AES 644 Magnet Dan Harmoni
joefelus
Monday February 27 2023, 4:51 AM
AES 644 Magnet Dan Harmoni

Saya duduk menghadapi semangkuk chili con carne. Itu adalah sarapan sekaligus makan siang saya. Kano masih di Kamar sedangkan Nina sudah pergi karena ada acara pot luck bersama teman-temannya. Saya memutuskan untuk diam di rumah. Rencananya hanya ingin beristirahat dan mencoba menulis sesuatu. Dada saya serasa penuh dengan berbagai perasaan dan ingin menguraikannya dalam bentuk tulisan, hanya tidak tahu apa. Saya akan membiarkan semesta mengatakan sesuatu. Hahhaa... Keren juga ya, "Membiarkan semesta mengatakan sesuatu." Terdengar seperti seorang bijak hahaha.. Tapi saya percaya, ketika waktunya tepat, saya akan tahu apa yang harus saya lakukan. Mungkin itu akan berlaku juga dalam hal menulis.

Saya punya perasaan bahwa akhir-akhir ini mudah bicara tentang segala sesuatu. Tulisan-tulisan saya seolah-olah menggampangkan banyak hal, banyak nasihat, banyak pandangan-pandangan yang terkesan sangat menggurui dan seringkali tidak praktis. Biasa hal-hal semacam itu terjadi dan dilakukan oleh orang-orang yang tidak sedang menghadapi tantangan berarti. Well, hidup memang selalu ada tantangannya, kadang berat, kadang sangat mudah, tidak jarang tantangan begitu menyesakkan dan membuat sulit bernapas tapi sering juga tantangan lewat begitu saja seperti hanya mengedipkan sebelah mata lalu selesai. Semua ada saatnya.

Sering saya bertanya-tanya, apakah kurang bersyukur dengan segala yang sudah saya alami? Sehingga merasa saya tidak berhak atas segala "kemudahan" ini. Saya selalu berpendapat bahwa "Life isn't supposed to be easy but it has to be worth it.", maka ketika merasakan segala kemudahan, saya mulai mempertanyakan.

Memang "kemudahan" itu hasil dari kerja keras. Mungkin saya agak terlalu "keras" pada diri sendiri. Buah yang manis memang harus melewati banyak tantangan, seperti Debasish Mridha, seorang enterpreneur, philaptropist dan penulis mengatakan, “Greatness is not a flower that grows in an easy life; it grows in the adversity of life.” Tapi ketika saya menikmati hasilnya, mengapa saya merasa janggal dan merasa tidak berhak? What did I do so I deserve to live this beutiful life? Walau yang dinikmati itu meskipun tidak banyak tapi juga tidak kurang, pertanyaan itu terus menerus menghantui saya dari hari ke hari.

Mungkin saya melihatnya dari segi yang salah. Saya pikir seharusnya saya menekankan pada rasa syukur bahwa diberi banyak kemudahan dalam hidup, sebab seperti Vanzant katakan bahwa Rasa syukur itu seperti magnet, semakin banyak kita bersyukur maka semakin banyak pula kita memperoleh hasil yang dapat kita syukuri. Atau dalam bahasa inggris beliau berkata begini,"Gratitude is like a magnet. The more grateful you are, the more you will receive to be grateful for.”

Kita memang harus berhati-hati dengan cara berpikir yang kita lakukan. Memikirkan hal yang positif maka akan menarik hal-hal positif di sekitar kita, demikian juga sebaliknya jika terus menerus berpikir yang kurang baik, maka segala hal yang kurang baik akan selalu menyertai kita. Semesta memiliki daya magnetik yang bergerak secara berkesinambungan. Segala sesuatu memang bekerja secara harmonis, tinggal apakah kita mampu meleburkan dan menyesuaikan diri dengan harmoni yang terjadi di sekeliling kita atau tidak, sebab jika tidak maka justru kita menjadi elemen yang sangat disruptive sedangkan jika kita menyesuaikan diri dengan frekuensi yang ada di sekitar kita, maka tentunya semuanya akan mengalir dan bergerak secara mudah dan harmonis.

You May Also Like