Hampir pukul 11 malam. Tubuh saya lelah luar biasa dan sudah mungkin puluhan kali menguap karena rasa kantuk semakin kuat. Satu hal yang menghalangi saya untuk langsung beristirahat adalah bahwa saya masih harus menulis. Sampai saat ini saya belum punya ide dan judul. Jadi saya hanya menulis yang ada dipikiran tanpa tahu akan kemana. Saya lupa ada istilah untuk menulis seperti ini, kalau tidak salah pernah diungkap oleh kak Andy atau bang Ahkam. Saya sudah terlalu lelah dan mengantuk untuk mencari istilah itu.
Hari ini di tempat kerja saya harus mengurus 5 unit, sudah dimulai sejak beberapa hari yang lalu. Biasa saya tidak mengalami masalah, tapi akhir-akhir ini lumayan kalang kabut sebab ada 1 unit yang memang sedang menghadapi masalah. Mereka kesulitan untuk menjalankan operasinya dengan mulus karena banyak hal sehingga mau tidak mau saya juga terbawa. Ini membuat saya begitu lelah setiap kali pulang kerja, ditambah kekesalan karena pekerjaan yang tersendat-sendat yang disebabkan oleh keterbatasan kemampuan pihak-pihak tertentu, membuat saya lebih emosional.
Nah kalau emosi saya sudah mulai terusik, artinya saya harus mencari cara untuk mengembalikan "kebahagiaan", jadi saya pergi berolahraga. Memang sudah 2 hari saya tidak berolahraga karena tubuh saya butuh pemulihan. Hari ini saya memutuskan untuk berangkat.
Pulang olahraga saya diajak teman saya untuk ngorol-ngobrol sambil makan malam dengan beberapa rekan dari tempat kerja. Jadi selesai olahraga, mandi di gym lalu berangkat ke pusat kota. Kebetulan Nina tugas malam, jadi saya punya waktu senggang beberapa jam sebelum menjemput.
Makan malam roti lapis dengan daging turkey, saos pesto yang dibuat dari daun basil, kacang pinus dan minyak jaitun lalu ditambah alpukat, menyenangkan sekali. Saya berusaha menghindari terlalu banyak karbohidrat, sehingga memilih salad daripada kentang goreng. Sambil ngobrol seru dan makan malam pikiran saya menjadi sedikit lebih rileks. Tapi sepertinya tubuh saya mengerti bahwa hari ini adalah hari terakhir bekerja dan besok libur akhir pekan. Mungkin menyadari ini, tubuh saya langsung memprogram dirinya untuk beristirahat. Mungkin itu yang menyebabkan saya begitu lelah.
Dalam perjalanan pulang, di dalam kendaraan saya memutar lagu-lagu lama; salah satunya sebuah lagu yang dilantunkan oleh Marc Anthony yang berjudul Dimelo. Lebih dari 20 tahun yang lalu, saya pernah menulis sebuah cerita pendek tentang dua orang yang tinggal di dekat komunitas Puerto Rico. Sambil senyum-senyum saya teringat mengapa menulis cerita itu. Nah malam ini saya kembali mendengarkan lagu ini tapi tidak memberikan ide apa-apa. Saya berusaha membujuk pikiran saya untuk mengatakan sesuatu, sebuah ide supaya saya bisa menulis dengan sesuatu yang bermutu. Tapi tubuh saya sudah kepayahan walau saya terus terusan berkata: dimelo... dimelo! Talk to me! Tell me what shoould I write!.. tidak ada.. pikiran saya tidak mau memberikan apa-apa, malah menyuruh saya beristirahat. Tidur Jo, kamu sudah terlalu lelah. Akhirnya saya setuju, tidak bisa dipaksakan karena memang saya sangat lelah, mata saya sudah memohon untuk dipejamkan. Mudah-mudahan besok saya tidak perlu lagi berkata-kata dimelo... dimelo (tell me, talk to me), karena mungkin saya sudah punya ide! Selamat malam, selamat beristirahat!
Foto Credit: Medium.com