dari Desa Ngasem di kaki Gunung Telomoyo memiliki legenda versi mereka sendiri tentang asal-usulnya Rawa Pening. Legenda yang bernama “Baru Klinting” ini bercerita tentang anak naga yang terlahir dari manusia, perjalanan mencari ayahnya di Gunung Telomoyo, kekecewaannya pada penduduk Desa Pathok yang angkuh, dan keputusan akhirnya untuk mengutuk penduduk desa. Dengan menancapkan lidi ke tanah, Baru Klinting menantang penduduk desa tersebut. “Jika kalian hebat, cabutlah lidi ini!” ujarnya. Tak ada seorang pun yang bisa. Ketika Baru Klinting mencabut lidi tersebut, dari lubangnya menyembur air yang perlahan menenggelamkan desa dan seluruh penduduknya. 

Legenda tersebut menjadi menjadikan Rawa Pening terkenal akan cerita rakyat. Namun tidak hanya cerita rakyat daya tarik Rawa Pening, nyatanya ia memberikan keindahan, pesona, hingga keberkahannya untuk masyarakat sekitar. 

Berkah ini mengambil bentuk dalam berperan sebagai pembangkit tenaga listrik, dan berfungsi untuk irigasi pertanian, sarana perikanan, sumber air minum, dan obyek wisata air. Rawa Pening juga menyediakan kesempatan bisnis bagi masyarakat lokal untuk membuka atau memulai tempat wisata, seperti rumah makan, atraksi perahu nelayan, dan sebagainya.  

Kemudian keindahan dan pesona rawa ini mengambil bentuk dalam warna-warna menenangkan dan pemandangan gunung-gunung yang mengelilingi yang menjadikan Rawa Pening menjadi kian istimewa. Khususnya pada musim kering ketika rawa mengalami penyusutan, jenis lain dari kecantikan akan muncul di Rawa Pening. Sebab, rupanya penyusutan ini memunculkan sebuah sabana luas yang cantik. Sabana atau padang rumput itu tidak lain adalah dasar danau. Objek wisata ‘dadakan’ ini hanya muncul selama musim kering. Sabana yang terbentuk ini berlokasi di bagian utara rawa, di Dusun Kelurahan, Desa Tuntang. Padang rumput ini cocok untuk berpiknik, bermain layang-layang, atau sekedar berfoto-foto.

WhatsApp Image 20210927 at 9.45.08 AM.jpeg

Rawa Pening yang dikelola oleh Pemerintah Semarang ini memiliki wisata lain juga lho!

Yaitu Bukit Cinta, tempat makan Apung Kampung Rawa, “Menara Eiffel” di tepi danau, wisata perahu Rawa Pening, dan juga museum ikan. Berbagai aktivitas lainnya yang bisa kita lakukan di Rawa Pening yaitu menikmati menu –menu special yang di produksi asli dari Danau Rawa Pening oleh nelayan sekitar, menikmati keindahan panorama alam, melakukan photo hunting, naik perahu keliling Rawa Pening, naik bebek raksasa, becak air, jet ski, atv, dan lain sebagainya.

Bila kalian ingin mengunjungi tempat wisata lain di sekitar Rawa Pening yang terletak di pertengahan Kecamatan Ambarawa, Bawen, Banyubiru, dan Kecamatan Tuntang, terdapat wisata Museum Kereta Ambarawa yang terletak 2,8 km dari Rawa Pening (lewat Jl. Jend. M Sarbini), Candi Gedong Songo yang terletak 15 km dari Rawa Pening (lewat Jl.Tirtomoyo), Goa Rong yang terletak 13 km dari Rawa Pening (lewat Jl. Semarang-Surakarta), dan Saloka Theme Park yang terletak 11 km dari Rawa Pening (lewat Jl. Semarang - Surakarta)

Nah, untuk kalian yang sudah penasaran terhadap Rawa Pening kalian bisa lho mengunjunginya sekarang, asalkan kalian tetap menaati prokes kesehatan. Karena, saat ini di tengah-tengah pandemi suasana tidak terlalu ramai, menjadikannya waktu yang cocok untuk mengunjungi Rawa Pening sebelum kembali ramai. Lokasinya di Jl. Lingkaran Selatan Kilometer 3 Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Buka setiap hari dari pukul 08.00 pagi WIB hingga 21.00 malam WIB, dengan tiket Rp.15000 kalian bisa langsung menikmati pemandangan indah bagaikan lukisan khas Rawa Pening.

Sumber: 

https://www.tribunnewswiki.com/2019/07/08/rawa-pening

https://dlh.semarangkota.go.id/ini-dia-keindahan-nan-eksotis-rawa-pening-yuk-kesini/

https://kelloggsnyc.com/rawa-pening/

https://ejournal.undip.ac.id/index.php/sm/article/download/7909/6473

https://en.wikipedia.org/wiki/Lake_Rawa_Pening
https://blogs.uajy.ac.id/tessaayupitaloka/2017/02/20/rawa-pening/
https://teamtouring.net/bukit-cinta-rawa-pening-semarang.html 

https://travel.kompas.com/read/2020/09/06/184427327/rute-dan-harga-tikUntitledet-bukit-cinta-rawa-pening-tempat-wisata-keren-di-kabupaten

https://histori.id/legenda-rawa-pening/