"I will miss this bidet when I come back to Amerika." Teriak Kano dari kamar mandi.
"What?" Tanya saya karena yang dia teriakkan tidak terlalu terdengar.
"Bidet! Americans are disgusting. Why have they never thought about this? It is so convenient and hygienic." Kata Kano lagi sambil membuka pintu kamar mandi.
"Hahaha.. you can install it by yourself. You can find it at Amazon, and it is not expensive." Kata saya tertawa.
Saya setuju dengan pendapat Kano soal urusan "bisnis" ini. Dulu pertama kali tinggal di Amerika, saya juga mengalami masa-masa penyesuaian diri karena mengubah kebiasaan sejak kecil secara instant tidak mudah. Saya sering membawa botol aqua atau tissue basah karena tidak suka dengan cara orang-orang "modern" ini. Tidak menyenangkan, terasa kotor dan banyak pendapat lainnya hingga saya akhirnya terbiasa karena membawa botol aqua kemana-mana bukan hal yang praktis.
Hidup di tempat baru artinya membiasakan diri dengan kebiasaan baru. Itu saya alami berkali-kali. Banyak seru-nya, banyak perjuangannya dan juga seringkali menarik untuk "didiskusikan", seperti halnya dengan bidet ini. Bidet yang saya maksud bukan bidet yang menggunakan selang yang kadang begitu kaku hingga sulit untuk bermanuver, hahahaha.. Maafkan jika saya mengangkat masalah ini kedalam obrolan saya kali ini. Urusan membersihkan diri itu bagi saya sangat personal dan seperti halnya pada hampir setiap orang, mereka punya preferensi masing-masing. Saya suka yang praktis, menjauhkan diri dari ketidak hygienisan dan yang pasti harus sanitary! Karena alasan itu saya menginstall bidet yang baik dan ternyata Kano menyukainya. Karena di Amerika jarang sekali orang menggunakan ini dan Kano selama 2 minggu terakhir menjadi terbiasa dengan "kemewahan" yang kami sediaan buat dia (Hahahaha), maka dia mulai ngomel-ngomel bahwa orang Amerika jorok karena hanya menggunakan tissue.
Malam ini saya begitu terhibur mendengar Kano ngomel-ngomel. Ternyata orang di negara berkembang seperti Indonesia punya banyak kelebihan juga dibandingkan orang di negara adi daya hahaha.. Ini memang masalah kebiasaan. Orang di sana "mungkin" tidak mau merasa kotor jadi tidak menggunakan air, sementara orang di Asia atau mungkin di negara-negara lain yang bukan Amerika karena saya tidak mempunyai data dan pengetahuan yang lengkap, mempunyai akal dan kreativitas yang luar biasa ketika berusaha menanggulangi sesuatu sehingga tercipta bidet modern yang tidak perlu berkotor-ria.
"I'll figure it out and see if my toilet is compatible." Kata Kano.
"Ask Oom Aris. He installed one like ours." Kata saya
"I absolutely will." Kata Kano lagi
Tinggal beberapa malam lagi Kano tinggal bersama saya dan saya berusaha menjadi bayangannya dengan berada disamping dia sebanyak mungkin agar saya dapat menikmati kehadirannya sebanyak mungkin. Kalau semua rencana berjalan dengan baik, maka baru setahun yang akan datang kami akan bertemu lagi.
Foto credit: qhomemart.com
Interesting topic 😁.
Hahahahaha
Then again, this is a perfect example that we can write just about anything in Ririungan😁. Including about jamban.