AES 1125 Bumbu
joefelus
Monday June 24 2024, 11:36 AM
AES 1125 Bumbu

"I'll take all the spices you have, Dad!" Kata Kano waktu saya menanyakan apakah dia mau mengambil beberapa bumbu-bumbu yang saya miliki.

Saya tersenyum lebar. Sulit rasanya dapat menggambarkan apa yang saya rasakan saat itu. Anak ini hari demi hari semakin menunjukkan kecintaannya pada proses menciptakan makanan. Kalau urusan menikmati makanan sih sudah lama, bahkan saya tahu lidahnya juga begitu sensitif seperti saya. Sekarang ini sangat menyenangkan ngobrol soal makanan dengan Kano. Bukan apa-apa, selama ini jika saya ngobrol dengan ibunya, selalu berakhir dengan kekecewaan, bukan apa-apa, bahasa yang kami berdua gunakan berbeda. Yang dia bisa rasakan dan diobrolkan berbeda dengan yang saya miliki. Nah dengan Kano sangat jauh berbeda, saya merasa kami berdua mempunyai pola pikir yang sama, kosa kata yang sama dan bahasa yang sama. Ini asyik sekali.

Kemarin kami berdua, Kano dan saya menyiapkan makanan untuk pesta para student managers dan students supervisors. Kano dan saya mulai menyiapkan sejak sehari sebelumnya dengan membuat bumbu perendam lalu membumbui daging paha ayam dan short ribs. Kami akan membuat makanan ala Hawaii, jadi akan menyajikan nasi, grilled teriyaki chicken, Kalbi dan macaroni salad. Esok harinya menjelang pesta kami berdua sudah sibuk menyiapkan grill untuk memanggang, membuat macaroni salad dan sebagainya. Ini pertama kalinya kami berdua masak dari nol hingga selesai. Semua orang yang ikut hadir dalam pesta sangat puas

Hari ini saya mulai melakukan packing secara intensif. Kami hanya memiliki 1 minggu untuk pindah rumah. Kalau Kano sebagian besar sudah beres tinggal menunggu barang-barang yang besar seperti komputer, dan tempat tidur yang masih kami pergunakan. Hari ini saya memindahkan 4 koper besar ke tempat baru. Itu saja rumah kami sudah semakin terlihat lengang. Masih banyak lagi yang harus disiapkan, sebagian besar harus kami titipkan dan sebagian kecil akan kami bawa secara bertahap.

Nah sore hari saya mulai memasukkan semua bumbu-bumbu ke dalam kotak yang akan Kano bawa ke apartemennya. Sambil memasukkan bumbu-bubu itu saya tersenyum simpul. Anak ini memang mulai senang masak, saya dapat membayangkan dia akan bayak meng-entertain teman-temannya, Kano akan masak untuk teman-temannya yang berkunjung. Ini akan seru. Saya juga dapat melihat bahwa anak ini pintar dan cerdik. Ada satu doos besar yang berisi bumbu, dan saya dapat sekilas menghitung bahwa jika dia harus membeli sendiri, akan menghabiskan ratusan Dollar. Bukan apa-apa, 1 doos besar itu saya yakin jumlahnya banyak sekali, sedangkan yang namanya bumbu di sini termasuknya mahal! Hahaha... "Pinter ni anak. Daripada beli, mending punya orang tuanya yang dia gondol!" sambil memasukkan semua bumbu itu ke dalam doos saya tersenyum-senyum.

"Turmeric, cumin, coriander, garlic powder..." Beberapa hari yang lalu dia berdiri di dapur dan melihat botol-botol bumbu yang saya miliki. Dia dapat menyaksikan sendiri bahwa persediaan bumbu saya sangat lengkap. Apa yang diperlukan, pasti saya punya. Jumlahnya puluhan. Mungkin anak ini menghitung, jika dia beli sendiri tentunya akan menghabiskan banyak uang. yang saya habiskan tidak begitu terasa karena hanya membeli satu demi satu selama berttahun-tahun, jadi ya memang tidak terasa bahwa saya sudah menghabiskan banyak uang.

Saya terus tersenyum. Anak ini sekarang tahu coriander, mengenal turmeric, nutmeg, cardamom, sage, thyme dan sebagainya Padahal bertahun-tahun yang lalu boro-boro mengenal bumbu. Apalagi waktu di Bandung, yang dia tahu adalah bento, nuggets, katsu hahaha.. sekarang dia bisa membuat sendiri! Yang dia butuhkan tentunya bumbu-bumbu, dan gratis pula karena semua milik bapaknya dia gondol hahahaha...

Foto credit: efghfoods.com