AES 474 Proud
joefelus
Friday September 9 2022, 6:27 AM
AES 474 Proud

Berbaring sambil melepas lelah dan bersiap untuk mengakhiri hari dengan mendengarkan lagu-lagu lembut, itu yang saya lakukan semalam.

Sore tadi saya menjemput Kano karena saya bisa ijin pulang lebih awal untuk ke dokter gigi. Tiba di parkiran saya mulai mencari spot yang teduh karena seperti kemarin saya ceritakan beberapa hari belakang ini cuaca sangat panas. Belum selesai parkir saya melihat seorang pria tinggi, berjalan tegak dengan seragam hitam-hitam dan topi hitam. Melangkah dengan gagah.

"Hmm... anak ini kok jadi beda ya? Biasa dia jalan agak bungkuk kadang saya merasa sepertinya dia kurang percaya diri. Sekarang dia berjalan tegak dan gagah!" Pikir saya dalam hati sambil mengendarai mobil mendekati dia.

"Zaaaap?" Sapa dia sambil tersenyum.

"Good. How about you? Busy today?" Tanya saya.

"Right now is dead, earlier was super busy. Do you want anything? I can get a discount." Tanya dia.

"Not today, I am going to the dentist so I cannot eat anything. Thank you, though." Jawab saya

Sambil pulang kami ngobrol seru ke sana ke mari.

"Even though you like this job, this is not a job that you can keep permanently. You need a job that can support you to pay rent and the cost of living." Kata saya.

"I know that. This is only the beginning. You told me that I need to start from the bottom. I am considering a lot of things for my life and career. And don't forget, there'll always be the Navy. They have been trying to recruit me for months now. It's for now the most beneficial for me. Basic training, a guaranteed job for at least 4 years, and free education." Katanya.

"True, they will kick your ass mentally and physically to create a good, strong character. It won't be easy. Very hard at the beginning but it'll be good for you in the end." Kata saya

Kesempatan ngobrol berdua seperti itu memang tidak selalu bisa terwujud, apalagi ngobrol yang agak dalam seperti sore tadi. Cukup hanya 10 menit dalam perjalanan pulang, tapi sangat produktif. Sebagai orang tua, 10 menit obrolan semacam ini sangat berarti, mungkin buat Kano juga. Saya memperoleh banyak informasi tentang rencana dia, tentang pikiran dia dalam menentukan masa depan. Ini moment yang bagi saya sangat berarti dan "indah".

Sambil terus berbaring menunggu kantuk tiba, pikiran saya terus berputar-putar. 2 minggu lagi akan mulai musim gugur, ini kemungkinan besar akan menjadi musim gugur saya yang terakhir, juga nanti musim dingin dan natal terakhir di rantau sebab rencananya saya akan kembali ke tanah air tahun depan. Tiba-tiba dada saya sakit. Sepersekian detik saya tersadar bahwa jika Kano benar-benar memutuskan untuk tinggal, di tanah air nanti hanya tinggal saya dan Nina. Kami yang selalu bertiga selama belasan tahun mengalami banyak hal, menjalani berbagai peritiwa yang indah, yang menyedihkan; menghadapi kesulitan, kegagalan maupun keberhasilan selalu dijalani bertiga. Saya tiba-tiba merasakan sebuah kekosongan! Saya tiba-tiba merasakan sebuah kehilangan yang sangat mendalam walau sesungguhnya hanya membayangkan Kano yang tinggal jauh beribu-ribu kilometer. Selama ini saya merasa menjadi pegangan bilamana dia menghadapi sebuah masalah. Sekarang jika berjauhan saya akan menjadi tidak berdaya. Ini perasaan yang sangat berat untuk ditanggung.

Saya terus memandang langit-langit kamar. Sekarang saya mengerti bagaimana perasaan ayah saya ketika setiap kali ber-video call bertanya "kapan pulang?" Mungkin seperti ini yang beliau rasakan. Tapi saya yakin ada bedanya, ayah saya sudah terbiasa jauh dari anak-anaknya, namun saya belum pernah berjauhan dengan Kano. Kedua Kano masih begitu muda, baru mulai menjalani awal-awal kedewasaannya. Saya masih punya rasa khawatir jika dia masih terlalu muda untuk bisa hidup sendiri jauh dari orang tuanya. Yang saya maksud jauh itu secara harafiah benar-benar jauh sekali.

"I am a good worker, Dad. Do not compare the way I am doing at home is the same with what I am doing at work. At work is different, even the manager offered me to be an assistant manager, well something like that, or shift leader, because he likes me. He said if I want to stay and work there, that position is guaranteed for me." Kata Kano

"That's good. What did you say?" Tanya saya

"I turned him down because I am still considering a lot of options. I told him my situation and tried to make him understand. Plus as a shift leader I only receive about a dollar more with a lot of extra responsibilities, it is not worth it." Kata Kano

"Good. At least you know that your hard work is appreciated." Kata saya setuju.

Masih ada waktu, walau tidak banyak lagi. Kemarin rasanya Kano baru lulus SMA, sekarang sudah hampir diujung musim panas dan dia sudah bekerja dan memiliki penghasilan. Itu memang untuk sementara, sebab memang keinginan saya sebagai orang tua agar Kano belajar dari bawah. Mengenal dunia nyata dari yang paling rendah agar dapat mengapresiasi kerja keras, agar mengerti bahwa untuk hidup butuh perjuangan, keuletan dan keringat dan sepertinya pesan ini sudah tersampaikan. Sekarang tinggal menimbang-nimbang berbagai pilihan dan mengambil keputusan besar. Saya merasa bangga dengan perkembangan saat ini, dan berusaha untuk siap mendampingi bila diperlukan. Ini pelajaran baru bagi saya, mudah-mudahan bisa berjlan dengan lancar dan baik.

Foto: iwantthatsign.com

msetya2015
@msetyamukti   4 years ago
Mantap Joe, memang kita harus menjalani tahap ini, terasa berat & sepertinya tidak mudah, tetapi dibalik itu, apa yang sudah coba kita terapkan / ajarkan untuk anak2, akan segera mereka coba terapkan dalam langkah mereka ke depan... Semangat Joe..
You May Also Like