AES 675 Bitter
joefelus
Thursday March 30 2023, 1:49 AM
AES 675 Bitter

Kejadiannya biasanya seperti ini: Anda menginginkan sesuatu lalu berusaha memperolehnya. Kemudian sesuatu yang tidak diharapkan terjadi, gagal, kecewa, lalu mengurung diri atau menjaga jarak dengan orang lain, kemudian menyalahkan orang lain atau situasi bahkan menyalahkan hidup karena hidup kadang-kadang memang menyebalkan dan tidak adil.

Kita kemudian marah. Lalu kemarahan itu berubah menjadi kegetiran dalam melihat segala sesuatu.

Bitter atau kegetiran itu apa sebenarnya? Kegetiran itu merupakan perasaan, emosi, atau cara bagaimana kita memandang orang lain atau situasi di sekeliling kita. Seringkali emosi ini tampak dengan bentuk mengatakan sesuatu yang buruk tentang orang lain, kebencian dan atau mengasihani diri sendiri. Seringkali orang semacam ini mulai mengacau, mengajak bertengkar orang lain, berpikiran selalu negatif dan merasa bahwa hidup tidak adil bagi dirinya. Kegetiran seperti ini biasanya akan menodai segala sesuatu.

Sejak kemarin saya memang mulai dilanda kekecewaan. Well, sebetulnya sudah lama, tapi kemarin ketika saya berbicara dengan direktur one-on-one, semakin terlihat bahwa memang pihak managemen memperlihatkan ketidak-profesionalan mereka. Saya bisa melihat bahkan direktur sendiri tidak mengetahui secara jelas apa yang sedang kami hadapi. Merupakan hal yang wajar jika saya merasa kecea bahkan marah. Oh well, I did my part, if nothing's changed, then be it. Yang harus saya garap adalah diri saya sendiri. saya tidak mau peristiwa ini mempengaruhi diri saya ke depan dan saya mengerti bahwa mulai harus melakukan sesuatu agar tidak berlarut-larut. Sejelek-jeleknya management tempat saya bekerja, toh I owe them almost 7 years of my life, kalau saya tidak puas, ya memang begitulah hidup. Tidak semua orang dapat dipuaskan, bukan?

Saya harus dapat mengolah perasaan kecewa ini agar tidak menjadi seseorang yang getir. Saya harus benar-benar menyelami dan mengerti mengapa saya merasa tersakiti hingga saya bisa berusaha melepaskannya. Saya tidak mau hal ini terjadi berlarut-larut. Apalah artinya kejadian semacam ini? Hal semacam ini tidak terjadi hanya sekali dua kali, tapi yang namanya kekecewaan adalah bagian dari hidup.

Saya ingat mungkin setidak-tidaknya 15 tahun yang lalu ketika Kano masih bayi. Saya mengalami mirip seperti saat ini. Pada saat itu saya marah besar hingga hampir memutuskan untuk keluar dari pekerjaan. Anehnya saat itu malah saya memutuskan sesuatu yang sebetulnya jika dipikir-pikir sangat bodoh, tapi namanya hidup, hal yang terbodoh sekalipun bisa menciptakan suatu yang memiliki hikmah yang luar biasa. Saya dapat melewati saat itu justru dengan sesuatu yang justru gilang gemilang hahaha..

Tentu saja mengingat hal semacam itu saya kemudian merasa lebih baik. Tapi tentu saja saya tidak akan berusaha mengulang keputusan yang bodoh itu, walau saya tetap berharap hasilnya bisa saya rasakan kembali saat ini bahkan kalau bisa berlipat ganda hahaha..

Memang kita tidak bisa terlalu berharap dan bertumpu pada orang lain. Tidak ada orang yang sempurna, bahkan pihak managemen juga bukan selalu orang yang tepat berada di posisinya, banyak kekecewaan adalah hal yang wajar. Sangat disayangkan bahwa hal tersebut terjadi karena itu artinya mereka sendiri yang nanti akan dirugikan. Itu juga terjadi 15 tahun yang lalu bahkan berakhir dengan sangat menyedihkan dan saya sudah tidak berada di sana. Apakah benar seperti yang dikatakan bahwa hidup bagai roda pedati selalu berputar? Sepertinya melelahkan juga jika kita harus mengulang hal-hal serupa berulang ulang. Detik ini saya tidak setuju hahaha.. Hidup memang turun naik, tapi kalau roda pedati, sepertinya tidak tepat juga karena saya tidak mau terus menerus mengulang hal serupa. Saya tumbuh dan berkembang, jadi saya bisa beradaptasi dan belajar dari pengalaman masa lalu. Mudah-mudahan saja dari pengalaman-pengalaman itu saya bisa berhasil jauh lebih baik. Bukankah semua berharap demikian?

Nah barusan ini adalah bentuk usaha saya untuk memahami situasi, yaitu bahwa tidak semua orang sempurna dan tepat berada di posisinya. Itu bukan tugas saya mengubah. Saya harus bisa memaklumi. Dengan bisa memaklumi saya tentunya bisa sadar dan melakukan rekonsiliasi, memaafkan. Ganjalan tentu saja ada, karena semua orang selalu bisa berkata,"I wish it could have been better." Bukan begitu? Ya, saya harus bisa melepaskannya dan memaafkan. Dan itu yang akan saya lakukan. Ada saatnya saya harus membiarkan karena sadar bahwa itu bukan hal yang bisa diubah. Not from my end! Oleh sebab itu yang bisa saya lakukan adalah mengubah harapan yang saya inginkan, I have to change my expectation sebab pada dasarnya saya lebih berharga daripada hanya tenggelam dalam kegetiran. Itu hal yang sepele dan saya lebih valueable. Kalau orang lain tidak mampu melihat, ya itu masalah mereka, yang penting saya tahu siapa diri saya sebenarnya dan saya tahu what Value I have in me and nobody can't ever change that!

Foto credit: www.dreamstime.com