AES 437 You Only Die Once
joefelus
Wednesday August 3 2022, 7:25 AM
AES 437 You Only Die Once

Saya duduk di dalam kendaraan bersama Nina yang masih menunggu jam masuk kantor. Di luar hari ini lumayan panas walau matahari sudah ada di Barat. Saya sendiri sudah pulang kerja, dan akan memulai libur selama 5 hari karena 3 hari mendatang mulai besok adalah profesional development days, lalu dilanjutkan dengan akhir pekan. Entah maksudnya apa dengan profesinal development days ini, mungkin tujuannya agar setiap orang bisa beristirahat untuk "belajar" sesuatu untuk mengembangkan diri, entah lah, yang jelas saya senang karena tidak perlu masuk kerja dan tetap dibayar.

Sambil menunggu saya iseng membuka HP lalu nongol sebuah gambar seorang anak dan seekor anjing. Anak itu berkata "We only live once, Snoopy." dan anjing itu menjawab," Wrong! We only die once. We live everyday!"

Sambil melihat gambar itu, saya mulai merenung. Ini percakapan yang sangat dalam dan seringkali kalimat-kalimat itu disalah-mengertikan. Banyak orang yang mengatakan "hidup itu hanya sekali" lalu karena alasan ini mereka bisa melakukan segala sesuatu seenaknya.

Saya pernah punya karyawan yang beberapa kali saya berhentikan dari pekerjaan. Hahaha.. Iya beberapa kali! Terdengar aneh bukan? Mereka ini saya berhentikan dengan alasan yang sangat esensial, tapi saya pekerjakan kembali karena mereka memang pekerja yang sangat baik. Kalau jeli membaca kalimat barusan, memang betul saya menggunakan kata ganti jamak "mereka" karena memang ada lebih dari 1 orang. Ada 3 tepatnya. Mereka adalah tukang masak yang sangat baik dan pekerja keras dari kelompok etnis Ilocano dari sebelah utara Filipina. Mereka ini memang dikenal sebagai pekerja yang luar biasa. Sayangnya entah mengapa, 3 orang ini terjerumus narkoba. Itu alasan mengapa saya memberhentikan mereka. Mengapa saya pekerjakan kembali, karena mereka berkata sudah sober dan berhenti sebagai pengguna.

Suatu saat, saya pernah ngobrol dengan karyawan-karyawan saya termasuk 3 orang ini. saya tanya mengapa mereka sampai terjerumus ke dalam situasi buruk itu. Ada yang menjawab karena terpaksa, bekerja 2 hingga 3 pekerjaan setiap hari dan menggunakan narkoba untuk memacu semangat dan meningkatkan stamina. Ada lagi yang berkata bahwa hidup hanya sekali, sehingga dia ingin melakukan apapun yang dia suka!

Di sini saya mulai berpikir, gambar yang saya barusan lihat itu tepat sekali. Bukan karena hidup itu hanya sekali lalu kita bebas berbuat apa saja tanpa ada rasa tanggungjawab, hidup itu bukan hanya saya, atau kamu, tapi hidup itu berkaitan dengan semua orang. Siapa dirimu itu penting, siapa saya itu penting, begitu juga setiap orang. Jika semua orang seenaknya melakukan apapun yang mereka suka tanpa memperdulikan orang lain, apa jadinya dunia ini? Apa jadinya dengan generasi kita selanjutnya?

Life isn’t about you, it isn’t about me, it’s about everyone. What you do does matter, who you are does matter, you matter and so does every other person. If we all ‘YOLO’(You Only Live Once), who will be left to pick up the world?

Saya percaya akan kehidupan sesudah kita meninggal dan apa yang saya lakukan di kehidupan di dunia ini akan mempengaruhi apa yang akan saya alami di kehidupan yang lain. Jadi apapun yang sudah saya lakukan di masa lalu, yang saya kerjakan saat ini dan apa yang akan saya jalani nanti merupakan sesuatu yang sangat berarti ketika saya memasuki kehidupan yang lain. Jadi oleh karena itu, saya tidak bisa seenaknya menjalani kehidupan di dunia ini dengan alasan bahwa hidup hanya sekali lalu saya bisa bebas melakukan apa saja. Itu saya. Tapi jika ada orang lain yang tidak percaya akan kehidupan sesudah kematian, perkataan bahwa "mati hanya sekali" itu juga bisa jadi sesuatu yang harus dipikirkan baik-baik. Jika mati hanya sekali lalu selesai, tentunya kita ingin menjalani hidup ini sebaik mungkin bukannya melakukan hal-hal yang tidak bertanggung jawab pada diri sendiri ataupun orang lain.

Kalau berpikir hidup hanya sekali lalu seenaknya mencuri, berpesta pora tanpa peduli kesehatan, misalnya, maka ujungnya bisa saja kita hidup di penjara atau hidup sakit-sakitan Lalu apa artinya hidup ini? Jadi mungkin benar yang dikatakan Snoopy tadi, kita mati hanya sekali tapi kita hidup setiap hari, jadi lakukan hal-hal yang terbaik bagi diri sendiri dan bagi orang lain. Bukan begitu?