Saya penggemar Asterix! Komik satire sangat lucu yang diciptakan oleh Rene Goscinny dan Albert Uderzo yang menceritakan petualangan para pejuang Galia di sebuah desa yang melakukan perlawanan terhadap para penjajah Romawi. Mereka pejuang yang sangat berani dan tangguh tapi memiliki satu ketakutan yaitu jika langit jatuh menimpa mereka!
Tidak ada satu orang pun yang bebas dari rasa takut, bahkan pejuang tangguh yang memiliki ramuan ajaib yang bisa menghancur luluhkan batalion Romawi seperti di komik Asterix. Ya, rasa takut itu selalu ada yang merupakan sumber dari berbagai kondisi keseharian kita. Segala bentuk reaksi negatif terjadi karena rasa takut. Seperti misalnya dulu saya pernah cerita bahwa ada seorang rekan kerja yang memfitnah, karena apa? Mungkin karena rasa iri dan dengki. Kenapa begitu? Karena dia mempunyai rasa takut bahwa prestasi orang lain melebihi dia! Rasa malu, misalnya, kenapa kita malu? karena kita takut bahwa orang lain dapat melihat sesuatu yang kita sembunyikan! Takut bahwa kesalahan kita terungkap, takut kalau celana sobek di bagian belakang terlihat orang! Rasa marah juga katanya terbentuk karena rasa takut. Takut bahwa orang lain dapat membobol pertahanan kita akan sesuatu. Marah ditimbulkan sebagai bentuk pertahanan, seperti di pertandingan sepak bola, offense is a good defense! Nah itu kenapa kita marah! Karena kenyamanan kita terusik, karena pertahanan kita diganggu. Untuk menutupi rasa takut pertahanan kita terbongkar, kita serang dengan ungkapan kemarahan.

Rasa takut adalah suatu yang wajar apalagi dalam kondisi yang tidak menentu seperti 2 tahun terakhir ini karena pandemi. Kita perlu memfokuskan diri pada tindakan yang nyata, dan rasa takut sangat mengganggu. Para ahli psikologi menyarankan salah satu cara tradisional untuk melawan rasa takut dengan bentuk meditasi sederhana. Misalnya dengan menempatkan diri seolah-olah duduk di tepi sungai dengan air yang jernih di tepi hutan. Membayangkan air gemericik dan hembusan angin serta bunyi serangga akan membuat suasana hati lebih damai. Atau duduk di tepi pantai dengan debur ombak yang indah diiringi suara burung, atau di puncak gunung memandang cakrawala di saat matahari terbit. Banyak cara untuk mengalihkan ketakutan kita dengan menciptakan suasana damai dengan melalui meditasi selama 5 hingga 10 menit. Dengan demikian kita menyingkirkan emosi dan perasaan negatif dengan berbagai bentuk visualisasi yang dapat meringankan beban, mencairkan rasa takut dan kekhawatiran lalu kita bisa menggunakan enerji kita secara optimal pada tindakan nyata.***