AES 856 Is It Me Or Coffee?
joefelus
Wednesday September 27 2023, 9:39 AM
AES 856 Is It Me Or Coffee?

"Oh come on! It's green!" Teriak saya ketika kendaraan berhenti di tikungan. Lampu lalu lintas sudah berubah hijau namun kendaraan di depan saya tidak juga bergerak.

"Sabar Jo! Ada orang nyebrang," Kata Nina

Benar saja ada beberapa orang nyebrang sehingga kendaraan di depan saya memang tidak bisa atau lebih tepat tidak boleh bergerak hingga penyebrang jalan sudah hampir tiba di seberang. Saya langsung merasa bersalah karena tadi berteriak.

"Hmm.. Kenapa saya seperti ini?" Saya bertanya dalam hati. "Apakah karena belum sempat minum kopi?" Lanjut pikiran saya. Kami tidak lagi berbicara di dalam kendaraan, saya sibuk dengan pikiran sendiri. Pagi ini memang banyak yang harus saya kerjakan dan ketika berangkat tadi kopi yang sudah saya siapkan dalam 2 tumblers tidak terbawa.

"You know it's a bad day when you turn the coffee maker on and nothing happens." Ini istilah atau ungkapan yang sering kita dengar. Orang-orang sering mengidentifikasikan pengalaman buruk atau sesuatu yang tidak diinginkan terjadi di pagi hari, akan menjadi pertanda akan hadirnya serentetan kejadian buruk sepanjang hari. Dalam kaitan dengan saya pagi ini, bukan coffee maker yang rusak, kopi sudah siap tapi saya lupa bawa, lalu merasa bahwa pagi ini atau bahkan hari ini akan berantakan. Apakah pernah mengalami hal seperti itu?

Ketika segala sesuatu yang sudah direncanakan dengan baik lalu tidak berjalan sesuai dengan yang diinginkan memang akan menimbulkan kekecewaan. Ketidaksempurnaan menelurkan sebuah perasaan yang tidak menyenangkan. Dan entah mengapa, ketika saya duduk di kelas menyaksikan Nina mengajar pagi ini, ada sesuatu yang tidak sempurna, saya tidak dapat menikmati kopi! Kebutuhan saya pada kopi menjadi begitu berlipat ganda. Kopi menjadi sebuah hal yang sangat penting yang saya butuhkan, padahal minggu lalu ketika saya tidak lupa membawa kopi, tidak begitu-begitu amat, bahkan seingat saya, hanya minum beberapa teguk saja. Hari ini beda, kebutuhan akan kopi menjadi begitu esensial. Apakah sebetulnya begitu? Atau sebetulnya hanya mengada-ada?

Saya membaca sebuah blog yang ditulis oleh Tonny Robbins. Beliau mengatakan bahwa "The quality of your life is not based on the quality of your circumstances" maksudnya adalah bahwa kualitas hidup kita tidak tergantung pada kondisi yang sedang kita hadapi saat ini. Kita bisa menyesuaikan kondisi mental dan emosi kita untuk dapat berkompromi dengan kondisi yang sedang kita hadapi itu. Kita memiliki kemampuan untuk beradaptasi bukannya terjebak dan terbelenggu kondisi yang tidak menguntungkan. Dengan menyesuaikan diri, kita akan mampu melihat bagaimana kehidupan kita sebenarnya. Hal semacam itu akan mempengaruhi "cerita" tentang kehidupan yang kita yakini, tentang siapa kita, tentang apa yang kita mampu lakukan dan apa yang kita inginkan dalam hidup. Pemikiran semacam itu akan menjadi sebuah filter yang sangat kuat yang akan mampu menentukan apakah kita akan dapat menemukan sebuah pendekatan yang cocok untuk berhasil dan apakah kita akan bisa menghadirkan sebuah cerita yang membuat kita menjadi lebih baik.

Daripada kita lalu mengatakan bahwa pengalaman yang tidak menyenangkan di pagi hari itu mengarah ke hal-hal lain yang negatif, mungkin sebaiknya malah kita melihatnya dengan kaca mata yang jauh lebih baik. Ritual di pagi hari dapat mengubah hidup kita jika kita menghadirkan pemikiran yang positif yang memberdayakan yang nantinya akan menjadi modal yang baik untuk menjalani keseharian kita. Sebuah perubahan yang hebat dapat terjadi jika kita mengubah mood kita di pagi hari kadang-kadang malah secara lebih radikal yang mengeser semua hal yang tidak penting dan negatif ke hal-hal yang lebih produktif. Nah yang dibutuhkan adalah apakah kita dapat menemukan mantra yang dapat mengubah "Kejadian buruk di pagi hari" menjadi sesuatu yang positif, yang mengatakan bad day menjadi great day. Dan semuanya itu ada dalam diri kita. Jadi jangan menyalahkan kopi!

Foto credit: coffee-mill.com

You May Also Like