Sudah hampir 1 bulan saya tidak lagi pergi ke kantor. Kalau ada yang bertanya bagiaman hidup saya di masa "pensiun" ini, saya belum bisa menjawab dengan baik karena selama ini saya begitu sibuk untuk pindah rumah, lalu sesudah mulai menempati rumah "baru", saya langsung disibukkan dengan proses perbaikan agar rumah menjadi layak huni sesudah sekian lama tidak terawat. Jadi sesungguhnya walau tidak ngantor, saya sibuk bekerja.
Memang istilah "layak" sangat relatif dan setiap orang memiliki kriteria masing-masing. Saya pernah tinggal di kampung yang kalau ingin mandi harus berjalan kaki dahulu melalui pematang sawah lalu ada semacam danau dengan air yang mengalir melalui bambu yang difungsikan sebagai saluran air. Ini adalah air yang paling segar yang pernah saya rasakan untuk mandi. Apakah layak? Hahaha.. Bagi saya saat itu sangat layak. Enak sekali mandi di alam dengan air pegunungan yang segar walaupun kalau di pagi hari harus benar-benar siap karena air sangat dingin hingga membuat tubuh menggigil dan bibir berubah warna menjadi biru. Tempat mandinya di udara terbuka jadi bisa ditonton orang dari jarak puluhan meter hahaha. Nah urusan layak atau tidak, saya tidak mempermasalahkan.
Sekarang misalnya berada di rumah, kamar mandi tertutup tapi air tidak mengalir dengan lancar sehingga harus menggunakan alat darurat untuk mengadakan air. Apakah layak? Ini juga tergantung pada pendapat masing-masing. Privasi masih ada, tapi untuk urusan kenyamanan memang belum bisa dikatakan normal untuk kondisi rumah yang standar. Tapi dengan tersedianya air saja, itu sudah harus disyukuri karena jaman sekarang air sudah mulai menimbulkan banyak masalah di kalangan masyarakat.
Istilah layak dan nyaman memang sangat relatif. Setiap orang memiliki kriteria yang berbeda-beda. Saat ini saya sedang mengatur semuanya hingga memenuhi kriteria layak dan nyaman yang saya miliki. Semua itu tentunya membutuhkan waktu, jadi saya memang dipenuhi dengan banyak kesibukan.
Lalu ke pertanyaan awal, bagaimana rasanya tidak ngantor? Saya lagi-lagi belum dapat menjawab karena hingga sekarang saya belum mencurahkan perhatian pada kondisi dan status yang sedang saya jalani. Mungkin akan lebih menarik jika saya masih tetap berjalan kaki setiap hari ke kantor mendengarkan musik sambil melamun atau merenung seperti yang sudah saya jalani selama bertahun-tahun, tapi jika memperhatikan berbagai bentuk petualangan yang sudah saya alami selama lebih dari 2 minggu ini, seru juga. Memang sama sekali berbeda dengan ketenangan dan kenyamanan yang saya selalu rasakan dulu. Sekarang tidak ada lagi rasa nyaman dan damai merenung ketika pergi ke kantor seperti dulu, kali ini saya harus benar-benar aware pada semua kondisi di sekitar saya, apalagi jika berkaitan dengan lalulintas dimana saya harus sungguh-sungguh konsentrasi dalam menghadapi mobilitas pengendara motor beroda 2 yang sangat ajaib hahaha.. Saya tidak lagi memiliki kemewahan untuk melamun dan merenung. Mungkin nanti ketika saya sudah terbiasa dengan kondisi lalulintas sekarang.
Ini petualangan yang akan sangat berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Dulu saya mengalami hal yang sama, tidak ngantor selama bertahun-tahun. Tetapi waktu itu saya memiliki tugas sebagai ayah yang harus selalu mendapingi Kano yang masih kecil, hingga kemudian masuk sekolah. Saya saat itu memiliki kesibukan yang sangat menarik. Nah kali ini akan berbeda sama sekali karena saya sudah tidak memiliki tanggung jawab sebagai ayah lagi, walau status "ayah" ini akan terus menempel sepanjang hayat. Mungkin saya harus bersyukur diberi banyak kesibukan mengurus kelayakan tempat tinggal. Jadi tidak "nganggur-nganggur" amat hahahaha..
Jadi kalau nanti ada lagi yang bertanya:"How's life?" Saya akan menjawab dengan jawaban klise yang sangat saya benci (dan mudah-mudahan akan membuat orang lain jengkel seperti kalau saya diberi jawaban semacam ini, hahahahaha): "Living the dream!". Yang mungkin secara harafiah sangat cocok karena ini artinya saya bisa hidup sesuai dengan yang saya inginkan, di tempat yang saya inginkan, kapan saja, dimana saja dan bersama siapa saja! Keren ya? Hahaha... Walau sesungguhnya engga gitu-gitu amat, kok ! Hahaha...
Foto credit: knowyourenemybook.com