AES 1020 Airport, Penerbangan Murah Dan Uber
joefelus
Saturday March 9 2024, 12:05 AM
AES 1020 Airport, Penerbangan Murah Dan Uber

Akhirnya saya memutuskan untuk membawa laptop karena teryata ransel saya masih banyak ruang. Liburan hanya beberapa hari, sehingga saya hanya membutuhkan beberapa pasang pakaian saja. Karena banyak tempat tersisa di ransel, saya akhirnya membawa laptop sehingga saat ini sambil menunggu saat boarding, saya bisa menulis sesuatu walau tentu saja karena begitu excited akan pergi berlibur, saya sulit menemukan topik yang serius.

Setelah hampir kecelakaan karena mengambil jalur yang salah karena terlalu seru tertawa-tawa dan kemudian salah ambil jalan di highway sehingga harus putar balik sesudah mengemudi beberapa mile, akhirnya kami tiba di airport. Karena merasa terbebas dari "beban" membawa koper berat akibat mengikuti daftar bawang bawaan yang sangat eksesif, dan memutuskan membawa barang sesedikit mungkin, saya agak menyesal karena lupa membawa botol minum, sehingga terpaksa harus membeli dengan harga yang 5 kali lipat lebih mahal daripada di luar airport. Jika membawa botol sebetulnya saya bisa mengambil air di fountain tanpa bayar. Ya sudah.

Lalu akhirnya saya berpikir kalau membeli air harganya mahal, tapi dengan tambahan beberapa Dollar lagi bisa dapat beer, kenapa hanya membeli air? Rugi bukan? Terlebih lagi sambil minum beer saya mendapat tempat duduk yang nyaman daripada umpel-umpelan di gate menunggu masuk pesawat.

Berpergian eengan pesawat bagi saya jartang merupakan perjalanan yang menyenangkan. Selau ada saja pegalaman bersama para penumpang yang tidak sabaran, tidak mau menunggu giliran atau yang tidak mau mengikuti aturan. Namanya juga manusia, dimana-mana hampir selalu sama. Tapi kalau dipikir-pikir memang moda perjalanan publik apa sih yang bisa disebut menyenangkan? Apalagi dikaitkan dengan banyak sekali karakter mausia yang berbeda-beda. Mungkin masalahnya bukan di moda perjalanan, melainkan manusianya, bukan?

Kali ini terjadi karena kami memilih penerbangan murah, sehingga barang bawaan yang diijinkan sangat terbatas. Ini pertama kalinya saya akan naik pesawat dimana hampir semua penumpang diminta mengukur besarnya barang bawaan. Ada semacam kotak untuk mengukur besarnya barang bawaan kita, jika tas kita terlalu besar maka harus membayar ekstra. Mahal pula! Teman saya ternyata membawa tas yang terlalu besar, dia harus bayar ekstra 99 Dollar, 2 teman yang lain memang sejak awal sudah membeli ekstra barang bawaan jadi lebih murah, hanya 75 Dollar. Saya dari awal memang sudah merencanakan untuk berpergian dengan membawa sedikit barang, sehingga ketika diminta mengukur ransel saya, tepat masuk ke kotak ukuran itu, sehingga tidak perlu membayar apa-apa.

Pesawat yang kami tumpangi tidak besar, hanya 6 tempat duduk per baris, 3-3. Tempat duduk tidak bisa di-recline, dan tidak menyediakan makanan atau minuman sama sekali kecuali jika kiya membeli. Ini penerbangan yang paling sederhana yang pernah saya tumpangi hahaha.. Untungnya perjalanan hanya sekitar 2 jam sehingga penderitaan saya tidak terlalu lama.

Keterlambatan bukan cerita baru dalam sistem penerbangan, apalagi kalau naik penerbangan murah. Ini terjadi pada kami juga kali ini. Boarding baru dilakukan 20 menit dari waktu yang ditentukan dan karena masih musim dingin, maka pesawat harus melalui proses deicing, disemprot dengan cairan kimia, kemungkinan garam, agar bagian sayap tidak membeku. Pesawat baru terbang lewat tengah malam tapi kami tiba tepat waktu!

Dari perjalanan malam ini, yang paling menyenangkan justru naik Uber ahaha.. Ketika kami tiba, langsung memesan uber. Sesudah bertanya pada petugas soal lokasi penjemputan Uber, kendaraan tiba hanya beberapa menit ketika kami tiba di lokasi dan langsung diantar ke hotel. Ini justru lebih lancar daripada penerbangan!

You May Also Like