AES06 MENJELAJAH BALI DWIPA
ikwiguna
Friday June 2 2023, 9:02 AM
AES06 MENJELAJAH BALI DWIPA

Tahukan anda bahwa pulau Bali telah dihuni sejak akhir jaman Pleistosen atau sekitar 40.000 tahun yang lalu? Setidaknya bukti-bukti arkeologi menunjukkan demikian. Bali merupakan salah satu untaian pulau-pulau di Nusantara yang membentang dari Barat ke Timur, yakni dari Sumatera hingga Timor. Laksana rangkaian jembatan, Bali juga disebut sebagai jembatan terakhir Paparan Sunda. Dalam Bahasa Sansekerta, Bali dapat berarti kekuatan yang Maha Agung. Sementara dalam Bahasa Sunda, Bali berarti ketika air dan tanah menjadi.

Dengan sejarah peradaban yang begitu panjang, semakin dalam kita menggali, semakin banyak dan beragam pengetahuan yang kita dapat. Bali begitu kaya akan keragaman budaya, spirit, dan nilai-nilai yang masih terjaga hingga saat ini. Oleh karena itu, menjelajah Pulau Bali, yang juga dikenal sebagai Pulau Dewata adalah sebuah kesempatan yang dapat memberikan pengalaman yang kaya akan budaya, spirit, dan nilai-nilai dari akumulasi peradaban tersebut.

Demikianlah kurang lebih yang dapat saya tangkap dan rasakan ketika K11 - Banua Tada - KPB Smipa  membuat sebuah kegiatan Gelaran Karya "Resonansi Rasa Pulau Dewata" di Adieu Café,  Jl. Karang Tinggal No.28, Cipedes, Kec. Sukajadi, Kota Bandung, tanggal 27-30 Mei 2023. Rangkaian acara yang terdiri dari Talkshow, Book Launching, Pameran Karya, dan Video Screening tersebut telah memberikan gambaran bahwa anak-anak Banua Tada (Kiran, Saski, Jose) yang didampingi Kak Gina telah mendapat begitu banyak pengalaman yang kemudian mereka resonansikan kepada semua yang hadir dan menikmati Gelaran Karya ini.

Berbagai kegiatan yang mereka ikuti di komunitas Yoga Seger Oger, Tri Desna, dan di Munti Gunung, serta interaksinya dengan berbagai pihak di luar komunitas tersebut selama 6 (enam) minggu di Bali, rupanya telah memberikan banyak hal kepada mereka, baik pengalaman fisik, mental, emosi, dan bahkan juga pengalaman di level spirit/energi. Pengalaman-pengalaman yang tidak hanya fisikal, namun juga batiniah, yang tidak dapat dideskripsikan dengan kata-kata.

Pengalaman langsung yang diperoleh dalam berbagai ruang-ruang perjumpaan rupanya berdampak pada munculnya kemampuan-kemampuan baru dan kemampuan-kemampuan baru ini telah menciptakan peluang-peluang baru bagi anak-anak. Pemaparan dan diskusi selama Gelaran Karya menunjukkan anak-anak telah berkembang lebih jauh dan memiliki horizon yang lebih luas dalam memandang dunia/kehidupan. Inilah sesungguhnya tujuan pendidikan itu. Selamat untuk K11 Banua Tada, semoga pengalaman yang diperoleh menjadi bekal untuk semakin bersungguh-sungguh dalam menempuh pendidikan di Semi Palar dan memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.