Kemarin ngobrol santai, sekarang mau yang agak serius sedikit (seriusan, cuma sedikit), rencananya sih akan mencoba menulis yang serius lalu diselingi dengan yang santai, mudah-mudahan bisa!
Masih berkaitan dengan derasnya peredaran informasi, kali ini saya berusaha melihat sisi lainnya.
Kemarin saya berdiskusi dengan Kano soal kelas yang akan dia ambil di musim panas. Kano memutuskan untuk mengambil kelas PE (Physical education) di termin pertama lalu World History, dan terakhir di termin ke-3 American Hystory. Kano bilang, kelas online itu mudah karena sekarang informasi sangat mudah diperoleh. "Tinggal google!," Katanya.
Dia termasuk generasi yang beruntung jika dibandingkan dengan saya waktu dulu sekolah di kampung yang informasi merupakan hal yang sulit diperoleh. Sekolah tidak punya perpustakaan, kalaupun ada hanya menyediakan buku-buku cerita-cerita 5 benua, Enyd Blyton, dan buku-buku novel dari Marga T, Eddy D Iskandar hingga NH Dini (Buku Pramudya masih dilarang saat itu, hehehe) Nah, jaman saya, kalau mau cari nama gubernur atau mentri yang diwajibkan guru untuk dihapal (duh, buat apa sih ini sebenarnya?) terpaksa saya harus buat kliping, cari koran baik yang baru maupun bekas bungkus bawang atau ikan asin dari warung hanya sekedar mencari informasi. Buat teman-teman saya yang punya uang, mereka sibuk beli buku "Inti Sari Pengetahuan Indonesia" atau apalah judulnya itu. Pendek kata Informasi itu susah diperoleh!
Sekarang, semuanya mudah dicari sehingga sedemikian gencarnya sampai banyak orang yang keblinger sebab tidak tahu mana yang benar dan mana yang tidak akurat! Perkembangan teknologi Informasi masih belum sejalan dengan perkembangan literasi dan language proficiency, sehingga banyak kalangan masyarakat yang salah mengerti. Jurang ini yang menimbulkan banyak permasalahan. Kecepatan teknologi informasi belum selaras dengan kecepatan pembelajaran di masyarakat sehingga masyarakat sangat tertinggal dan tidak mampu mencerna informasi dengan bijak. Keterbatasan kemampuan masyarakat dalam mencerna informasi memberikan dampak yang sangat besar dalam kehidupan sosial! Silahkan mencari contoh di masyarakat, sangat mudah terlihat! Jangan salah, kondisi ini tidak hanya terjadi di negara miskin atau negara berkembang, yang dianggap negara maju seperti Amerika juga terkena dampak ini, kalau boleh jujur, tidak kalah memalukannya! Seriusan loh!

Positifnya, Teknologi informasi telah membuat proses pendidikan lebih efektif dan produktif, serta mampu meningkatkan well-being dari para pelajar, seperti contoh kecil yang saya bandingan antara Kano dan bapaknya! Metoda pendidikan juga semakin berkembang dan membuat prosesnya lebih mudah seperti misalnya penggunaan tablet, laptop dan alat bantu pendidikan modern lainnya. Semua ini terbukti telah mengarah pada hasil yang lebih baik di sekolah. Teknologi Informasi juga sangat membantu dibidang medis. Contoh sederhana, medical record akan lebih mudah diperoleh karena semua sudah digital, sehingga informasi kesehatan seseorang bisa diperoleh dengan cepat dan efisien tanpa harus masuk ke ruang arsip dan butuh waktu lama untuk memperolehnya, itupun jika sistem pengarsipan dilakukan dengan baik, jika tidak, ya Wallahualam!
Greg Satell, seorang penulis dan speaker yang mumpuni pernah berkata," Technology, like human things, is a double edge sword, involving gain and loss, merit and demerit." Teknologi informasi banyak positifnya tapi juga tidak kalah dampak negatifnya. Jaman sekarang manusia cenderung lebih malas, lebih cenderung obesitas, gagap dalam hubungan sosial, dan sebagainya karena cenderung lebih memanfaatkan teknologi. Sederhana saja, saya bisa tinggal teriak, "Alexa, what is the temperature outside?" maka speaker kecil yang serba tau buatan amazon ini akan segera memberikan informasi. Kalau saya mau tau paket pesanan saya saat ini sudah sampai di mana, saya tingga tanya,"Alexa, where is my package now?"Maka kalau kita beli barang di Amazon, Alexa akan tau paket itu sekarang ada di mana, tidak perlu lagi ngetik confirmation numbers untuk tracking paket kita. Mau bermalas-malasan di tempat tidur sambil dengar lagu Jazz, tinggal bilang,"Alexa play soft Jazz, please." Maka Alexa akan menjawab,"Playing soft jazz from Amazon!" lalu musik pun terdengar di seluruh ruangan. Gimana engga jadi gembrot kalau gini???? hahaha***