Saatnya menulis! Rekoleksi belum berakhir karena ini merupakan perjalanan yang sangat panjang. Jadi sekarang saatnya merenung dan mencari inspirasi.
Target saya untuk terus menulis hingga jangka waktu tertentu memang sudah tercapai, tapi sangat sayang jika lalu mulai mengendur. Hanya saja hari ini kondisi tubuh saya agak kurang baik. Sebetulnya sudah beberapa hari ini. Sepajang hari sepertinya tekanan mata saya agak tinggi, mungkin benar sesuai anjuran dokter saya sudah saatnya periksa mata tahunan. Dalam waktu dekat saya akan membuat janji sekalian juga anjuran ultrasound untuk melihat kelenjar thyroid.
Nah, mungkin teman-teman melihat dan menyadari akhir-akhir ini tulisan saya penuh dengan kata saya, saya, saya dan saya. Untuk dibaca memang tidak terlalu bagus dan tidak terlalu menyenangkan, juga kalau dilihat dari gaya penulisan dan "aturan" menulis tidak terlalu apik hehehe.. Tidak apa-apa karena pada dasarnya hanya menulis apa yang ingin saya tulis bukan untuk dikonsumsi oleh banyak orang. Yang selama ini ditulis adalah apa yang dipikirkan, apa yang direnungkan atau apa yang dilamunkan. Dan karena yang jadi subjeknya "saya" maka ya begitulah hahaha..
Mengenal diri itu tidak ada berhentinya. Melatih diri juga tidak ada selesainya karena menurut saya tidak ada orang yang tahu batas akhirnya. Kalau menurut yang saya baca, manusia hanya mampu mempergunakan otaknya hanya sebesar 10% dari kapasitas otak sesungguhnya. Jika teman-teman pernah menonton film Lucy yang dibintangi oleh Scarlett Johansson dan Morgan Freeman, walaupun mungkin saja film itu hanya fiksi, bisa dibayangkan bagaimana luarbiasanya jika manusia dapat mempergunakan 100 persen dari kapasitas otaknya. Kalau di film itu, digambarkan bahwa manusia bisa mengontrol komputer, internet, jaringan telepon hanya dengan menggunakan gelombang otaknya.
Perjalanan saya tidak untuk mengejar peningkatan penggunaan kapasitas otak, bukan itu. Yang sedang diusahakan adalah meningkatkan pengenalan pada diri sendiri, berupaya melatih kemampuan untuk mengembangkan karakter agar menjadi pribadi yang lebih baik. Untuk itu saya perlu jauh lebih mengenal diri sendiri. Walau sudah ubanan, siapa sih yang mampu mengatakan sudah mengenal diri sendiri sepenuhnya? Menurut saya, jika ada orang yang mengklaim bahwa sudah mengenal dirinya sendiri, saya pikir justru orang itu tidak tahu apa yang sedang dia katakan.
Ada beberapa trik yang saya ambil dari beberapa bacaan. Ini semacam latihan untuk lebih mengenal diri sendiri demi mengembangkan karakter kepribadian yang jauh lebih baik. Jika melihat apa yang akan saya tuliskan di bawah, teman-teman akan mengerti mengapa saya terus menerus rajin menulis esai di AES ini. Beberapa latihan:
Poin-poin di atas itu adalah beberapa hal yang ingin saya kembangkan setiap hari. Nah jika diperhatikan baik-baik, hampir semua poin itu saya kembangkan dan curahkan dalam banyak esai-esai yang selama ini ditulis. Membahas kekhawatiran, ketidaksukaan pada hal tertentu, kejengkelan, serta emosi-emosi lain ada dalam banyak "curhatan" saya dalam bentuk esai-esai itu. Semua itu saya lakukan demi lebih mengenal diri sendiri. I am trying to get to know myself . Poin-poin di atas adalah bentuk-bentuk latihan yang saya lakukan demi membangun atau membentuk gambar diri sebagai seorang pribadi yang lebih lengkap. Kalau kak Andy pernah berkata bahwa justru melalui tulisan-tulisan kak Andy jadi jauh lebih mengenal saya, mungkin itu juga yang saya rasakan. Saya semakin mengenal diri saya melalui tulisan-tulisan saya sendiri. Menarik bukan? Mangkanya saya belum mau berhenti menulis walau isinya kebanyakan saya, saya, saya dan saya.. Ya memang keterbatasan menulis saya hanya segitu, mau gimana lagi? Tapi ini juga merupakan proses belajar, jadi mudah-mudahan akan menjadi semakin baik. Practice makes perfect, bukan?
Foto credit: newroadstreatment.org