Banyak rekan-rekan orangtua yang merasa liburan anak-anak di Smipa terlalu panjang. Saya sering mendengar ada rekan orangtua yang bilang, "kak Andy, anak-anak sudah ga sabar ingin sekolah" walaupun liburan baru dilalui sekitar seminggu. Buku Cahaya Bintangku baru saja diserah-terimakan kepada orangtua. Menariknya ada orangtua yang bilang, anak-anaknya sudah tidak sabar ingin kembali bersekolah.
Di satu sisi ini pertanda baik bahwa proses belajar di Semi Palar memang menyenangkan - atau setidaknya jadi sesuatu yang ditunggu. Di sisi lain, para kakak memang perlu cukup banyak waktu di luar waktu perjumpaan dengan anak-anak untuk menyiapkan dan mengerjakan banyak hal. Rapor Smipa salah satunya. Di tahap-tahap awal, jeda untuk finalisasi rapor hanya dua hari. Karena saat itu jumlah murid juga belum banyak. Prosesnya bisa lebih simpel. Saat ini dari jenjang KB hingga KPB, kami perlu membagi tim untuk bisa mengolah dan memfinalisasi rapor-rapor Smipa sebaik mungkin. Saat ini kami butuh setidaknya empat hari untuk memfinalisasi Buku Cahaya Bintangku - yang prosesnya perlu konfirmasi berbagai pihak - sampai bisa dicetak, dijilid dan siap dibagikan.
Seusai hari pembagian rapor, kakak-kakak Smipa segera masuk proses evaluasi. Ini juga perlu waktu beberapa hari, karena kami perlu merefleksikan diri dan mencatatkan berbagai hal yang perlu diperbaiki di semester mendatang. Jadi saat murid-murid sudah masuk periode libur, kakak-kakak masih disibukkan dengan berbagai proses yang harus dikerjakan. Barulah kakak-kakak masuk periode jeda - liburan untuk mengisi ulang (recharge) enerji dan mengambil jeda dari rutinitas yang berjalan di semester lalu untuk bersiap masuk guliran di semester baru.
Di awal semester ini, kami sudah mulai proses persiapan di tanggal 5 Januari. Tim Lingkung sudah berkoordinasi sehari sebelumnya di tanggal 4 - untuk menyiapkan proses perencanaan di masing-masing jenjang. Kebetulan di semester ini, beberapa kakak sudah mulai berkegiatan sejak tanggal 3 dan 4 Januari, ikut berproses bersama tim Smipa Disada dan bude Ratna dalam workshop Olah Rasa dan Gerak. Beberapa catatannya ada di Ririungan ini: Olah Rasa dalam Kacamata Pendidikan Holistik oleh kak Fifin (@finsjournal), kemudian Tubuh yang Merasa juga oleh kak Fifin, menggenapi pengantar yang saya tuliskan dalam esai berjudul Olah Rasa.
Foto-foto di bawah ini adalah sesi yang baru kita gulirkan kembali di minggu perencanaan kali ini. Ini juga jadi kegiatan khas Smipa di mana kakak-kakak berusaha menemukan teman kolaborasi untuk membuat kegiatan Lintas Jenjang. Tujuannya supaya teman-teman di Smipa juga terkoneksi lintas jenjang dan bisa saling mengenal satu sama lain.
Bursa Kegiatan Lintas Jenjang
Di akhir proses perencanaan, kakak-kakak juga berkumpul kembali per jenjang bersama tim LingKung untuk melaksanakan Ulasan Program. Kerangka kegiatan yang direncanakan dibahas bersama dan kakak-kakak saling memberikan masukan, untuk saling menggenapi satu sama lain.
Ulasan Program di jenjang SMP
Semoga apa yang direncanakan - guliran pembelajaran di Semester dua ini membawa kebaikan proses bagi anak-anak khususnya, juga buat kita semua kakak-kakak dan orangtua para pendampingnya. Salam Smipa.