Namanya wisatawan, segala sesuatu yang menarik itu menjadi tujuan kunjungan. Dari tempat-tempat yang indah, makanan yang enak, atraksi menarik dan sebagainya menjadi objek wisata. Seperti misalnya di Seattle ada pasar yang terkenal, namanya Pike Place Market. Di sana para wisatawan ramai berkunjung karena banyak tempat yang menyediakan makanan yang luar biasa. Jika ingin pastry dan kue-kue, ada tempat yang selalu penuh antrian namanya Piroshky yang menyediakan roti dan pastry yang super ajib. Hari pertama saya mengunjungi tempat itu pagi sekali sehingga belum ada antrian. Kalau siang sedikit antrian makin lama makin panjang. Roti kejunya adalah salah satu yang tidak akan pernah dapat dilupakan saking enaknya. Piroshky adalah roti Rusia yang dibentuk seperti perahu dengan berbagai macam flling. Yang saya suka adalah keju, ada banyak yang lain seperti roast beef, jamur, salmon dan lain-lain.
Di pasar itu juga kedai kopi Starbucks pertama membuka bisnisnya. Itu sudah pernah saya ceritakan beberapa hari yang lalu. Kemudian di sana juga ada pasar ikan dimana penjualnya melakukan atraksi melempar ikan salmon. Para pengunjung biasanya berdiri menunggu ketika salah seorang pekerja melempar ikan ke rekannya yang ada di dalam toko. Disamping buah dan sayuran, segala jenis makanan bisa dijumpai, dari seafood, barbeque, sosis, keju, hingga jajanan ada di sana. Tidak aneh kalau melihat banyak antrian di mana-mana ketika para pengunjung menunggu untuk dilayani.
Yang paling aneh dan juga ramai dikunjungi adalah sebuah gang yang sangat unik. Dinding dari gang itu penuh dengan permen karet. Katanya, pada awalnya ada orang-orang yang suka menempelkan koin di dinding. Supaya menempel maka menggunakan permen karet, lalu koin-koin itu dibersihkan tapi permen karetnya dibiarkan menempel di dinding makin lama makin penuh hingga dinding sepanjang lebih dari 15 meter penuh dengan permen karet dan menjadi opbjek wisata dan menjadi salah satu tempat wisata yang paling jorok, paling berbibit penyakit! hahaha...

Katanya sesudah selama 20 tahun dinding itu jadi objek wisata, pemerintah memutuskan untuk membersihkan dinding itu... entah tahun berapa, kalau tidak salah tahun 2015. Ketika dibersihkan, tercatat ada lebih dari 1000 kilogram bekas permen karet yang menempel di dinding itu. Lucunya sesudah dibersihkan tidak lama kemudian dinding itu penuh dengan permen karet lagi. Sepertinya setiap orang yang mengunjungi tempat itu ikut "menyumbang" dengan menempelkan permen karet yang sudah mereka kunyah sebagai "tanda mata"! Al hasil, dinding dinding itu kembali menjadi objek wisata dan penuh bertaburan permen karet yang berwarna-warni.
Siang tadi saya sengaja ke sana. Bukan karena tertarik pada permen karet, tetapi hanya supaya saya bisa berkata sudah pernah ke sana. Saya hanya bertahan beberapa saat karena kepala saya langsung pening karena gang itu berbau harum permen karet dan saya mulai mual karena saya tahu bahwa permen karet yang menempel di dinding itu adalah bekas dari sekian ribu mulut orang yang tidak dikenal. Saya jadi jijik sekali membayangkannya dan kabur sebelum mualnya bertambah tambah dan takut tidak dapat menahan isi perut hahaha... Ya begitulah.. sekarang terbukti bahwa tempat wisata itu tidak hanya terbatas pada hal yang indah atau yang menyenangkan; hal yang menjijikkan juga banyak dikunjungi orang! Gila khan? Hahahaha...