Saya dan mungkin banyak orang tua yang segenerasi dengan saya sedang berada dalam masa transisi model pendidikan yang lebih tepat untuk kita dan anak-anak kita di masa sekarang dan yang akan datang. Kita sudah tidak lagi berada di “Age of Standardisation”, namun kita telah berada pada “Age of Customisation (The Information Age)”. Setiap individu di jaman sekarang sesungguhnya mempunyai privilege untuk kustomisasi model pendidikannya. Hal seperti ini baru terjadi untuk pertama kalinya.
Di era teknologi dan sistem informasi yang telah menjadi kebutuhan mendasar kita semua, ada 3 (tiga) elemen pendidikan yang kini banyak mendapat perhatian, yaitu Self Education, My Tribe, dan Deep Immersions. Ketiga elemen ini saling menguatkan dan berperan penting antara satu dengan yang lainnya. Self Education menekankan bagaimana informasi dan pengetahuan di era informasi ini begitu mudah diakses dan peluangnya ada dimana-mana, sehingga pembelajaran bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, dari berbagai narasumber yang professional di bidangnya. Rasa ingin tahu yang kuat (willing to know) dan kemandirian adalah kata kunci suksesnya. Namun demikian, elemen Self Education saja tidak cukup.
Sebagai mahluk sosial, setiap manusia memiliki kecenderungan untuk menjalin hubungan antara satu dengan yang lainnya. Secara alamiah, hubungan antar individu umumnya didasari atas kesamaan lifestyles, kesamaan ketertarikan bidang, kesamaan persoalan yang dihadapi, dan karena kesamaan/kemiripan lainnya. Tumbuh dan berkembang, serta berbagi hal-hal baru dalam suatu kelompok (Tribe) seperti ini akan menjadi salah satu “Powerful Element” dalam sistem pendidikan. Ini adalah elemen tersembunyi dari pendidikan modern yang dapat membuka kesuksesan dan pencapaian secara sepenuhnya.
Elemen ketiga adalah Deep Immmersions. Elemen yang juga sangat powerful. Bahkan jika terjadinya sangat singkatpun, karena pengalamannya berada pada level bathiniah, maka pengalaman seperti itu akan menjadi ingatan yang abadi. Keterlibatan kita secara mendalam, penuh penjiwaan, dan kesungguh-sungguhan dalam bidang pelajaran apapun, akan menjadikannya sebagai sebuah proses yang penuh makna dan hasil dari proses pendidikan seperti itu akan signifikan.
Demikianlah 3 (tiga) elemen Pendidikan Modern yang oleh pencetusnya disebut sebagai The Wheel of Modern Education. Kita telah menyaksikan banyak orang-orang besar yang dulu meninggalkan bangku kuliahnya dan sukses di bidangnya. Namun jika kita perhatikan lebih dekat lagi, sesungguhnya mereka tidak pernah meninggalkan proses pendidikannya, bahkan mereka belajar sangat banyak dalam hidupnya, yang mereka lakukan adalah mereka meninggalkan sistem dan lembaga pendidikan yang sudah ketinggalan jaman.
Kembali lagi ke awal, bagi banyak generasi sekarang, memilih dan memutuskan model pendidikan yang akan diikuti tentu tidak mudah. Ada jarak yang terbentang antara angan-angan dan kenyataan. Untuk menempuhnya, perlu komitmen dan keberanian. Yang perlu kita lakukan adalah senantiasa mengupayakan yang terbaik, dimanapun, kapanpun, dan dalam bidang apapun yang kita lakukan.