The foundry! Nama dining center dimana saya harus bekerja hari ini. Saat ini hampir tidak banyak kegiatan berarti, terutama bagi saya karena semua pekerjaan sudah dilakukan oleh koordinator yang hari ini berhalangan. Saya sebetulnya sudah tahu bahwa akan tidak ada pekerjaan untuk saya, tapi tidak ada salahnya saya sedikit "setor muka" dan menyatakan bahwa saya siap dihubingi kapan saja karena pada dasarnya saya bisa bekerja dari segala penjuru dunia saat ini selama ada hubungan internet. Ya, kehebatan jaman sekarang.
Sambil menunggu untuk kembali ke kantor saya di Aspen Hall, saya ngisis sedikit karena di luar udara lumayan panas walau tidak sepanas akhir pekan kemarin yang mencapai hampir 40 derajat Celcius. Sambil istirahat sedikit, saya melanjutkan jatah menulis saya untuk hari ini yang tadi pagi hanya mentok di judul dan ide.
Eniwei, sebelum ke The Foundry, saya tadi mampir ke kantor pusat untuk meminta surat yang menyatakan saya bekerja untuk CSU yang nanti akan saya gunakan untuk mengurus surat kepindahan ke Konjen di Los Angeles agar ketika membawa barang ke Indonesia tidak ribet harus berurusan dengan pihak bea cukai. Ini sering menjadi kendala dan terjadi banyak praktik yang tidak menyenangkan. Pengalaman dulu dengan surat pindah dari Konsulat General, semua keruwetan di bandara dapat dilewati dengan baik.
Saya masih merasa kejar-kejaran dengan waktu, walau sekarang sudah agak leluasa dan mampu berkonsentrasi ke menjalni keseharian dan menikmati waktu-waktu terakhir di Fort Collins, dan juga Windsor (karena saya sejak 2 minggu lalu tinggal di sana) dengan sebaik-baiknya. Pekerjaan pun tidak banyak lagi karena saya mulai dibebaskan dari banyak pekerjaan dan persiapan untuk operasional di musim gugur. Rapat-rapat juga tidak lagi diundang. Saya agak menikmati ini hahaha... Bukan apa-apa, persiapan awal tahun akademik baru memang sangat menyita waktu dan penuh dengan beban pekerjaan yang tidak sedikit. Yang saya lakukan saat ini hanya membangun menu dessert dan pastry untuk semua dining hall di musim gugur serta menu untuk retail yang masih belum siap. Ini mudah, hanya butuh mungkin kurang dari sehari untuk menyelesaikannya, jadi saya tidak khawatir.
Saya juga banyak menghabiskan waktu dengan sowan ke beberapa orang yang saya anggap penting dalam perjalanan karir saya di CSU ini. Saya mulai bekerja sejak bulan Mei tahun 2017 di bagian facilities, Housing. Itu bertahan sedikit lebih dari setahun lalu kemudian berhenti karena ijin bekerja saya terlambat. Mungkin ini merupakan berkah terselubung karena walau karir saya di sana mulai menanjak dari pekerja part time lalu menjadi pegawai negeri dan dipromosikan setingkat di bawah supervisor, tapi pekerjaan di bagian facilities hanyalah pekerjaan fisik dan saya sadar bahwa saya memiliki kapasitas dan kemampuan yang jauh dari itu. Nah ada beberapa orang yang sangat berjasa untuk kemajuan karir saya dan sebelum pergi, saya ingin menyampaikan ungkapan terima kasih. Itu saja sih tujuannya.
Sekitar 7 tahun saya bekerja untuk Housing dan Dining services. Sesudah kehilangan pekerjaan di Housing saya mendapat kesempatan untuk pindah ke bagian Dining dan mendapat pekerjaan yang jauh lebih baik dan sesuai dengan kemampuan serta pengalaman saya di bidang food and beverages. Saya mulai meniti sebagai staff CBORD, aplikasi yang digunakan di banyak tempat seperti rumah sakit, universitas dan lain-lain. Sekitar 5 tahun saya bekerja lalu lagi-lagi masalah perijinan yang terlambat. Ini memang sudah saya perkirakan sebab tahun lalu sebetulnya kami, Nina dan saya berencana untuk pulang ke tanah air, tapi kepulangan kami tertunda karena masalah kesehatan dan Nina harus menjalani beberapa prosedur operasi lutut. Lagi-lagi saya kehilangan pekerjaan, tapi kemudian kesempatan baru yang jauh lebih baik muncul walau saya sempat tidak memiliki penghasilan selama beberapa bulan. Saat ini merupakan pekerjaan saya yang terbaik seumur hidup dengan peningkatan pendapatan yang tidak kecil.
Nah, itu cerita singkat perjalanan karir saya minus berbagai drama dan perjuangan serta jatuh bangun yang sempat saya alami. Saya hanya berusaha melihat kembali perjalanan selama sekian tahun berpetualang di sini. Waktu memang tidak pandang bulu. Tidak ada satu halpun yang dapat menghalangi waktu bergulir. Saya tidak ingin lagi berandai-andai tentang masa lalu, karena itu semua sudah merupakan harta perjalanan hidup yang telah saya jalani, nikmati dan akhirnya saya simpan dengan baik. Saya selalu ingat peribahasa yang saya kutip dari master Oogway di film Kungfu Panda: “Yesterday is history, tomorrow is a mystery, but today is a gift, that's why it's called the present.” Kita harus hidup in the present karena itu merupakan hadiah yang diberikan pada kita. Waktu bukan pemaaf, time does not forgive, apa yang sudah kita lakukan di masa lalu, kesalahanan-kesalahan yang sudah terjadi tidak akan dapat diubah lagi. Kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Yang bisa kita nikmati adalah saat ini, sekarang!
Foto credit: www.1zoom.me