AES 184 Miracle
joefelus
Tuesday November 23 2021, 8:25 AM
AES 184 Miracle

Menjelang akhir tahun, TV dipenuhi dengan banyak film tentang Natal. Kalau saya perhatikan di Netflix, Amazon prime dan lain-lain ada ratusan film yang bertemakan Natal atau peristiwa yang terjadi di seputar/sekitar Natal. Temanya rata-rata sederhana, menghadapi permasalahan, lalu karena Natal diidentikkan dengan the most wonderful time of the year, maka banyak keajaiban terjadi dan masalahpun terselesaikan.

Apakah pada kenyataan hidup selalu demikian? mungkin saja itu benar-benar terjadi tapi mungkin saja itu semua hanya sebagai bentuk harapan. Pertentangan dalam keluarga, misalnya, orang tua yang sudah bertahun-tahun tidak pernah berbicara, tidak terhubung satu sama lain karena sebuah peristiwa di masa lalu, pada malam Natal semuanya selesai. Atau cerita klasik, Christmas Carol, karangan Charles Dickens yang sudah berkali-kali difilmkan atau bahkan dibuat pertunjukkan musikal, teatrikal di banyak teater, bahkan di berbagai kota, Yang saya lihat saat ini ada di kota saya, Fort Collins, Denver, Minneapolis, Houston, Atlanta, Providence, Cincinnati, Kansas City Hingga di Chicago, dan banyak lagi! Entah ada berapa puluh atau ratus pertunjukan! Kalau di scroll down di telepon genggam saya bisa beberapa halaman banyaknya. Ya, cerita ini menggambarkan bagaimana Ebenezer Scrooge, berubah menjadi seorang yang baik di masa Natal. Ya, Natal digambarkan dalam ratusan atau ribuan cerita maupun film sebagai saat yang memberikan kebaikan, mendatangkan mukjizat dan keajaiban!

Lalu apakah saya percaya bahwa miracle happens, mukjizat itu benar-benar ada? Ya! Setiap saat! Tidak hanya pada saat Natal. Miracle happens all the time, hanya saja seringkali kita memaksakan kehendak sehingga yang terjadi yang tidak sesuai dengan keinginan kita dianggap bukan lagi mukjizat! Seringkali juga kita lebih mempercayai sesuatu sebagai sebuah kebetulan walau bisa saja unsur kebetulan itu memang merupakan bagian dari mukjizat itu sendiri, just a matter of perception!

โ€œThere is no such thing as chance, and what seems to us merest accident springs from the deepest source of destiny,โ€ Kata Friedrich von Schiller, seorang pujangga asal Jerman. Suatu hal yang sederhana, yang seringkali dianggap sebagai suatu kebetulan, ternyata bermula dari bagian terdalam dari sebuah takdir. Seperti misalnya ada seseorang yang tertinggal pesawat karena ada kecelakaan di Jalan ketika menuju airport, kemudian dia terlepas dari kecelakaan pesawat terbang. Everything happens for a reason, it is a miracle! Bahkan banyak yang berkata bahwa there is no such thing as coincidence!

Banyak orang sengaja membedakan kebetulan dan miracle semata-mata hanya ingin menekankan keikutsertaan Tuhan. Nah saya jadi serius nih, padahal tidak bermaksud hingga sampai ke sini. Ya sudah, pendek saja. Kebetulan dianggap terjadi karena Tuhan tidak ikut-ikutan, sedangkan miracle terjadi karena Tuhan berperan di dalamnya. Pertanyaan saya, apa memang begitu? Nah ini perlu jawaban serius dan butuh waktu untuk menyimpulkannya karena ini menuntut kedewasaan iman. Sudah, tentang ini saya hanya segitu saja, sisanya silahkan jawab masing-masing karena ini bisa diperdebatkan sepanjang hidup! Semua kembali ke diri masing-masing.

Berdasarkan beberapa informasi yang saya baca, para ilmuan banyak mengumpulkan bukti-bukti kekuatan doa untuk penyembuhan. Mereka melaporkan banyak peristiwa terjadi dalam frekuensi yang luar biasa. Kekuatan doa tidak hanya meningkatkan kesehatan dan kehidupan individu, namun juga katanya mendoakan orang lain yang tidak menyadari bahwa mereka sedang didoakan menunjukkan korelasi positif dengan peningkatan kondisi fisik dan emosi orang-orang yang sedang sakit!

John T. Chirban, Ph.D, ThD, seorang dosen psikologi klinis di Harvard Medical Shool bercerita bahwa selama bertahun-tahun sebagai ahli psikologi, banyak pasien yang berbagi kisah mengalami keajaiban dalam hidup. Beliau berkata bahwa Tuhan bekerja melalui kita semua as long as we let HIM. Banyak hal yang tidak dapat dijelaskan, namun kekuatan dari miracle merupakan pesan yang mendukung akan keterlibatan Tuhan dalam kehidupan manusia.

Saya kok jadi seperti Pastor ya? hahaha... Bukan begitu, sama sekali saya tidak bermaksud menjadi seorang preacher. Tidak dan bukan. Hanya saja akhir-akhir ini saya memang sedang dirundung banyak keprihatinan berkenaan dengan seorang sahabat yang sedang sakit. Jadi sungguh-sungguh saya mengharapkan sebuah miracle! It is really the most wonderful time of the year, jadi saya mau banyak mendoakan sahabat saya ini, karena saya percaya pada miracle! Saya juga mengajak rekan-rekan yang mengenal sahabat saya ini untuk bersama-sama mendoakan.***

Andy Sutioso
@kak-andy   6 months ago
Nah ini menarik kalau dikaitkan dengan manifestasi... Dari perspektif mekanika kuantum, segala sesuatu itu kan Enerji, plus kesadaran. Jadi potensinya ga terbatas. Kekuatan doa itu kan adalah Enerji yang intensinya kuat dan spesifik, sampai di suatu titik Enerjinya terkumpul dan termanifestasikan. Colek @gunawan-muhtar, @murdeani dan @lei. ๐Ÿ™๐Ÿผ
murdeani
@murdeani   6 months ago
Hmmm enak nih kopdar bahasnya hahahahaha...
murdeani
@murdeani   6 months ago
Intensi itu kan getaran kesadaran yg terarah, yg membawa pola tertentu ke dalam medan kemungkinan yg ga terbatas itu. Nah di sini gimana intensinya. Kalau intensinya murni, energi itu bisa menyatu dg medan yg lebih luas, lalu memanifestasi di dunia fisik. Jd bukan karena kita memaksakan realitas, tapi krn selaras, ada resonansi di situ.

Ciri energi yg selaras itu gimana? Rasanya ringan, tanpa dorongan untuk mengatur hasil. Kalau ada dorongan untuk mengatur hasil biasanya datang dr ego. Cukup dikenali aja dan disadari, sehingga intensinya kembali murni
Lei
@lei   6 months ago
wah.. insight yg luar biasa.. bagian yang paling menohok adalah "as long as we let Him" krn ini paradoks yg menarik bgt dan mnrt aku sering mentrigger dissonance. manusia (tentu aku salah satunya haha) butuh awareness yg nyata utk bisa melampaui mental blok "effort = result" utk bs release resistance, detach dr outcome and "let Him"

terima kasih @kak-andy udh mention utk ikut baca!
joefelus
@joefelus   6 months ago
Wah terimakasih untuk pencerahannya @kak-andy dan mbak @lei. Saya malah sudah lupa pernah ngobrol tentang ini. Ini saya tulis dijaman awal ikutan AES, masih dibawah 200, hampir 4 tahun yang lalu hehehe