AES 1282 Tidak Di Tahun Ini
joefelus
Monday December 23 2024, 8:30 AM
AES 1282 Tidak Di Tahun Ini

"Tomorrow is Christmas eve!" Kata Nina

"Huh? Really?" Kata saya terkejut.

Saya merasa sudah kehilangan banyak hal akhir-akhir ni, termasuk lupa hari dan tanggal. Saya tidak tahu bagaimana mengatakan lost track of time. Siang tadi saya begitu terkejut bahwa besok adalah malam Natal. Biasanya masa penantian Natal adalah saat-saat yang paling saya nikmati. Tahun ini tidak.

Malamnya salah seorang sahabat menyampaikan pesan.

"Besok malam Natal Jo. Mau masak di rumah?" Tanyanya

Lalu kami mulai bercakap-cakap. Saya belum bisa melakukan banyak hal. Para pekerja hampir tidak ada libur. Itu keinginan mereka, yaitu terus bekerja hingga proyek selesai. Tanggal merah pun mereka abaikan. Ini suatu hal yang baru bagi saya. Memang saya pernah bekerja di malam dan hari Natal, itu ketika masih sibuk bisnis di bidang makanan. Natal dan tahun baru yang biasa saya nikmati bersama keluarga, saat itu saya habiskan di tempat kerja. Bukan masa-masa yang menyenangkan bagi saya, karena prinsip yang selama ini dipegang adalah bahwa keluarga merupakan prioritas utama. Tapi binis makanan dan minuman memang sangat brutal. Itu alasan mengapa saya memutuskan menjauh dari pekerjaan semacam itu. Walaupun 8 tahun terakhir saya masih bekerja di bidang itu, namun bukan di front line. Saya hanya aktor dibelakang layar. Jadi aman!

Untuk kalangan pekerja kasar memang seringkali tidak ada pilihan, apalagi sistem pekerjaan di tanah air ini. Libur artinya penghasilan berkurang, tidak masuk kerja artinya tidak dibayar. Mungkin itu yang membuat mereka memilih untuk tetap masuk kerja. Saya sebetulnya ingin meliburkan mereka, tapi tidak sampai hati melakukannya karena itu berarti saya mengurangi penghasilan mereka. Sebagian dari pekerja nge-kost di kampung belakang. Bayangkan jika mereka harus libur dan tidak mendapat upah hari itu, mereka akan melakukan apa? Kalau pulang ke kampung mereka yang berada di kota lain, artinya juga membuang uang untuk ongkos. Wajar jika mereka memilih untuk tetap masuk kerja. Kerja berarti ada upah.

Tahun ini saya tidak terlalu menimati masa-masa liburan akhir tahun. Terus terang saja, saya kehilangan banyak hal terutama suasana. Selama 8 tahun terakhir saya menikmati suasana yang luar biasa, suhu yang dingin, lingkungan dan masyarakat yang hampir rata-rata merayakan festival, perayaan berbagai hari raya keagamaan seperti misalnya Bodhi, tanggal 8 Desember oleh masyarakat Budha, Hannukah yang dirayakan masyarakat Yahudi, Kwanzaa oleh masyarakat asal Afrika dan sebagainya. Itu alasan mengapa sekarang kebanyakan orang mengatakan Happy Holidays dan tidak lagi Merry Christmas karena bulan Desember ada banyak sekali perayaan yang saling berdekatan waktunya. Eniwei, tahun ini bagi saya gaungnya sangat minim. Saya terlalu sibuk dengan kegiatan di rumah dan juga memang begitu adanya di tanah air. Tidak banyak bedanya dengan hari-hari lain, kecuali mungkin menjelang akhir tahun. Entah apakah sekarang masih banyak orang menjual terompet kertas seperti dulu. Saya tidak tahu, nanti akan saya lihat :)

Foto credit: YouTube

You May Also Like