AES44 Nirmana
wulan bubuy
Thursday March 31 2022, 8:22 PM
AES44 Nirmana

Nirmana itu satu dari empat mata kuliah dasar di FSRD, aku mulai mengajar bidang studi tersebut sejak 2009 di 2D. Lalu dua tahun kemudian aku mulai bergabung di 3D. Selama mengajar, aku jadi lebih banyak memahami dasar dan prinsipnya, lalu pergeseran mulai muncul seiring berkembangnya zaman. Terlebih diawal pandemi, kami harus segera menyesuaikan diri karena subjek ini termasuk yang agak sulit untuk dipelajari secara daring. Berbagai metode penyederhanaan dicoba tanpa menghilangkan lingkup pembelajaran. 

Alhamdulillah, di semester ini sudah ada sebagian yang mulai dilakukan secara luring meski beberapa tetap memilih untuk daring. Hal pertama yang kemudian aku sadari ketika pilihan hybrid ini berjalan, mahasiswa sudah lebih terbiasa dengan perangkat digital. Maka saat mengeksplorasi terutama 2D mereka bisa bekerja dengan cepat dan sejujurnya aku pun merasa diuntungkan karena ikut dimudahkan saat ingin mengubah komposisi. Tapi tantangan selanjutnya bagi mereka ini adalah saat memindahkan digital ke atas kertas untuk dikerjakan secara manual menggunakan media cat. 

Diskusi kami di satu kesempatan seorang mahasiswa mengutarakan bahwa ternyata hal tersebut tidaklah mudah. Kami jadi membahas nama-nama warna seperti Carmine, Cobalt, Yellow sebagai warna primer. Karena ketika warna yang digunakan bukan itu, akan mempengaruhi hasil akhir yang didapat. Belum lagi perbedaan merk cat, itu pun jadi sebuah hal baru yang mereka pahami. Bagi saya pribadi, tantangannya lebih ruwet dengan bertebarannya informasi di ruang-ruang maya. Ide yang mereka tawarkan pun menjadi istimewa dan luar biasa. Aku jadi berpikir ulang tentang batasan nirmana di kemudian hari.  

Benang merah yang masih bisa aku temukan pada semakin luwesnya nirmana 2D yaitu bertujuan untuk studi komposisi. Pada unsur rupa, yang paling sederhana seperti titik dengan pengelompokan jenis titik, proporsi antar titik, jarak antar titik hingga kedalaman dari susunan tersebut bisa menjadi sebuah visual menarik. Belum lagi olahan unsur garis dan bentuk, kemudian unsur warna yang kita tahu terbagi menjadi dua yaitu additive dan subtractive. Rasanya terlalu menyenangkan bermain-main pada studi komposisi ini. 

Berbeda dengan nirmana 3D yang olahannya melalui studi material baik pabrikan ataupun alam. Pesan yang disampaikan oleh material ditangkap melalui bagaimana kita memperlakukan material tersebut. Mengubah karakter kaku hingga memiliki kesan dinamis atau mengubah kesan lemah menjadi bentuk yang kokoh. Berlawanan yang tidak membuat material itu seolah dipaksakan. Perlakuan sederhana dengan repetisi, mempertimbangkan proporsi bentuk, memberi arah hingga mengatur value akan membuat karya 3D memiliki ruang visual yang menyenangkan.

Satu hal yang aku pahami saat mengeksplorasi bentuk dari material mentah adalah tentang bagaimana kita memasukan unsur rupa ke dalam komposisi menjadi salah satu cara melatih daya reaksi dan penyesuaian dengan cepat dan tepat. Tujuannya tentu untuk mendapatkan bentuk visual dengan keindahan yang dapat dinikmati oleh mata. Dan sangat mudah ketika kita mempelajari hal tersebut dari alam, karena alam selalu memberi alternatif bentuk maupun warna yang tidak terbatas sebagai sumber inspirasi. 

Andy Sutioso
@kak-andy   4 years ago
Wah saya belajar juga nih duluuuu... waktu kuliah... 🤣
wulan bubuy
@wulan-bubuy   4 years ago
hihihi... seru ya kak, kalau lagi di kelas jadi suka ikutan coret-coret juga