AES 1493 Kaca Mata
joefelus
Monday October 13 2025, 10:48 PM
AES 1493 Kaca Mata

Saya banyak sekali hutang tulisan. mulai sejak pertengahan tahun lalu hingga menjelang akhir tahun 2025 ini rekor bolong-bolong saya sangat luar biasa. Padahal di awal 3 tahun pertama, dalam 1 tahun bolong-bolong saya bisa dihitung dengan jari. Jadi, minggu ini jika memungkinkan saya akan mencoba mengisi yang kosong-kosong itu. Eniwei, sekarang di luar hujan, dan itu membuat saya gembira sebab saya benci udara panas dan lembab. Minggu kemarin saya bisa mandi 3 hingga 5 kali sehari karena tidak tahan dengan tubuh yang lengket dan udara yang super panas. Padahal kalau dipikir-pikir di Fort Collins kadang suhunya diatas 40 derajat Celcius, tapi bedanya di sana kering dan tidak lembab sehingga jauh lebih nyaman dibandingkan di Bandung.

Obrolan siang ini akan saya awali dengan ilustrasi percakapan beberapa orang di grup gadget tentang salah satu HP terbaru yang katanya kameranya jauh lebih baik dari Iphone maupun Samsung yang paling baru dan paling mahal. Ada yang bertanya tentang informasi kamera HP baru itu karena masih mempertimbangkan akan membeli atau tidak. Lalu ada beberapa yang menjawab:

A: Kamera depan sama ultrawide nya jelek.

B: Tergantung muka lu sajah sih bang sebenernya.

C: Tergantung muka bang. 15jt itu kamera depannya neutral, kalau jelek ya jelek mukanya :D

A: Wkwkwkw

Saya tertawa membaca ini walau tahu bahwa sebenarnya ini bukan percakapan yang baik karena mengandung unsur perundungan. Tapi ini ada di dalam sebuah grup yang mungkin anggotanya sudah sering berkomunikasi dan senang bergurau, saya tidak tahu. Yang saya maklumi adalah gurauan semacam ini sangat lumrah di tanah air, lihat saja di TV nasional ketika ada program komedi, tidak jarang gurauan mereka itu menyangkut fisik dan berbagai penghinaan. Itu terjadi di mana-mana, kalau pernah melihat program komedi jadul The Three Stooges juga kelucuan mereka karena tingkah laku ngerjain teman secara fisik. Lihat juga program-program semacam olahraga ketrampilan melalui berbagai rintangan. Peserta harus dapat melewati banyak rintangan dan jika gagal mereka akan terjatuh ke kolam, ke lumpur dan sebagainya. Kelucuan-kelucuan itu membuat terlihat menarik dan memicu gelak tawa. Prank misalnya, apakah itu bukan tindakan perundungan? Bisa saja dengan berbagai catatan penting yang membedakan antara prank untuk seru-seruan, atau sungguh-sungguh ngerjain. Jika prank itu membuat seseorang menangis, membuat seseorang merasa tidak berdaya, merasa dikecilkan dan terhina, maka itu bukan lagi prank melainkan perundungan.

Eniwei, kembali ke percakapan nakal di atas. Yang ingin saya garis bawahi adalah persepsi. Kamera depan itu lebih digunakan untuk selfie. Yang bertanya pada awal percakapan adalah menanyakan kualitas kamera, sementara yang menjawab "tergantung muka" adalah kualitas objek, jadi sebenarnya sama sekali membahas hal-yang berbeda. Jadi kalau dipikir-pikir tergantung kaca mata apa yang kita gunakan.

Contoh lain tentang kaca mata yang kita gunakan, situasi politik. Tidak di tanah air tidak juga di negara lain, politik itu sangat erat kaitannya dengan subjektivitas. JIka kita pro pemerintah tentu saja setiap hal yang pemerintah lakukan adalah suatu yang baik, sementara jika kita pro oposisi, maka yang dilakukan pemerintah pasti terlihat buruk. Akhir pekan kemarin di Amerika sekitar 7 juta masyarakat di 2700 kota di seluruh 50 negara bagian turun ke jalan untuk protes karena pemerintah dinilai sangat autoritarian. Pemerintah mengklaim bahwa protes itu merupakan protes kebencian sementara pihak yang protes menyatakan bahwa yang mereka lakukan merupakan cara mereka menunjukkan ketidaksetujuan atas cara memerintah. Lagi-lagi 2 belah pihak menggunakan kaca mata berbeda.

Pada intinya, kaca mata berbeda itu sah-sah saja. Satu pihak dapat dimanfaatkan sebagai penyeimbang, sebagai kontrol jika pihak yang lain melakukan kesalahan atau sekedar kritik agar ada perbaikan. Yang repot sebetulnya banyak orang yang terjebak dalam perbedaan cara melihat dan ramai di situ. Mereka sering lupa bahwa kaca mata digunakan untuk melihat, sementara yang mereka lihat masih harus diolah dengan kemampuan berpikir, kemampuan menyampaikan pendapat dan menuangkan ide sebagai bentuk usulan. Jadi melihat saja tidak cukup. Kalau menggunakan kaca mata dengan cara yang salah, hasilnya juga tidak baik.

Foto credit: saleofyar.click