Pagi yang lebih cerah dari kemarin. Saya membuka tirai agar cahaya segar dapat menembus kamar. Hari ini sepertinya tubuh saya lebih kuat dari kemarin, sehingga berencana akan mengerjakan bagian belakang rumah. Ada beberapa kontainer lucu dari toko terkenal asal Swedia yang akan saya ubah menjadi pot warna warni yang nanti akan saya gantung di bekas tralis rumah yang saya manfaatkan dan ditanam di dinding halaman belakang dan depan, juga dijadikan penyekat daerah tertentu di belakang. Akan terlihat lucu. Saya akan menyemai beberapa jenis bunga liar dari Colorado. Katanya tanaman bunga-bunga liar ini dapat tumbuh dimanapun di seluruh dunia. Nah saya berharap akan tumbuh lalu berbunga dan menghasilkan biji2 yang nanti akan saya kumpulkan untuk disemai di musim berikutnya. Setahu saya ini adalah bunga musiman. Itu di daerah 4 musim, saya tidak tahu jika di daerah tropis apakah akan bisa hidup sepanjang tahun.
Saat beristirahat saya memandang sekeliling rumah. "Not bad!" Kata saya dalam hati. Kalau dibandingkan dengan apartemen tempat kami tinggal selama hampir 8 tahun di Fort Collins, ini jauh lebih luar biasa. Lalu saya teringat peristiwa di awal bulan Juli tahun lalu. Ketika Kano memeluk saya sambil mengucapkan kata terima kasih sesudah saya mengemudi sebuah truk kecil mengangkut tempat tidur ke apartemennya. Lalu malam harinya saya terisak, juga Nina ketika kami mengangkut barang-barang terakhir untuk pindah rumah menjelang tengah malam. Tempat itu sudah menjadi bagian dari sejarah hidup kami selama 8 tahun. Saya menceritakannya dalam sebuah esai pada tanggal 2 Juli. Pada saat itu saya mempertanyakan masa depan. Saya menulis ini: Saya mengemudi dalam gelap, Nina mengemudikan kendaraan milik kami sementara saya mengikuti dengan jeep. Ini merupakan awal dari lembaran baru, petualangan baru. Hanya kami berdua, Nina dan saya, sementara Kano mempunyai lembaran hidup yang mulai dia tulisi sendiri. We did it, and now we will start a new chapter of our lives!
Sejak hari itu perjalanan hidup saya menjadi semakin intens. Saya bekerja hanya tinggal 1 bulan lagi, sesudah itu mulai berkemas-kemas untuk kembali ke tanah air. Bukan hal yang mudah untuk dijalani. Tinggal berjauhan dengan Kano menjadi beban yang sangat berat, kemudian kami disambut dengan kondisi yang juga sangat menantang ketika tiba di Bandung. Berbulan-bulan Nina dan saya harus mulai membenahi banyak hal. Untuk mampu beradaptasi, saya berpendapat mungkin yang pertama adalah kebutuhan fisik terlebih dahulu. Kami berusaha membuat tempat tinggal kami nyaman, baru kemudian sambil berjalan kami mengolah hal-hal yang lebih mendalam. Itu yang kami lakukan hingga akhirnya di awal tahun semuanya selesai. Saya masih ingin menggarap hal-hal kecil hanya sekedar mempercantik dan mengisi waktu senggang.
Dalam hati saya berkata: "Look what we have been through, look what we have accomplished so far! We've been doing great. We did it, again!"
Ya, kami sudah menjalani lembaran-lembaran baru itu, dan mulai kembali menulis cerita-cerita kehidupan baru.