AES 1459 Tidak Baik
joefelus
Wednesday September 10 2025, 12:11 PM
AES 1459 Tidak Baik

Baiklah saya akui. Sesekali saya masih tetap tergoda untuk membaca berita hanya sekedar untuk memuaskan rasa ingin tahu dan juga meng-update pengetahuan terkini. Sayangnya lagi-lagi yang saya baca berakhir mengecewakan.

Beberapa hari lalu di Philadephia ada pertandingan baseball. Dalam pertandingan itu salah seorang pemain memukul bola begitu kerasnya hingga menghasilkan homerun. Itu biasanya saat-saat yang ditunggu oleh para penonton karena biasanya pertandingan baseball itu membosankan. Saya pernah menonton sebuah pertandingan dari kompetisi tingkat universitas di Amerika. Saya bosan walaupun ini adalah salah satu kompetisi yang lumayan diminati masyarakat karena nantinya para pemain yang menonjol akan direkrut oleh klab profesional. Begitu sistem dimana hampir semua para pemain olahraga profesional disaring di Amerika. Hampir semua altlet olahraga profesional di sana adalah sarjana karena direkrut dari tingkat universitas. Eniwei, bukan ini yang ingin saya obrolkan, melainkan kejadian yang ramai dibicarakan beberapa hari terakhir ketika salah seorang pemain melakukan homerun. Biasanya bola yang terbang ke arah tribun kemudian menjadi rebutan, bahkan kemudian menjadi benda yang dicari kolektor apalagi jika terjadi dalam pertandingan penting. Nah bola itu jatuh di dekat sekelompok orang lalu ada seorang ayah yang duduknya agak jauh berlari ke sana ikut berebut dan dia menang. Bola itu diberikan ke anaknya yang saat itu sedang berulang tahun. Salah seorang ibu-ibu yang duduknya dekat dari bola jatuh merasa lebih berhak mendapatkan bola itu dan mendatangi sang ayah, berdebat berusaha mengambil bola yang dia rasa menjadi haknya. Kejadian itu terekam dalam kamera salah satu TV nasional dan juga beberapa orang yang mengabadikan peristwa itu.

Sang ayah akhirnya menyerahkan bola itu ke wanita yang mendatanginya. Yang seru adalah reaksi masyarakat! Sudah menjadi semacam kesepakatan umum dan merupakan hal yang terpuji jika bola itu diberikan pada anak-anak, maka yang dewasa biasanya mengalah. Itu satu. Kedua, dimanapun bola itu jatuh, jika ada orang lain yang lebih cepat maka menjadi haknya. Nah, peristiwa itu menjadi perhatian nasional, banyak sekali orang yang mencaci tingkah ibu-ibu itu. Satu hal baik, pihak panitia mengetahui peristiwa itu sehingga mereka mendatangi anak yang berulang tahun itu dan memberikan hadiah berupa kaos dan merchandise untuk menghibur dia. Tidak berhenti sampai di situ, pemain profesional yang memukul bola homerun iyu menemui anak itu seusai pertandingan dan memberikan pemukul baseball yang sudah dia tanda tangani. Jestur yang sangat terpuji dan anak itu sangat senang.

Tapi ternyata buntut kejadian itu semakin panjang. Beredar kabar bahwa ibu-ibu itu kemudian dipecat di tempat kerjanya namun kemudian berita itu dianulir karena ternyata tidak akurat. Yang pasti CEO klab baseball Philadelphia turun tangan juga dan ibu-ibu itu dilarang seumur hidup untuk menghadari seluruh pertandingan karena dianggap tindakannya tidak terpuji dan sangat arogan.

Di tanah air beda lagi. Salah seorang menteri yang baru diangkat mengcapkan kalimat yang menyakitkan masyarakat. Saya tidak mau mengutip kata-katanya, saya yakin sebagian besar masyarakat tahu. Yang membuat saya semakin sebal adalah ketika dia ditanya masalah ekonomi dan jawaban dia,"Anda tidak tahu saya?" Wah luar biasa sombongnya orang ini, pikir saya seketika. Lebih parah lagi anaknya dengan seenaknya mengatakan bahwa mantan menteri yang digantikan oleh bapaknya adalah agen CIA, dan dia juga membangga-banggakan saldo bank yang dia miliki.

Malam hari saya menyesal telah memutuskan membuka berita. Saya merasa terganggu dan berusaha untuk melupakannya sehingga kemarin rencana saya untuk menulis pun batal karena terlalu negatif. Kekecewaan memang akhir-akhir ini melanda diri saya. Banyak sekali orang yang tidak tepat menjabat posisi-posisi yang mempengaruhi khalayak. Ini sangat berbahaya dan juga merugikan. Tidak hanya di tanah air tapi juga di berbagai negara. Lihat saja Nepal, kasusnya mirip dengan di tanah air, lebih parah lagi di sana gedung parlemen dan rumah-rumah anggota parlemen dibakar bahkan konon katanya ada seorang istri yang menjadi korban kebakaran. Perdana menteri mundur dan terakhir presidennya pun mundur hingga sekarang negara tidak memiliki pemimpin. Repot! Saya merasa serba salah, tidak membaca berita menjadi orang terkucil karena kurang pengetahuan, membaca juga membuat saya jadi prihatin. Dunia memang sedang tidak baik-baik saja, terlepas dari pendapat beberapa pemimpin yang hanya berbicara tanpa isi.

Foto credit: Youtube

You May Also Like