Karena sudah pernah, ngapain lagi mengatakannya dengan panjang lebar. Palingan, satu kalimat maksimal. Seperti, “Yang penting ada batang kayu sebagai pegangan agar tetap mengambang.” Alih-alih menggambarkan profil, karakter, sejarah, nama, dll tentang sungai itu.
Karena sudah pernah, ngapain lagi menarik-narik atau mendorong-dorong atau melakuka-lakukan begini begitu. Palingan, satu tindakan maksimal. Seperti, menarik napas dalam yang bukan napas besar kemudian kentut pelan-pelan. Alih-alih mempraktikan cara berjalan menyusuri sungai, karena gak bisa berenang.
Karena sudah pernah, ngapain lagi memikirkannya banyak-banyak dari besar sampai detil. Palingan, satu perasaan maksimal. Seperti, merasakan diri sendiri saat merasakan sungai ini. Alih-alih menyangkal, tertawalah sambil bilang phanta rei seperti heraklitus (kalau ga salah ini namanya). Karena ini bukan lagi sungai yang sama, juga bukan orang yang sama.