Entah sudah hari keberapa saya tidak menulis, rasanya cukup lama, setidak-tidaknya 3 hari. Pagi ini saya berniat akan kembali menulis dan iseng mengunjungi Ririungan, begitu saya buka ada pengumuman begini: Ririungan Semi Palar. The System is currently undergoing system maintenance. We are working to get the system back online as soon as possible. Thank you for your patience.
"Hihihi.. ada alasan tambahan kalau hari ini engga nulis lagi." Kata saya dalam hati sambil tertawa.
Tapi kalau ada orang yang pernah berkata bahwa habit dies hard, itu ada betulnya karena sesungguhnya, manusia itu sulit berubah. Bukan tidak bisa tapi sulit, butuh usaha. Kalau orang jaman sekarang mengatakan, harus effort banget! Sebenarnya ini adalah penggunaan kata yang salah! Karena effort adalah kata benda, tidak bisa digunakan sebagai kata sifat atau bahkan kata kerja! Hahaha... khas masyarakat Indonesia kok, bisa apa saja yang penting terdengar unik atau keren! Hehehe..
Eniwei, bukan masalah bahasa yang ingin saya obrolkan hari ini walau saya memang ingin bincang-bincang santai saja sebab sesudah sekian hari bolos tidak menulis, saya ingin memulai dengan sesuatu yang ringan saja.
Beberapa malam terakhir saya memang sedang mengalami kelelahan mental luar biasa. Kalaupun saya menulis nanti hasilnya merupakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Selama setidak-tidaknya 3 malam saya hanya duduk dan menikmati musik berbagai genre sambil minum kopi serta membiarkan pikiran menerawang kemana-mana tanpa batasan. Ada kalanya saya seolah-olah sedang duduk di kantor bersama teman-teman dan bekerja karena kebetulan lagu yang dimainkan persis seperti saat ketika saya masih ngantor. Saya biarkan perasaan kehilangan dan sedih menyelubungi. "Ini adalah perjalanan rasa." Kata saya dalam hati. Saya bisa menjelajah kemana-mana walau secara fisik duduk di depan layar lebar menyaksikan fragmen-fragmen yang diputar bersamaan dengan lagu-lagu yang sedang saya nikmati.
Saya tidak bisa begitu terus setiap hari. Memang menikmati kopi sambil mendengarkan lagu adalah mimpi saya yang sudah disimpan dalam-dalam sejak lama sekali, minum cappuccino itu sudah dicita-citakan sejak nonton film Hudson Hawk, film awal tahun 90-an, jaman itu belum banyak kopi espresso seperti sekarang yang bertebaran dimana-mana. Mendengarkan musik dengan kualitas memadai juga sudah sejak jaman remaja ketika duduk di emperan toko kaset gara-gara sound system di situ sangat baik. Nah sekarang kesempatan baik bukan? Tapi ya saya bisa menikmati kopi, mendengarkan musik sambil melakukan yang lain. Nah itu saya lakukan sore ini sambil praktik bikin roti Perancis tapi untuk bahn mi slider, jadi bentuknya kecil-kecilĀ ala hamburger mini. Nah, sambil menunggu roti dipanggang, saya nulis, kebetuan ada woro-woro bahwa Ririungan sudah sembuh, jadi tidak punya alasan basi lagi! Hahahaha..