AES 1382 Unlocking My Mind
joefelus
Tuesday April 15 2025, 8:31 AM
AES 1382 Unlocking My Mind

I've been living with a shadow overhead
I've been sleeping with a cloud above my bed
I've been lonely for so long
Trapped in the past
I just can't seem to move on

Di atas adalah lirik lagu dari salah satu filem yang iseng saya tonton. Sebetulnya filemnya sendiri ya gitu-gitu saja, bukan tentang film ini yang ingin saya bahas. Beberapa malam yang lalu saya iseng menonton filem ini karena tertarik akan lagunya. Nontonnya sendiri tidak selesai, tapi lagunya terus menerus "menghantui" saya (hahahaha.. istilah apa pula ini) sepanjang malam. Saya tidak tahu kenapa, bahkan dalam tidur lagu ini mengiang-ngiang terus menerus. ketika terbangun begitu, saat kembali terlelap juga begitu. Padahal lagu itu biasa saja, menarik dan bagus tapi bukan jenis lagu yang akan selalu saya dengarkan. Ini pengalaman saya pertama kali. Tidak pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya.

Sekarang bayangkan, kita sering sekali mendengar lagu lalu kemudian menempel di kepala kita sepanjang waktu, entah kemudian kita bersenandung, bersiul bahkan tidak jarang kita menyanyi sepanjang hari. Tapi, semua itu kita lakukan dalam keandaan sadar, dalam pengertian kita tidak sedang tertidur, walau lagu itu memang menempel di otak kita tanpa sungguh-sungguh diniati. Terjadi begitu saja, mungkin ahli syaraf dan kerja otak dapat menjabarkan mengapa begitu. Tapi kemarin yang saya alami ini adalah dalam keadaan tidur. Mungkin karena saya sudah lumayan lama belum mampu tidur nyenyak, sehingga tidur saya tidak betul-betul terlelap, masih ada "kesadaran" yang tersisa. Mungkin kesadaran itu yang menyertai saya dengan lagu. Sangat mengganggu, karena tidur saya menjadi semakin tidak yenyak.

Iseng saya mencari tahu mengapa demikian. Harvard Gazette, situs berita Harvard university, mengatakan bahwa pengalaman tentang lagu yang terus melekat dikepala disebut dengan earworm yang berasal dari bahasa Jerman Ohrwurm, yang artinya musical itch atau mungkin bahasa Indonesianya "musik lekat", walau jika diterjemahkan secara harafiah artinya cacing telinga hahaha.. Entah pas atau tidak istilah ini. Nah, katanya fenomena ini terjadi karena koneksi yang berkaitan dengan bagian-bagian ini stuck, terperangkap sehingga memainkan musik ini berulang-ulang dan terus menerus. Beberapa penelitian mengatakan bahwa orang-orang yang memiliki kesulitan dalam hal memory, seperti misalnya orang yang memiliki attention-deficit disorder lebih jarang mengalami fenomena sementara orang-orang yang memiliki obsessive-compulsive disorder, lebih rentan mengalami earworm dimana terjadi semacam loops yang memainkan lagu di kepala terus menerus tanpa dapat dikontrol.

Saya tidak meneruskan membaca karena sudah terlalu detail dengan istilah-istilah terlalu rumit dan ilmiah bagi saya. Yang sebetulnya dinginkan adalah bagaimana mengurai situasi ini agar saya tidak terjebak dalam satu hal terus menerus. Itu yang belum saya jumpai karena agak sulit mencari kata kunci yang cocok untuk mencari tahu situasi ini. Aneh memang, sebab saya tidak keberatan jika dalam keadaan sadar, tapi tidur nyenyak itu saat ini menjadi sebuah kemewahan. Hahahaha..

Akhir-akhir ini saya memang sedang mengalami writer blockage, terlalu banyak peristiwa yang terjadi belakangan ini sehingga walaupun selalu ada banyak ide, saya tidak mampu menarasikannya. Lihat saja 2 minggu terakhir ini, sepertinya ini periode waktu kedua saya yang banyak mengalami bolong sesudah masa-masa kepindahan saya ke tanah air. Agak sulit untuk menguraikan sebuah ide karena sepertinya semua menjadi gumpalan-gumpalan masive yang sulit dipecah dan diurai satu demi satu. Ide dan tulisan saya semua berakhir dengan draft dan terlunta-lunta karena hanya beberapa paragraf dan menggantung tidak terselesaikan. Kalau mau tau ada berapa draft yang masih harus saya kerjakan, semua ada 339 buah! Hahaha.. Kacau memang. Ya sudah, setidak-tidaknya saya bisa menulis sesuatu hari ini, walau ini sebetulnya sudah saya mulai beberapa hari yang lalu dan dengan merayap sedikit demi sedikit akhirnya bisa menjadi sebuah tulisan pendek.

Foto credit bu.edu