AES 812 Navajo Fried Bread
joefelus
Monday August 14 2023, 11:14 AM
AES 812 Navajo Fried Bread

Kami diajak berkunjung untuk makan malam bersama lagi bersama dua orang sahabat berdarah Native American, atau suku Indian. Saya pernah cerita tentang main ke rumah mereka, dan ini entah sudah yang keberapa kalinya kami main ke sini. 

Serunya tinggal di rantau adalah berbagi pengalaman dan kebiasan serta budaya. Nah sahabat kami ini Gilbert dan Angela, dua orang veteran perang adalah orang Indian. Saya selalu berusaha membawa makanan khas Indonesia, sementara mereka selalu menyajikan menu tradisional orang-orang suku Indian. Makanan yang mereka sajikan sangat sederhana sebetulnya, tapi bagi saya ini adalah makanan yang luar biasa karena saya bisa belajar tentang kebiasaan mereka.

Angela bercerita bahwa sejak kecil memang biasa makan makanan seperti ini. Taco, tortilla, chili, dan sebagainya. Nah sejak lama memang saya ingin belajar bagaimana membuat tortilla dan fried bread ala orang Indian. Akhirnya hari ini saya mendapat kesempatan untuk itu. Wah bahagia sekali. Jaman sekarang memang mencari resep makanan apa saja bisa dengan mudah ditemukan, tapi belajar langsung dari mereka yang memasak ini sehari-hari, akan lebih seru dan membuat saya sangat semangat.

Makanan orang-orang Indian ini sebenarnya menurut saya sangat sehat karena diet mereka berasal dari sumber-sumber alam. Jadi pada dasarnya mereka mengkonsumsi bahan makanan yang mereka peroleh dari kebun. Sama sih seperti masyarakat Indonesia di tanah air, tapi juga disesuakan dengan kondisi alam, sepetti di Amerika mereka lebih tergantung pada kentang, jagung dan gandum daripada nasi. Itu yang saya nikmayi tadi sore. Kami duduk sambil menikmati Indian fried bread  yang disantap dengan green chili, tumis jagung dengan zucchini hasil kebun, tomat yang dibuat salsa. Makanan yang sederhana, tapi saya bisa membayangkan mengapa mereka sejak jaman dahulu menikmati ini. Nah secara tidak langsung ketika menyantap makanan ini saya belajar tentang cara jidup mereka melalui makanan. Menarik sekali!

Lalu apa yang saya bagikan? Saya sengaja membuat kroket kentang dan pastel. Sebelumnya saya pernah membawa dadar gulung, risoles dan sebagainya. Jadi mereka juga memperoleh pengenalan cara kami menikmati makanan, tidak hnya kami yang berusaha mengenal cara hidup mereka. Yang tertarik akan budaya tidak hanya kami tapi juga mereka. Seru sekali.

Nah sesudah selesai makan malam, saya langsung ke dapur bersama Gilbert. Lalu mulailah pelajaran membuat fried bread. Ternyata sangat mudah. Tepung diberi baking powder dan garam, Kemudian diberi minyak dan air hangat. Semua kemudian diaduk dan diuleni. Nah ada satu hal yang saya pelajari, yaitu ketika menguleni saya tidak boleh terlalu lama karena fried bread ini mengindari glutennya terbentuk. Jika gluten terlalu banyak, maka elastisitas adonan menjadi berkurang sehingga roti nantinya akan menjadi teras dan kenyal, Nah ini yang dihindari. Saya sangat terkejut ternyata proses pembuatan adonan ini sangat singkat. Tidak lebih dari 10 menit. Yang alama adalah mengistirahatkan adonan ini. Sesudah diaduk aduk lalu diuleni sebentar agar tercampur, adonan diistirahatkan semalaman. Besok baru akan dilanjutkan dengan memipihkan lalu digoreng. Mudah-mudahan saja hasilnya sesuai dengan yang saya harapkan.