Kutempelkan telapak tanganku pada keningku dan sejenak mata terpejam, kutarik napas dalam perlahan lalu kulepaskan lambat-lambat. Sementara waktu kuijinkan diriku melembut dan melambat bersama napas.
Segera setelah masuk ke dalam, kuturunkan telapakku dari kening, dan mulai berkelana dalam gelap nan hening, bersiap menyusuri setiap relung diri bersama napasku saja.
Telapak tanganku kali ini berpindah ke tengah dada, dengan saling bertumpuk kumulai membawa perhatianku pada tubuhku yang bernapas lewat sensasi di area itu.
Lalu perlahan kuamati tubuhku, kutemukan ada yang berbeda antara saat telapak tangan kiri yang menempel di dada, di bawah telapak tangan kanan dan sebaliknya.
Napasku seolah idle saat telapak tangan kanan yang menempel ke dada, badanku tak mau mengembang terisi napas dan seperti menahan napas dengan napas yang begitu tipis. Apakah gerangan ini? pikirku. Lalu aku bertanya pada diriku sendiri, 'Mengapa?'
Lalu seolah memberi jawaban, kedua bahuku seperti ditarik turun begitu pula sisi depan leher. Daguku perlahan menjauh ke atas dan tanganku pun terlepas dari tumpukannya lalu merentang jauh ke samping sejajar bahuku.
Segera tarikan napas dalam terjadi, lalu kedua bahuku pun perlahan ikut memutar ke arah luar beserta seluruh lenganku. Kepalaku kian tengadah turut meluaskan area depan tubuhku. Di saat melepas napas, tanganku pun terlepas dari rentangannya untuk segera memeluk diriku sendiri. Beberapa saat lamanya telapak tanganku menumpang di bahu, badanku bergoyang memutar perlahan seolah benar sedang menikmati sebuah pelukan.
Seperti cukup dengan menyayangi diri, tanganku kembali terlepas dan segera saling menangkup, kedua telapaku bertemu dengan ibu jari menyentuh keningku. Syukur pun segera terlambung dalam anjali mudra. Satu sikap tubuh yang menandakan rasa syukur dan penghormatan atas momen ini.
Sesudahnya kuambil kotak berwarna ungu di antara deretan kotak di atas mejaku, lalu kuambil satu kartu secara acak dari tumpukan kartu di dalam kotak itu, dan inilah tulisan di kartu itu.
Gratitude, Find just one thing that you feel grateful for right now and let gratitude pour through your body. It's healing balm, like the warmth of the sun.
Ternyata susah untuk menyebut satu saja hal yang disyukuri saat ini, karena rasanya bisa tersebutkan begitu banyak hal, namun akhirnya terpilih satu yaitu napasku, dan aku baru saja selesai merawat diriku.