Sejak pertemuan korlas terakhir sebetulnya ide untuk menulis ini sudah ada tetapi membuat artikel ilmiah sederhana pun butuh waktu untuk mencari bahan, berhubung bulan itu aku masih sibuk dengan hal lain jadi kukesampingkan dulu ide ini, eh beberapa waktu lalu pak @joefelus berbagi pengalaman mengenai masalah pencernaannya jadi mari kita bahas sedikit lebih jauh.
Otak kita, si jenius yang mengatur segala sistem pada tubuh kita itu tak seperti yang ternyata kita pikirkan. Rupanya dia bukan satu-satunya pemegang kekuasaan seperti perusahaan yang memonopoli objek vital itu namun setiap tahun rugi hahaha. Oke kembali lagi jangan melantur, otak kita ini punya pendamping yang pengaruhnya besar mirip-mirip menteri serba bisa. Analoginya begitu.
Nah perdana menteri ini adalah usus.
Apa hubungannya otak dengan usus? Menariknya otak dan usus punya jalur komunikasi dua arah yang langsung menuju kepada keduanya. Tanpa birokrasi, mereka saling terhubung langsung melalui saraf enterik dan saraf vagus.
![]()
Bagaimana mereka saling berhubungan? Mikrobiota di usus memproduksi zat kimia yang akan mengirim sinyal langsung ke otak melalui saraf tadi.
Apa fungsi normal mikrobiota usus? Dalam kondisi normal individu yang sehat, ada interaksi dan regulasi silang antara inang dan mikrobiota yang berada di usus yang menciptakan keseimbangan bakteri homeostatis sehingga saluran pencernaan tetap sehat dan bebas dari pertumbuhan berlebih bakteri yang berpotensi patogen. Mikrobiota memiliki hubungan komensal dengan inang; bakteri tumbuh subur di lingkungan usus yang kaya sementara inang mendapat manfaat dari berbagai fungsi yang disediakan oleh bakteri. Sederhananya, kita mendapat bantuan bakteri untuk mencerna makanan dan membuat beberapa hormon yang mengatur kerja otak jika mereka berfungsi normal, seimbang.
Apa pengaruh sinyal yang dihasilkan mikrobiota usus terhadap otak? Produksi neurotransmitter oleh mikrobiota berperan penting diantaranya produksi hormon serotonin, dopamin dan GABA. Mereka adalah hormon yang mempengaruhi fungsi kognitif dan mood alias mental. Sederhananya suka tidak suka, kondisi mikrobiota usus mempengaruhi pekerjaan otak sehingga jika terdapat gangguan mikrobiota (disbiosis) maka akan terjadi berbagai gangguan kesehatan pada tubuh kita.
Lanjut, disbiosis didefinisikan sebagai ketidakseimbangan komposisi bakteri, perubahan aktivitas metabolisme bakteri, atau perubahan distribusi bakteri dalam usus. Tiga jenis disbiosis adalah; hilangnya bakteri yang bermanfaat, pertumbuhan berlebih bakteri yang berpotensi patogen, dan hilangnya keragaman bakteri secara keseluruhan. Dalam kebanyakan kasus, jenis disbiosis ini terjadi secara bersamaan.
Apa pengaruh disbiosis terhadap kesehatan tubuh? Selain berdampak lokal pada peradangan saluran pencernaan disbiosis akan mengakibatkan gangguan metabolik yakni diabetes dan obesitas. Lebih jauh disbiosis dapat mengganggu sistem imun karena sebagian besar sel imun dihasilkan di usus dan gangguan produksi hormon seperti di atas tadi mengakibatkan gangguan mental yaitu depresi, kecemasan bahkan ASD.
Bagaimana cara mengembalikan keseimbangan flora normal usus? Mengacu pada definisi disbiosis, untuk mencapai keseimbangan kita perlu mengembalikan bakteri baik yang hilang agar bermukim kembali pada usus. Cara sederhana yang dapat kita lakukan adalah mengkonsumsi berbagai varian bahan makanan dan makanan berfermentasi untuk meningkatkan probiotik dan prebiotik.
*Probiotik adalah bakteri baik yang hidup di usus, ada pada makanan berfermentasi dan dalam bentuk suplemen.
*Prebiotik adalah serat makanan yang tidak dicerna tubuh tetapi menjadi makanan untuk bakteri baik.
Bagaimana jika mengkonsumsi prebiotik tanpa probiotik? Banyak makan prebiotik tanpa diseimbangkan dengan keadaan homeostatis mikrobiota usus justru akan menimbulkan masalah baru karena 'makanan baik' malah dimakan oleh bakteri jahat sehingga akan menyebabkan SIBO (small intestinal bacterial overgrowth) berujung perut kembung, nyeri perut, diare, gangguan penyerapan nutrisi. Hahaha kompleks sekali yaa
Jadi ya orbrolan waktu itu mengenai pengobatan yang media penyembuhannya hanya dengan jus buah dan sayuran saja bisa menyembuhkan berbagai keluhan aku rasa masuk akal mengingat sudah ada penelitian membuktikan kesehatan usus (dari konsumsi bahan bervariasi dan bermacam warna) selaras dengan kesehatan tubuh secara menyeluruh. Approved
Kesimpulannya, sebelum terjadi disbiosis yang ternyata menimbulkan banyak sekali gangguan kesehatan mari kita jaga keseimbangan mikrobiota usus kita dengan memasak makanan dengan memasukkan berbagai jenis variasi bahan makanan, kurangi makan makanan kemasan, kurangi konsumsi gula yang menjadi kesukaan bakteri jahat, berolahraga secara teratur, tidur cukup, dan pesan paling penting dari kami sebagai tenaga kesehatan untuk tidak mengkonsumsi antibiotik tanpa indikasi.
Ah aku punya film dokumenter bagus mengenai topik ini, dapat dilihat di Netflix judulnya "Hack Your Health, The Secrets of Your Gut" jika tertarik silahkan menyelam lebih dalam.

Semoga artikel sederhana ini bermanfaat,
Salam sehat!
Wah terima kasih untuk pencerahannya.. Saya ga punya Netflix, nanti akan coba cari dari sumber lain.