Mengumpat
Imeh_Halimatusadiah
Friday October 15 2021, 9:18 PM

Pagi tadi, kelas begitu ramai. Lebih ramai dari biasanya. Kalau sudah begini, pasti ada beberapa anak yang kesal dan terganggu. Alhasil kelas semakin riuh. 

Lalu, muncul suara yang mengagetkan seisi kelas.

"Ah, sh*t" begitu katanya. 

Keriuhan bertambah. Mereka mulai merespon bahwa ujaran yang keluar adalah kata kasar. Mereka mulai saling menuduh.

Meski aku tahu siapa yang mengutarakan umpatan tersebut, aku tidak berani menunjuknya di kelas, aku biarkan dia berinisiatif mengaku sendiri.

"Kakak dengar tadi ada yang mengumpat, silakan mengaku bagi yang merasa... "

Ditungu 1 menit, 2 menit, 3 menit, tidak ada yang mengaku. Ternyata mereka tidak tahu apa itu mengumpat. 

Mereka ramai lagi bertanya. 

"Mengumpat itu apa Kak?"

"Aku suka main mengumpat, bersembunyi"

"Ah itu mah ngumpet"

Mereka saling menimpali. 

"Jadi, mengumpat itu ujaran yang dilontarkan saat sedang marah atau kesal. Ujarannya biasanya berupa kata kotor atau kata kasar"

Oooo. Mereka mulai memahami. Lalu kami berdiskusi apakah mengumpat itu baik atau buruk, mengganggu atau tidak.

"Wajar sekali kok kalau kamu marah, kecewa, kesal, tidak suka pada sesuatu. Tapi, apakah harus dengan mengumpat?"

"Tidak, Kak"

"Jadi, kalau kamu kesal-marah-kecewa, kira-kira cara mengungkapkannya gimana?"

"Kita harus jujur Kak"

"Maksudnya?"

"Iya, sebaikanya kalau lagi marah atau tidak suka ya bilang aja"

"Iya, mengumpat boleh, asal sendirian, tidak menyinggung orang lain"

"Nah, jadi pelajaran buat kita ya sekarang. Kalau kesal, marah, kecewa, gak apa-apa itu wajar. Dia harus dikeluarkan dengan cara yang tepat. Jangan ditahan, tapi sampaikan supaya bisa saling memahami"

***

Padahal, di kenyataan, kakaknya juga sering mengeluh dan mengumpat 🙉🙈🙈

Intinya, seneng sih kalau mereka punya pemahaman bahwa emosi itu harus dikeluarkan dengan cara yang tepat. Misalnya ya dengan komunikasi yang sehat, komunikasi yang jujur. Bukan untuk saling mencari pembenaran, tapi untuk membangun harmoni. Dinamika itu wajar, yekaaaan. 

#refleksi Bandung, 4 Juni 2021

You May Also Like