Sudah malam. Di luar terdengar bunyi menggelegar kembang api tapi saya tidak tertarik untuk keluar karena sudah terlalu lelah. Malam ini sebetulnya di kampus ramai sekali karena ada acara homecoming ini acara tradisi di Amerika yang bisa dilakukan oleh sekolah-sekolah maupun universitas.
Homecoming sebetulnya acara untuk menyambut kembali para mahasiswa atau siswa jika di SMA atau SMP sesudah sekian lama berlibur. Musim panas memang tidak banyak kegiatan sekolah atau perkuliahan, mayoritas siswa dan mahasiswa libur selama beberapa bulan. Homecoming baru diadakan di bulan September atau Oktober biasanya dilanjutkan dengan pertandingan bola (American football) di akhir pekan itu.
Kalau ingat atau pernah menonton film Grease, acara ketika ada api unggun lalu cheerleaders dan sebagainya itu adalah khas acara homecoming. Di kampus tempat saya tinggal juga begitu. Acaranya ada permainan untuk keluarga, pawai di sore hari lalu berkumpul di lapangan yang luas mengenalkan team olahraga, acara musik, api unggun lalu ditutup dengan kembang api yang dinyalakan selama hampir 30 menit. Besoknya ada acara marathon di pagi hari lalu tailgating dan pertandingan football. Sudah sekian tahun seringnya saya hadir hanya karena seru melihat orang-orang bergembira. Kali ini saya bolos, diam di rumah membaca sambil beristirahat karena sudah terlalu lelah bekerja sepanjang minggu dan sudah ingin menikmati masa-masa istirahat di akhir pekan.
Hingga malam saya sama sekali tidak mempunyai ide untuk menulis, bahkan saya sudah sepenuh hati memutuskan untuk jeda menulis dan baru dilanjutkan besok karena semata-mata tidak mampu lagi memikirkan atau memilih ide tulisan. Iseng-iseng saya buka laptop lalu mulai menulis dua buah kata lalu dilanjutkan dengan sebuah kalimat dan meluncurlah kalimat demi kalimat. Tidak banyak isinya tapi jadilah sebuah tulisan, hanya sekedar bercerita. Tak apa, masih bisa dijadikan semacam pengingat jika kemudian hari saya membaca-baca.
Tadi siang saya memang sempat banyak membaca kembali tulisan-tulisan saya tahun lalu. Ternyata seru juga dan merasa bersyukur bahwa banyak kejadian-kejadian yang saya tuangkan dalam tulisan sehingga tidak terlupakan. Itu jadi salah satu motivasi saya untuk tidak mudah menyerah untuk menulis karena saya senang banyak peristiwa yang tidak akan pernah terlupakan sebab bisa saya baca kembali. Mudah-mudahan saja saya tidak kendur.